Sunday, January 6, 2008

The Herald Mencabar Muslim Malaysia?

Pemerintah Malaysia tetap bertahan dengan pendiriannya untuk melarang The Herald, akhbar mingguan milik gereja Katolik menggunakan perkataan "Allah" untuk Tuhan Sembahan mereka, meskipun akhbar itu sudah melahirkan kemungkinan tindakan undang-undang. "Salah satu alasan untuk tetap mempertahankan larangan ini adalah, karena negara ini sudah sejak lama menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan dalam keyakinan umat Islam, " kata Abdullah Mohd Zin, menteri yang mengurusi kantor perdana menteri seperti di kutip surat kabar The Star.

lagi

2 comments:

Keith said...

Sebenarnya Umat Kristian di Sabah dan Sarawak telah menggunakan perkataan Allah dalam doa mereka sejak lama lagi. Perasaan mereka tidak pun di ambil kira dalam keputusan ini.

Hamzah A said...

Larangan itu hanya untuk penggunaan dalam akhbar..bukan bermaksud dalam doa.