Wednesday, July 1, 2015

Roket YAMAN Berjaya Capai Riyadh

rudal scud

Sebuah peluru berpandu buatan Rusia ditembakan pasukan pembelot Yaman ke sebuah pangkalan peluru berpanduArab Saudi berhampiran ibukota Riyadh.

Seperti dipetik pejabat berita Saba dari jurucakap militer pasukan pemberontak Yaman yang bersekutu dengan Syiah Houthi mengatakan, “Hari ini unit roket dari angkatan bersenjata Yaman berhasil melancarkan sebuah peluru berpandu Scud ke pangkalan peluru berpandu Al Sulayyil di Provinsi Riyadh, Arab Saudi.”
Jubir Brigjen Sharaf Luqman menambahkan, “Ini adalah balasan atas kejahatan dari agresi brutal Arab Saudi yang mensasarkan ibukota Sana’a dan wilayah Yaman lainnya.”

Rudal Scud adalah serangkaian rudal balistik taktik yang dikembangkan oleh Uni Soviet selama Perang Dingin. Rudal jenis ini banyak dieksport secara luas ke negara-negara lain, khususnya negara-negara dunia ketiga yang memiliki hubungan buruk dengan AS. (Bbcarabic/Ram) sumber

MYANMAR Mesti Diboikot

**FILE**Myanmar's military leaders look on Tuesday, March 27, 2007, as they wait for the arrival of Myanmar's military junta leader Gen. Than Shwe just prior to Armed Forces Day ceremonies in the new capital city of Naypyidaw, Myanmar. Daily demonstrations by tens of thousands of people have grown into the stiffest challenge to the ruling junta in two decades. (AP Photo/David Longstreath, FILE)

Ahli-ahli perniagaan Indonesia didesak untuk ambil bahagian dalam usahaa penghentian kekerasan yang dilakukan Myanmar terhadap kelompok muslim Rohingya. Salah satu caranya adalah membatasi pelaburan di Myanmar.

“Kita minta peniaga Indonesia yang sedang berinvestasi dan mahu berinvestasi ke Myanmar untuk menghentikan langkahnya,” kata Koordinator Koalisi Masyarakat Indonesia Peduli Rohingya, Adnin Armas usai sidang media di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Isnin (29/6).

“Memang ada tenaga murah di sana, tapi pada satu sisi kemanusiaan pemusnahan sistemik di sana sedang terjadi,” tambahnya.

Ia menyebut bahawa sejumlah negara di Eropa sudah melakukan cara seperti sebagai bentuk protes atas sikap Myanmar terhadap Rohingya. sumber

ASEAN Mesti Singkirkan MYANMAR Segera

myanmar

Tragedi kemanusiaan yang menimpa umat Muslim Rohingya masih terus berlangsung. Tragedi yang termasuk kategori pembantaian dan pemusnahan massal atau genosid ini telah menjadi sorotan dunia.

Kekejaman yang disertai pembantaian, pengusiran, dan pemusnahan Muslim Rohingya ini juga menarik banyak simpati dari masyarakat Indonesia. Tak sedikit masyarakat Indonesia khususnya muslim Indonesia di kawasan Nanggroe Aceh Darussalam menolong para pelarian Muslim Rohingya. Aksi kekejaman atas umat Muslim Rohingya ini juga yang mendorong terbentuknya Koalisi Masyarakat Indonesia Peduli Rohingya.
 
“Koalisi ini merupakan himpunan dari berbagai organisasi di Indonesia yang mendesak penyelesaian tragedi kemanusiaan atas Muslim Rohingya demi wujudkan perdamaian dunia, khusunya ASEAN,” ujar Adnin Armas selaku koordinator Koalisi Masyarakat Indonesia Peduli Rohingya saat sidang media di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Isnin (29/6).

Menurut Adnin, sejumlah organisasi telah bergabung di koalisi ini, antara lain Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM), Burma Task Force Indonesia, Global Rohingya Centre, SNH Advocacy Centre, Aliansi Cinta Keluarga (AILA), Kajian Muslimah Untuk Kemaslahatan Umat Islam (KMKI), Wahdah Islamiyah dan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia.

Sebagai aksi nyata, Koalisi Peduli Rohingya juga tengah menyebarkan petisyen, meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia untuk menghentikan aksi kekejaman pembantaian dan pemusnahan umat Muslim Rohingya.

“Petisyen ini sudah kami sebar secara online dan dibagikan langsung ke masyarakat. Hasil petisyen ini akan kami sampaikan ke DPR. Kami berharap DPR bersedia menyuarakan hingga tingkat internasional,” tambah Adnin

Mengingat aksi kekejaman genocid yang dilakukan secara sistematik dan terang-terangan ini, Koalisi Peduli Rohingya mendesak Presiden Joko Widodo untuk ikut andil menyelamatkan komuniti Muslim Rohingya.
Menurut Adnin, ada lima tuntutan yang akan disampaikan ke Presiden Jokowi. Pertama, presiden Jokowi harus meninjau kembali politik luar negeri Indonesia terhadap Myanmar. Kedua, meminta agar pebisnis Indonesia dan BUMN untuk menahan investasi di Myanmar. Ketiga, keluarkan Myanmar dari keanggotaan ASEAN.

“Terakhir segera lakukan boikot dan blacklist terhadap pejabat dan pemerintahan Myanmar,” tegas Adnin.
Sebagaimana diketahui, aksi kekejaman atas umat Muslim Burma telah berlangsung sejak tahun 1950-an. Saat ini, mereka hidup di berbagai negara, tanpa kewarganegaraan, terpisah dan kehilangan dari keluarga.

Seorang intelektual Buddhis asal Burma Dr. Maung Zarni pernah menulis artikel berjudul ‘The Slow-Burning Genocide of Myanmar’s Rohingya’ dalam The Pacific Rim Law and Policy Journal. Sang intelektual itu menjelaskan secara rinci, bagaimana pemerintah Burma melakukan genosid secara sistematik, dengan menyebut Muslim Rohingya sebagai imigran illegal, ancaman keamanan nasional, ‘virus’, ‘penyerobot’, ancaman terhadap kultur Buddha hingga economic blood-suckers.

Kini, diperkirakan masih ada sekitar 1 juta Muslim Rohingnya yang menetap di Burma. Namun, pemerintah Burma memberikan status pendatangharam  kepada mereka. Status ini sesuai dengan Undang-Undang Kewarganegaraan tahun 1982, Muslim Rohingya tidak dianggap sebagai sebahagian dari warga negara Myanmar. Status mereka adalah pendatang ilegal di negeri itu dan stateless.

Bahkan, Setiausaha Agung Pertubuhan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki Moon mengutuk keras aksi Genocide tersebut, yang tercatat sebagai salah satu tragedi kemanusiaan paling dahsyat selama abad ke-20 dan ke-21 ini.
Sekjen PBB menegaskan bahwa komunitas internasional mendesak pemerintah Myanmar/Burma agar memberikan status kewarganegaraan kepada etnis Muslim Rohingya di Burma dan memberikan pendidikan untuk mengubah persepsi masyarakat Burma secara lebih luas.(rz) sumber

YAMAN - Sudah 1,200 Orang Lari dari Penjara

1.200 orang berhasil melarikan diri dari penjara Yaman, termasuk Mujahidin AQAP

Sekitar 1.200 tahanan, termasuk Mujahidin Al-Qaeda, telah lolos sepanjang perang di sebuah penjara pusat Yaman. Seorang pegawai keamanan mengatakan kepada pejabat berita Saba bahwa unit tentera yang setia kepada mantan diktator Ali Abdullah Saleh membiarkan para tahanan melarikan diri ketika “pendukung Al-Qaeda menyerang” penjara pusat di kota Taiz.

 “Pertempuran sengit terjadi di dekat penjara pusat dan militan komite popular mendekati dan menguasai daerah, namun pasukan Saleh membuka pintu penjara,” dakwa pegawai tersebut seperti disiarkan Al Jazeera pada Selasa (30/6/2015).

“Lebih dari 1.200 tahanan ‘yang berbahaya’ melarikan diri.”sumber

SYRIA - 28 Maut dalam Serangan Udara

Sedikitnya 28 orang dilaporkan gugur pada Selasa (30/6/2015) dalam serangan udara pengecut yang dilancarkan oleh pasukan rezim Nushairiyah di provinsi Idlib dan pinggiran kota Damaskus, ujar laporan kelompok pemantau.
Setidaknya 18 orang gugur dalam serangan di desa Ehsim, barat laut Idlib, ujar laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) seperti dilansir AFP.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2015/07/01/28-orang-gugur-dalam-serangan-udara-pengecut-oleh-rezim-nushairiyah-di-idlib-dan-pinggiran-damaskus.html#sthash.aMNvt2pr.dpuf
28 orang gugur dalam serangan udara pengecut oleh rezim Nushairiyah di Idlib dan pinggiran Damaskus

Sekurang-kurangya 28 orang dilaporkan gugur pada Selasa (30/6/2015) dalam serangan udara pengecut yang dilancarkan oleh pasukan rejim Nushairiyah di wilayah Idlib dan pinggiran kota Damsyik, ujar laporan kelompok pemantau.

Sekurang-kurangnya 18 orang gugur dalam serangan di desa Ehsim, barat laut Idlib, ujar laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) seperti disiarkan AFP.

Sebagian besar wilayah Idlib kini dikuasai oleh Mujahidin, setelah gabungan Mujahidin yang menamakan diri mereka Jaisyul Fath meraih keuntungan demi keuntungan dalam beberapa bulan terakhir. sumber