Monday, May 26, 2008

Uskup England Desak Pemurtadan Muslim

Nazir Ali, seorang uskup senior Gereja England menuding para pimpinan gereja gagal melakukan lebih banyak lagi pemurtadan terhadap penganut agaam Islam di England. Dia mengatakan, para pemimpin agama Kristian sehpatutnyanya tidak perlu malu-malu melakukan pemurtadan terhadap orang Islam sebagai sebahagian daripada usaha untuk menerima kedatangan kalangan etnik minoriti.

Akhbar Daily Mail edisi Ahad (25/5) mengutip pernyataan Uskup Nazir Ali yang mengatakan, "Bangsa kita berakar pada agama Kristian dan agama ini menjadi asas untuk menerika kedatangan warga penganut agama lain."

Nazir Ali yang bertugas di Keuskupan Rochester Tenggara England mengatakan, pernyataannya ini boleh jadi berlebihan tapi ia mendesak para pimpinan gereja untuk mengubah jalan pemikirannya dan berbuat lebih banyak lagi usaha memurtadkan umat Islam di England.

Uskup kelahiran Pakistan dan menjadi satu-satunya orang Asia yang menjadi uskup di England. Ayahnya Nazir Ali dulunya adalah seorang Muslim yang bertukar agama menjadi seorang Kristian. Nazir Ali adalah tokoh Kristian yang tidak begitu disukai dalam kalangan Muslim di England kerana sering melontarkan pernyataan yang menyerang Islam. Pada bulan Januari, dia menuding warga Muslim di England telah membuat sebahagian wilayah di negeri itu sebagai wilayah "terlarang" bagi umat penganut agama lain. Namun pemerintah England menolak pernyataan Ali.

Ia juga mendakwa masjid-masjid mendidik kelompok-kelompok "Islam radikal" dan meminta pemerintah England untuk menyekat kedatangan ulama Muslim dari negara lain. Bertolak belakang dengan desakan Nazir Ali, Menteri Dalam Negeri England Jacqui Smith dalam kunjungannya ke Pakistan dan Bangladesh belum lama ini malah mengumumkan akan mengundang para imam Muslim dari Asia untuk membantu mengatasi persoalan "ekstrimisme" di England.

Di England, seruan Nazir Ali agar para pemuka Kristian lebih gigih melakukan pemurtadan terhadap warga Muslim mendapat dukungan dari sejumlah anggota lembaga Musyawarah Gereja. Mereka mendesak agar isu pemurtadan ini menjadi salah satu agenda pertemuan mereka pada bulan Julai nanti.

Anggota Musyawarah Gereja Paul Eddy menjadi penyumbang gerakan pemurtadan tersebut dan menyerukan para uskup untuk lebih memperjelas strategi mereka untuk memurtadkan lebih banyak lagi orang-orang Islam, Hindu, Sikh dan pengikut agama lainnya yang ada di England. Menurutnya, melakukan pemurtadan terhadap agama lain merupakan perintah bagi seluruh penganut Kristian.

sumber

No comments: