Wednesday, August 3, 2016

Heli RUSIA Bawa Senjata Ditembak Jatuh di SYRIA

Wartawan kenamaan Aljazeera dari Syria, Faishal Qaseem, menyebut pemerintah Rusia telah berbohong dengan menyatakan helikopter Mi-8 yang ditembak jatuh pada hari Isnin (01/08) di kota Idlib sedang membawa bahan makanan bagi warga Syria.

Melalui akaun Twitter resmi miliknya, Faishal Qaseem menunjukan bukti-bukti bahawa helikopter Mi-8 yang ditembak jatuh oleh mujahidin Idlib sedang membawa bantuan persenjataan untuk tentera rejim Syiah Assad dan milisi bentukan Iran.

Dengan nada menyindir serta mengejek, Faishal Qaseem menyebut 2 pelancar roket yang ada di sekitar helikopter jatuh dengan pelancar  kuih serta roti.

Dalam keterangannya awal ini, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahawa kelima-lima awak helikopter terbunuh setelah kapal yang mereka tumpangi jatuh ditembak di daerah yang dikendalikan oleh Brigade Fatah al-Sham.  (Cnnarabic/Ram) sumber

AS Serang Sasaran di LIBYA

Presiden Barack Obama menekankan bahawa serangan udara militer AS di kota Sirte Libya mulai hari Isnin (01/08) adalah untuk menjaga kepentingan dan keamanan nasional Amerika Syarikat di luar negeri.

Pernyataan ini diumumkan Obama pada hari Selasa (02/08), sehari setelah pengumuman rasmi dimulainya operasi militer AS melawan mujahidin Libya oleh Kementerian Pertahanan “Pentagon”.

Obama melanjutkan, “Serangan udara dilakukan untuk memastikan pasukan pemerintah di bawah Libya National Accord pimpinan Presiden Fayez al-Siraj untuk menyelesaikan tugas mereka memerangi kelompok militan dan menjaga stabiliti keamanan.”

Menurut Obama ketidakstabilan di Syria dan Iraq telah memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah kawasan, terutama krisis migran ke Eropah.

Dalam pengumuman rasminya, Pentagon menerangkan bahwa operasi militer di kota Sirte datang atas permintaan rasmi dari pemerintah Libya yang dipimpin Presiden Fayez al-Siraj. (Skynewsarabia/Ram) sumber

Sunday, July 17, 2016

Heli Pemberontak TURKI Lari ke GREECE

Sekelompok tentera Turki yang dipercayai terlibat dalam kudeta militer yang berakhir dengan kegagalan dikhabarkan terbang menuju Greece dengan menggunakan helikopter. Mereka dilaporkan memohon suaka ke negara itu.

Petugas keamanan Greece telah menangkap lapan orang di atas helikopter militer Turki yang mendarat di kota sebelah utara Alexandroupolis, Sabtu (16/7/2016) siang. “Mereka telah meminta suaka politik,” demikian yang dikatakan kementerian polisi negara itu, seperti dipetik dari laman Express.

Televisyen pemerintah Greece, ERT menurunkan laporan yang menyatakan tentera yang tiba di negara itu kemungkinan telah terlibat dalam aksi pemberontakan militer.

Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Turki telah memposting pernyataan di Twitter yang mengatakan dia telah menghubungi Greece dan meminta negara itu untuk mengembalikan tentera Turki tersebut.

Seperti diketahui, pada Jumaat atau Sabtu dini hari, sekelompok tentera Turki melakukan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Recep Tayyep Erdogan. Mereka menilai, pemerintahan saat ini telah meninggalkan nilai-nilai sekular yang telah lama dijalankan oleh Turki.(ts/sn) sumber

AS Cuba Tumbangkan Erdogan

15 Julai 2016, ketika tentera-tentera Pengkhianat sudah mulai beraksi, Kedutaan Besar Amerika di Ankara langsung mengeluarkan pernyataan bahawa aksi people power malam ini adalah “Turkish Uprising” (Pemberontakan Rakyat Turki atau Intifadhah rakyat Turki).

Tapi sejurus selepas kudeta benar-benar gagal, Amerika langsung menarik kenyataannya. Bahkan Obama terus mengatakan: “Rakyat mesti mendukung pemerintahan yang sah”! ‪

Bahkan bukan cuma Obama yang berkicau, Ban Ki-Moon pun tak mahu kalah, dengan tanpa malu dia berkata: “PBB menolak usaha kudeta militer di Turki”.

Jangan tanyakan kenapa waktu Kudeta berdarah di Mesir, Ban Ki-Moon mendiamkan diri.
Jangan heran dengan kepicikan dan kelicikan Amerika. Saya YAKIN salah satu cita-cita Obama yang belum tercapai adalah menjatuhkan Erdogan.

Bahkan mantan pegawai Pentagon, Michael Robin, pada 24 Mac 2016 sudah membuat “permaidani merah” untuk laluan kudeta di Turki melalui tulisan di majalah ternama NEWSWEEK dengan judul “Will There Be a Coup Against Erdogan in Turkey?

Mantan pegawai Pentagon ini mengopinikan dunia mesti menerima kudeta untuk kebaikan Turki. (http://www.newsweek.com/will-there-be-coup-against-erdogan-turkey-439181)

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, dalam pernyataan beliau hari ini dengan tegas mengatakan: “Kami minta agar Amerika mahu menyerahkan Gulen kepada kami!”

Fethullah Gulen (75), diduga master mind kudeta di Turki, tinggal di AS.

Binali Yildirim menegaskan bahawa Turki menganggap negaranya berperang dengan negara yang melindungi Fethullah Gulen.

“Setiap negara yang melindungi Fethullah Gulen akan menjadi musuh bagi Turki,” kata Yildirin, Sabtu (16/7), dikutip Daily Express.

Kerana Amerika bukan negara yang menjunjung tinggi Demokrasi maka mustahil Amerika mahu menyerahkan Gulen kepada Turki.

sumber

Saturday, July 16, 2016