Wednesday, December 31, 2008

Video Pesawat Zionis Memusnahkan Roket Pejuang

Puncanya Dunia Arab Cemburukan HAMAS

Bukan pertama kali bangsa Palestin dikhianati para pemimpin Arab. Peristiwa pengkhianatan itu telah berulangkali. Peristiwa ‘holacoust’ di Gaza sekarang ini, hanya pengulangan sejarah, yang menunjukkan terjadinya pengkhianatan itu. Para pemimpin Arab dan Israel telah memiliki visi yang sama terhadap perkembangan di Palestin, khususnya di Gaza. Mereka sama-sama merasa terancam dengan lahirnya Hamas, yang menjadi kekuatan politik dan militer.

Mengapa Hamas menjadi ancaman bagi para penguasa Arab, Israel dan Barat? Padahal, Hamas sebuah kekuatan yang sangat terbatas, dan baru tumbuh menjadi sebuah kekuatan politik dan ketenteraan. Dibandingkan negara-negara Arab, seperti Mesir, Saudi, atau Yordan, dan bahkan negara Teluk lainnya, seperti Qatar, Uni Emirat, sebenarnya Hamas belum bererti apa-apa. Faktanya, para pemimpin Arab, Israel, dan Barat, menyetujui langkah-langkah ganas militer yang dilakukan Israel. Sebenarnya, apa yang melatarbelakangi, semua peristiwa yang terjadi di Gaza saat ini?

Pertama, Hamas, yang awalnya sebuah gerakan sosial keagamaan, yang mengadopsi ideologi Ikhwan, dan didirikan oleh Sheikh Ahmad Yasin, kebelakangan menjadi sebuah fenomena yang sangat menarik. Gerakan ini cepat berkembang dengan pesat di Gaza dan Tebing Barat. Baik secara politik dan militer. Kemampuannya diluar prediksi siapapun, termasuk para pakar perisikan Israel. Karena, Hamas bukan saja memenangi pilihan raya di tahun 2006, dan mengalahkan kekuatan al-Fatah, sebuah gerakan yang sudah lama, dan didirikan oleh Yaser Arafat. Tapi, kemenangan Hamas itu, sekaligus mengakhiri hegemoni kekuatan al-Fatah, dan menggusur pengaruh politiknya. Sehingga, di wilayah pendudukan Israel, pengaruh al-Fatah, tidak memiliki landasan politik yang kuat, dan bergeser ke tangan Hamas.

Kedua, Hamas, yang sudah mengendalikan pemerintahan di Gaza, yang dipimpin seorang tokoh muda, Ismael Haniya, berhasil melakukan konsolidasi politik dan militer. Pemerintahannya berlangsung cepat, khususnya dalam melakukan pembaharuan, dan berjalan dengan efektif, serta menghentikan warisan masalalu, di mana praktik-praktik korupsi dan tidak efesien berhasil diakhiri. Pemerintahan Hamas yang baru itu, berhasil menciptakan sistem keamanan yang efektif, dan mengelemenir berbagai bentuk kekacauan, terutama konflik-konflik antar faksi, yang menganggu stabilitas di Gaza. Dan, berhasil membangun kepolisian, dan pasukan regular, juga para militer yang cukup terlatih.

Sekalipun, Hamas dalam pemerintahan di tahun yang kedua, sudah menghadapi tekanan yang hebat oleh Israel, Barat, dan Uni Eropa serta negara-engara Arab, yang berusaha mengeliminir, tapi gagal. Puncaknya, konflik terbuka antara kekuatan al-Fatah dan Hamas, dan berakhir dengan kemenangan Hamas, dan berhasil mengambil alih seluruh wilayah dari kekuasaan al-Fatah yang ada di Gaza. Dan, al-Fatah meninggalkan Gaza, dan pindah ke Ramallah, Tebing Barat, di situlah Mahmud Abbas, bertahan, sambil terus membangun kekuatan politiknya. Dan, kemenangan Hamas atas al-Fatah, dan berhasil mengambil seluruh wilayah Gaza ini, bagaikan ‘nightmare’ (mimpi buruk) bagi Israel, Barat, dan negara-negara Arab. Karena, kemenangan Hamas terhadap al-Fatah itu, juga mencerminkan kemampuannya menangkal kekuatan Israel, Barat, dan negara-negara Arab, yang menginginkan kembalinya kekuatan lama.

Ketiga, perkembangan baru di Gaza, dan semakin kuatnya pengaruh kekuatan politik dan militer Hamas, kemudian Israel, negara-negara Arab, dan Barat, menyusun kerangka strategi bersama untuk menghancurkan Hamas. Mengapa Israel, negara-negara Arab, dan Barat, secara khusus dalam menghadapi Hamas mereka dapat bersatu? Kerana mereka menilai Hamas sudah menjadi sebuah ‘ancaman’ serantau. Terutama, peranan Israel yang berhasil memanipulasi dan menyakinkan para pemimpin Arab, melalui badan-badan perisikan mereka, di mana Hamas, yang sudah dipersepsikan sebagai ancaman kekuatan ‘radikal’ Islam, ditambah adanya provokasi terhadap para pemimpin Arab oleh Israel, bahwa Hamas sudah menjadi ‘satelit’ Iran.

Persepsi dikalangan para pemimpin Arab, terbentuk dengan berbagai informasi, adanya kunjungan pemimpin Hamas, seperti Khaled Mish’al ke Teheran, dan komitment bantuan yang mereka berikan kepada Hamas. Inilah faktor yang menyebabkan para pemimpin Arab dalam satu barisan dengan Israel, menghancurkan Hamas. Para pemimpin Arab,yang umumnya, tidak popular di negaranya masing-masing, tidak ingin Hamas ini menjadi sebuah model. Dan, tidak ingin pengaruh Hamas, yang notebene merupakan refleksi Gerakan Ikhwan ini, menyebar ke selulruh kawasan.Maka, sebelum menjadi sebuah kekuatan politik dan milier yang tangguh, maka harus dihancurkan secara menyeluruh.

Bagi Israel, sudah pasti tidak menginginkan eksistensi Hamas, dan harus dimusnahkan. Israel bukan saja menderita paranoid, tapi memiliki mental ‘ghetto’, dan sekarang membangun tembok, sepanjang garis perbatasannya, tapi masih tetap merasa tidak aman. Apalagi, Hamas tetap konservatif, tidak mahu mengakui keberadaan Israel.

Dan, Israel menganggap Hamas menjadi ancaman masa depan yang sangat serius, dan sejak dini memang harus dihancurkkan. Maka, pertemuan para pemimpin Arab dengan Menteri Luar Condoleeza Rice, waktu ia melakukan lawatan ke Timur Tengah sebelumnya, dan bertemu dengan sejumlah pemimpin Arab di Cairo, dan Riyad, serta kunjungannya ke Jerusalem dan Ramallah, tak lain adalah mengambil langkah untuk menyudahi Hamas.

Langkah terakhir, sebelum hari ‘H’ penyerbuan, nampaknya sudah disampaikan kepada Presiden Mesir, Hosni Mubarak di Cairo, ketika Menlu Israel, Tzipi Livni berkunjung ke negara Piramid itu. Tentu, Barat (Amerika dan Uni Eropa), tak mah tumbuhnya kekuatan radikal sekecil apapun, kerana dapat menganggu kestabilan di kawasan itu, bagi kepentingan Barat di Timur Tengah, terutama minyak.

Kita tinggal menghitung hari, umat Islam akan melihat sebuah pragment, di mana umat Islam disuguhkan sebuah tontonan di akhir Desember ini, sebuah pembantaian massal oleh Israel terhadap kaum muslimin Gaza. Peristiwa ini mengingatkan pembantaian yang terjadi di Sabra dan Shatila, yang mengakibatkan ribuan orang Palestin di kedua kamp itu, dibantai Israel, dan tidak ada pembelaan sedikitpun dari para pemimpin Arab.

Dan, pembantaian ini adalah buah persongkolan antara para pemimpin Israel, Arab, dan Barat, yang memang tidak menginginkan Hamas tetap ada. Kita doakan kaum muslimin di Palestina, mereka akan berhasil menghadapi makar musuhnya. Dan, semoga Allah Azza Wa Jalla, menghancurkan orang-orang zalim, termasuk Israel laknatullah. (M)

sumber

Artis Hollywood Boikot Perniagaan Yahudi Zionis.

Beberapa orang bintang Hollywood meminta gambar-gambar mereka dihapuskan dari laman sebuah perusahaan perhiasan berlian milik Lev Leviev, seorang jutawan Yahudi Amerika. Para aktres Hollywood itu tidak mahu nama mereka dikaitkan dengan perusahaan yang turut memberikan sokongannya kepada pembangunan pemukiman Yahudi di Israel dan berperanan dalam pelanggaran hak asasi manusia di Afrika.

Para aktres itu antara lainnya ialah Salma Hayek, Sharon Stone, Whitney Houston, Halle Berry, Drew Barrymore, Brooke Shields, Andie Macdowell, dan Lucy Liu, meminta Lev tidak lagi meletakkan gambar-gambar mereka di laman itu mahupun seluruh toko berlian milik Lev, setelah dihubungi oleh organisasi kemanusiaan Palestin (Adalah), dan organisasi Yahudi anti-penjajahan Israel di Palestin yang berpusat di New York.

Kedua-dua organisasi itu mengirimkan surat, melakukan negosiasi dan memberikan informasi kepada perwakilan para aktris Hollywood tersebut, bahawa Leviev terlibat dalam pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia di Palestin dan Afrika Selatan. Kedua organisasi pro-Palestin itu juga meminta para aktris tersebut untuk menolak menjadi model perusahaan-perusahaan yang mendukung projek-projek Zionis.

Bukan sekali ini saja, para "model" perusahaan berlian Leviev meminta perusahaan itu menghapuskan gambar-gambar mereka yang sedang mengenakan perhiasan-perhiasaan produk Leviev. Pada bulan Oktober, duta untuk lembaga bantuan kemanusiaan Oxfam International Kristin Davis juga meminta fotonya diturunkan dari laman perusahaan Leviev.

Pada bulan Jun, UNICEF menyatakan menolak untuk menerima derma apapun dari Leviev karena keterlibatan Leviev dalam pembangunan pemukiman Yahudi di Tebing Barat, Palestin. UNICEF menegaskan bahawa mereka tidak menerima donasi dari organisasi, individu atau kelompok yang terlibat dalam suatu konflik.

Ethan Heitner dari organisasi Adalah menyatakan penghargaannya atas sikap para aktres Hollywood itu. "Kami berterimakasih kepada para bintang ini yang telah bergabung bersama UNICEF, Oxfam dan mereka yang telah menjauhkan dirinya dari perusahaan-perusahaan Leviev yang telah melanggar undang-undang di Palestin dan ikut berkontribusi dalam pelanggaran hak asasi manusia di Angola dan Namibia," kata Heitner.

Heitner mengatakan, Leviev telah memanfaatkan gambar-gambar para publik figur untuk "membersihkan" praktik-praktik bisnesnya yang melanggar etika. (ln/aby)

sumber

Gambar2 Demonstrasi di Jordan, Mesir & Beirut

Gelombang besar demonstrasi menentang Israel dan pro- Hamas terus muncul di semua penjuru Tanah Arab. Meskipun mendapatkan tentangan dari pemerintahannya,rakyat di negeri-negeri Arab tetap turun ke jalan mengutuk Israel.

Di Amman, ibukota Jordan, lebih dari 20.000 orang berdemonstrasi dengan dikepalai oleh Ikhwanul Muslimin. Di Beirut, Lebanon, 10.000 meneriakkan “Mampuslah Israel, Mampuslah AS”. Sementara di Kaherah, Mesir, 1000 orang berjajar dalam aksi menunjukan solidaritas pada Palestin.

Di Beirut, Hassan Nasrallah sendiri turun memimpin demonstrasi. “DI Gaza, hari ini kita tengah berperang atas nama Palestin, bukan atas nama Hamas.” serunya.

Di Amman, para peserta demonstrasi melambai-lambaikan bendera Ikhwan yang memang mempunyai kedekatan ideologi dengan Hamas. “Hamas, kami adalah tenteramu. Ajar Israel dengan roket al-Qassam-mu!” begitu teriak mereka.

Di Kaherah, protes dilakukan di Pejabat Serikat Jurnalis. Mereka yang turut serta adalah kelompok Islam, golongan kiri, dan bahkan nasionalis. Aksi demo mereka khusus ditujukan kepada pemerintahan Mesir. Mereka menuntut pemerintah Mesir untuk membuka perbatasan Rafah untuk aksi kemanusiaan dan berhenti berkerja sama dengan Israel.

Semua aksi ini dijaga ketat oleh polis tempatan.

(sa/reu)

sumber

Jangan Salurkan Derma Anda kepada FATAH


"
5 Syahid

Serangan biadap secara berterusan puak rejim Zionis Israel terhadap wilayah Gaza pada kali ini dilihat sebagai satu serangan yang benar-benar mahu menghancurkan sama sekali wilayah ini. Seorang saksi yang berada di Gaza menyatakan bentuk serangan kali ini adalah berlainan sekali daripada serangan yang terdahulu terhadap Gaza dan Tebing Barat.

Kempen serangan seperti ini tidak pernah dilihat sejak tahun 1967. Fakta pertama yang membuktikan bahawa pola serangan kali ini memang berbeza apabila tahap serangan udara yang dilakukan oleh rejim Zionis ini sangat hebat. Sehingga tarikh 29 Dis 2008, kira-kira 500 tan bom telah dijatuhkan oleh pesawat F-16 Israel. Berat setiap bom adalah kira-kira 1 tan. Keduanya, serangan bom ini dihalakan kepada seluruh bangunan kerajaan semasa waktu berkerja. Sasaran mereka juga termasuk mesjid dan rumah kediaman. Sehingga ke tarikh 29 Dis, pesawat F-16 Israel telah mengebom 5 buah mesjid. Sebuah mesjid terkemuka di Jabalia serta sebuah rumah yang berdekatan telah musnah sama sekali dan menyebabkan 5 orang gadis yang berada di dalamnya turut terkorban (syahid). Seorang daripadanya berusia 4 tahun.

Sebenarnya puak rejim Zionis Israel Laknatullah ini memang sengaja menyerang mesjid, penduduk Palestin, bangunan institusi kerajaan dan sebagainya. Pihak Israel mendakwa bahawa kem-kem kumpulan penentang mereka khususnya para pejuang Hamas berada di kawasan mejid dan kawasan berhampiran. Namun segala fakta ini tidak benar. Sudah terlalu banyak serangan dibuat terhadap mesjid dan rumah kediaman. Serangan ini dibuat bertujuan untuk melemahkan semangat juang rakyat Palestin untuk terus hidup dan dengan harapan mereka akan bangkit semula dan menentang pula para pejuang Hamas. Namun apa yang diharapkan oleh rejim Zionis ini tidak kesampaian malah semakin ramai rakyat Palestin yang bangkit dan membuat serangan balas terhadap mereka. Ada juga di kalangan individu yang menyebut bahawa serangan pada kali ini bukan setakat mahu menghancurkan Hamas malah untuk menjatuhkan Presiden Mahmud Abas dari tampok kekuasaannya.

Mengapa serangan terhadap Gaza pada kali ini dilihat begitu dahsyat sekali ? Sebenarnya rejim Zionis Israel mahu membangunkan empayar mereka di Timur Tengah yang berpusat di wilayah Gaza ini. Wilayah Gaza ini juga merupakan Benteng Pertahanan Terakhir bagi Hamas. Maka, sebab itulah puak rejim Zionis ini melancarkan serangan yang hebat terhadap wilayah ini dengan tujuan untuk menawan dan mempermudahkan perlaksanaan rancangan mereka bagi membangunkan empayar tersebut serta menempatkan semula tentera mereka di situ.

Dilaporkan bahawa para pejuang Hamas telah bersiap sedia bagi mempertahankan wilayah Gaza ini daripada sebarang bentuk serangan darat tentera rejim zionis ini. Sejak dari awal lagi para pejuang Hamas dari Briged Ezzedeen Al-Qassam telah mempersiapkan diri mereka dengan semangat jihad yang tinggi bagi mempertahankan Gaza. Kita yakin saudara kita para pejuang Hamas akan berjaya mempertahankan Gaza walaupun dengan kelengkapan senjata yang sederhana. Yakinlah, pertolongan Allah s.w.t. pasti tiba.

Visi dan misi Zionis Israel ini bukan setakat mahu menghancurkan Hamas malah seluruh rakyat Palestin yang menentang mereka. Israel mungkin berjaya menghancurkan Gaza tetapi sama-sekali gagal untuk melemah dan membunuh semangat untuk hidup di kalangan seluruh rakyat Palestin.

Kita umat Islam di seluruh dunia sememangnya yakin bahawa rakyat Palestin tidak takut mati dan cintakan syahid. Mereka akan berjuang habis-habisan menentang Zionis Israel Laknatullah ini. Para pejuang Hamas serta rakyat Palestin yakin dengan janji Allah dan RasulNya. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda dengan maksud ;

"Datangnya orang Yahudi ke bumi Palestin bukannya untuk merampas Palestin tetapi untuk dibunuh."

Kita sebagai umat Islam sememangnya benci dengan tindakan biadap puak rejim Zionis ini. Malah kita sendiri kalau boleh mahu bersama dengan rakyat Palestin mengangkat senjata untuk membunuh puak-puak Yahudi Zionis Laknatullah ini. Apa yang boleh kita lakukan sekarang ialah membantu dari segi kewangan dan terus-menerus berdoa' semuga Allah menurunkan bala tenteraNya bagi membantu pejuang Hamas dan rakyat Palestin.

Kepada rakyat Malaysia yang mahu hulurkan derma kepada rakyat Palestin, secara jujur saya nasihatkan jangan salurkan derma anda melalui tabung yang ditubuhkan oleh kerajaan UMNO / BN sebab mereka akan serahkan sumbangan anda kepada Presiden Mahmud Abas, pemimpin sekular Palestin dari kumpulan Fatah. Puak sekular Palestin inilah yang jadi talibarut puak rejim Zionis.

Untuk makluman, PAS Pusat ada menubuhkan Tabung Palestin. Jika anda mahu menghulurkan sumbangan ikhlas ini, bolehlah berbuat demikian melalui tabung khas ini di akaun Maybank : 564070703248 atas nama Parti Islam SeMalaysia.

Sehingga saat artikel ini ditulis, jumlah kematian rakyat Palestin telah mencapai angka 363 orang. Semuga Allah mengurniakan syahid pada mereka yang terkorban.

Sekian, Jazakallah.

http://monazmuslim.blogspot.com

PAS Kepalai 500 Peserta Demonstrasi Anti-Zionis

KUALA LUMPUR, 30 Dis (Hrkh) - Kira-kira 500 aktivis dari pelbagai NGO dan parti politik menyertai himpunan aman membantah kekejaman rejim Israel ke atas Palestin di hadapan Kedutaan Amerika Syarikat tengah hari tadi.

Iklan

ImageHimpunan yang dikepalai Naib Presiden PAS, Mohammad Sabu itu bermula pada jam 11.30 pagi dengan peserta berhimpun di hadapan Bangunan Tabung Haji.

Turut hadir ialah, Ketua Pemuda PAS, Salahuddin Ayub; Bendahari PAS, Dr Hatta Ramli; AJK PAS Pusat, Dr Syed Azman Syed Ahmad Nawawi; ahli parlimen Titiwangsa, Dr Lo Lo Mohd Ghazali; wakil Jemaah Islah Malaysia (JIM); wakil mahasiswa Islam dan beberapa NGO tempatan.

Himpunan hari ini juga turut disertai beberapa aktivis Palestin yang berada di Malaysia.

ImageMereka membawa bendera Hamas, sepanduk yang mengecam Israel, sambil berselawat dan bertakbir.

Tepat jam 12.00, wakil himpunan, Mohamad Sabu telah menyerahkan memorandum kepada wakil kedutaan Amerika yang hanya menerima memorandum tersebut di luar bangunan kedutaan.

Kira-kira 100 anggota Polis dan keselamatan memantau perjalanan himpunan, namun tiada tangkapan berlaku.

Memorandum yang diserah kepada wakil kedutaan antara lain menuntut Amerika segera campur tangan dalam memaksa Israel menghentikan segera serangan ke atas penduduk Palestin.

Jurucakap himpunan, Dr syed Azman yang membacakan memorandum menyatakan NGO dan parti-parti politik di negara ini mahu Amerika mengarahkan sekutunya (Israel) menghormati ketetapan yang telah dibuat Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) sebelum ini mengenai kebebasan wilayah Gaza bagi rakyat Palestin.

ImageTindakan biadap Israel itu dikecam keras dan seluruh masyarakat dunia kini turut membantah keras kekejaman Israel itu.

Serangan pada sabtu lalu sesungguhnya menunjukkan Israel melanggar ketetapan yang telah dibuat PBB, malah Israel dengan sengaja membunuh lebih 200 penduduk awam di Palestin, katanya.

Serangan tidak beradap ini ditentang keras oleh seluruh dunia, namun Amerika selaku negara pembela Israel masih terus menyokong kekejaman yang dilakukan sekutunya itu, katanya.

ImageJusteru rakyat Malaysia meminta agar Amerika dan beberapa pertubuhan dunia segera mendesak Israel menghentikan kekejaman ke atas penduduk terutamanya di Gaza.

Sementara itu, Naib Presiden PAS yang bercakap selepas penyerahan memorandum menyifatkan Israel kini menjadikan Gaza seperti sebuah penjara yang memuatkan 1.6 juta penduduk Palestin.

Gaza di kepung sejak serangan bermula Sabtu lalu tanpa sebarang bantuan boleh dibenarkan masuk ke sana, katanya.

Namun pertubuhan-pertubuhan neghara bangsa dan umat Islam di dunia ini tidak pun bertindak bagi menekan Israel menghentikan tindakan biadap itu, katanya._

sumber

Zionis Sedang Melakukan Holocaust

"Israel sedang melakukan holocaust di mana seluruh dunia sedang menyaksikannya tetapi tidak menghentikan tindakan itu," kata jurucakap Hamas, Fauzi Barhum yang dipetik AFP di Kota Gaza kelmarin.

Holocaust merujuk pada pembunuhan oleh tentera Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler terhadap warga Yahudi dalam Perang Dunia Kedua. Pembunuhan itu meragut nyawa enam juta orang berketurunan Yahudi.

Sumber-sumber dari pasukan perubatan Palestin menyebut, operasi tentera rejim Zionis itu sudah mengorbankan kira-kira 320 orang dan mencederakan 1,400 lainnya.

Dunia memang mengecam dan meminta Israel segera menghentikan operasi ketenteraan di wilayah Gaza yang berpenduduk sekitar 1.5 juta orang itu.

Kini, persoalan pokok ialah bagaimana untuk mencipta kembali gencatan senjata di antara Hamas dan Israel. Mesir selama ini telah menaja gagasan itu dan berhasil selama enam bulan terakhir. Pintu rundingan damai mungkin tertutup untuk tempoh tertentu akibat perkembangan di Asia Barat ini.

Setiausaha Agung PBB Ban Ki-moon juga mengeluarkan kutukan. Namun, Majlis Keselamatan hanya mengeluarkan pernyataan tidak tegas yang menuntut Israel segera menghentikan operasi militer dan semua pihak mengakhiri kegiatan ketenteraan. Seperti biasa, Israel tidak peduli terhadap suara dunia. Menteri Pertahanan Ehud Barak mengumumkan perang habis-habisan terhadap Hamas. Ia menetapkan perbatasan dengan Gaza sebagai zon tentera tertutup.

"Kami tidak menyerang orang awam Gaza, tapi kami sedang berperang habis-habisan melawan Hamas dan anggotanya," kata Barak.

Cabaran Barak nampaknya disambut oleh Hamas. Selepas tiga hari Gaza, dibedil dengan bom oleh pasukan kereta kebal dan jet-jet tempur Israel, sebanyak 5,000 anggota pasukan elit Hamas dikumpulkan dari tempat-tempat persembunyian untuk melawan dan membalas balik serangan Israel.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniye memerintahkan serangan balik ke atas wilayah yang diduduki Israel. "Jika perlu dengan serangan bunuh diri terhadap pasukan dan semua kepentingan Israel serta sekutunya di seluruh dunia," tegas Ismail.

Beberapa pejuang daripada pasukan elit Hamas sudah melakukan pembalasan dengan menyerang beberapa bandar di Israel. Pejuang-pejuang Palestin itu telah melepaskan 20 roket ke wilayah Israel sepanjang Isnin lalu. Dua di antaranya meledak kawasan Ashdod, sebuah kota pelabuhan yang hanya 25 km dari Tel Aviv.

Jangkauan terbaru roket Hamas itu boleh membuatkan Israel kecut perut kerana kemampuannya dua kali ganda daripada sasaran roket Hamas pada Ahad lalu yang jatuh di Ashkelon dan membunuh seorang rakyat Israel. Roket jenis Katyushas yang dilancar pejuang Palestin itu mengorbankan seorang tentera Israel di Ashdod. Dengan demikian, sudah dua warga Israel terbunuh sejak mereka mengadakan serangan udara di seluruh Gaza sejak 27 Disember lalu.

Untuk rekod, sepanjang 2008 sudah enam rakyat Israel terbunuh akibat serangan roket-roket Hamas. Bagaimanapun jumlah ini sangat tidak ketara jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Gaza yang terkorban akibat serangan bom Israel yang jumlahnya sudah melebihi 320 nyawa.

Masih kuatnya penentangan Hamas itu membuatkan Israel semakin geram. Pada serangan gelombang ketiga Isnin lalu, giliran kampus terbesar, Universiti Islam Gaza menjadi sasaran. Hanya kerana banyak pemimpin Hamas merupakan bekas penuntut universiti itu, jet-jet tempur Israel mengebom habis-habisan gedung lima tingkat Universiti Islam itu. Makmal kampus yang didakwa Israel sebagai sumber dukungan bagi kelompok militan Hamas itu hancur lebur.

Selain itu, beberapa pusat kekuatan Hamas lainnya menjadi sasaran serangan udara yang berlangsung sebelum matahari terbit. Rumah Perdana Menteri Ismail Haniye, Pejabat Menteri Dalam Negeri dan terowong-terowong yang digunakan oleh rakyat Palestin untuk membawa barang keperluan dari Mesir juga dimusnahkan oleh bom-bom pesawat F-16 Israel.

Kerakusan serangan dari udara juga diikuti pergerakan barisan kenderaan berat tentera Israel di sempadan Gaza. Jumlah pasukan di wilayah perbatasan itu ditambah dua kali ganda. Para ahli ketenteraan meramalkan Israel menunggu jumlah anggota pasukan mencapai 10,000 orang sebelum penaklukan darat dilancarkan.

Apa yang dibimbangkan, serangan darat itu akan memakan korban lebih banyak dan semakin sulit untuk dihentikan.

sumber

Israel Enggan Berdamai

GENTING GAZA 30 Dis. - Israel hari ini menolak sebarang perjanjian damai dengan Hamas dan menegaskan ia bersedia untuk "bertindak selama berminggu- minggu", yang masuk hari keempat berturut-turut serangan udara paling dahsyat Israel ke atas Genting Gaza, sejak sedekad.

Ketika kereta perisai, kereta kebal dan anggota tentera darat negara Yahudi itu ditempatkan di sempadan dan dilihat bersedia melakukan pencerobohan, bedilan jet pejuang Israel terus melakukan pembunuhan yang setakat hari ini meragut 10 lagi nyawa penduduk Palestin, termasuk pasangan adik-beradik perempuan berusia 10 dan 12 tahun dan 40 lagi cedera.

Pegawai perubatan meletakkan angka kematian sejak serangan Israel bermula Sabtu lalu pada 374 orang dan 1,690 yang lain cedera.

Sementara itu, pejuang-pejuang Hamas di Gaza meningkatkan serangan roket, walaupun ia hanya berjaya membunuh lima orang Yahudi di Israel sejak serangan Israel pada Sabtu lalu.

Serangan terbaru Israel dilancarkan awal hari ini, selepas serangan roket oleh pejuang Palestin membunuh seorang anggota tentera Israel dekat sempadan Gaza dan mengorbankan seorang lagi penduduk Israel di bandar Ashdod.

sumber

Tuesday, December 30, 2008

WAHAI KAMU YANG MENGAKU MUSLIM!

Mesej dari Satu Umat:

Kini melakukan sebarang usaha/ kerja/ gerak untuk Palestin adalah FARDHU AIN ke atas semua individu Muslim. Apa jua usaha yang mampu kita lakukan walau sebesar kuman pun mesti dilakukan sekarang juga.

Yang mampu beri penerangan memberi penerangan.
Yang mampu menderma terus menderma.
Yang mampu ke Palestin terus ke Palestin.
Yang mampu menggugat ekonomi Israel dan sekutunya mesti menggugat.
Yang mampu berhujah terus memberikan hujah.

Satu yang pasti, KITA SEMUA paling kurang pun MAMPU BERDOA. Banyakkan doa sekarang juga.

"Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah, Engkau patah-balikkanlah segala rancangan jahat mereka dan sekutu mereka kepada diri mereka sendiri dengan segera.
Datangkanlah tentera-tenteraMu ya Allah, yang pernah memusnahkan tentera bergajah Abrahah, yang pernah membakar dan mengambus kaum Lut, yang pernah menenggelamkan Firaun di Laut Merah, yang pernah mematahkan semangat musyrikin Quraisy dalam Perang Khandak, yang pernah melenyapkan kaum Nuh.
Datangkanlah segera ya Allah ke atas kaum Zionis dan sekutu-sekutu mereka.
Amin ya Allah."

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Wawancara dengan Mujahiddin Indonesia ke Palestin

Front Pembela Muslim FPI akan mengirim para "mujahidinnya" untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban serangan Israel di Palestin. FPI akan mengirim sukarelawannya tersebut tanpa berkoordinasi dan tanpa menanti pendirian rasmi pemerintah. Bagimana persiapan mereka dan bagaimana cara pemergian para mujahidin itu? Ikuti wawancara Radio Nederland dengan Habib Mukhsin Ahmad Alatas, sekretari eksekutif FPI:

Habib Mukhsin Ahmad Alatas [HMAL]:

Setelah melihat situasi perkembangan di Gaza, FPI_habibrizieg.jpgbagaimana sikap Israel dan kebrutalan Israel di dalam menyerbu kaum Muslimin di Palestin maka segenap umat Islam di Indonesia dan di dunia secara umum sangat prihatin dan mengutuk keras terhadap hal itu.

Maka kami aktivis Islam di Indonesia, mempersiapkan, mengkoordinasikan untuk segera mengirim Mujahidin agar melakukan tentangan terhadap Israel. Jadi sekarang kita dalam taraf koordinasi supaya kita segera mengirimkan Mujahid-mujahid itu. Sebahagiannya sudah terlatih maka kita akan mengirimkan secara bertahap, adapun tekniknya itu kita yang tahu.

Radio Nederland Wereldomroep[RNW]:

Cadangnya bila mereka akan bertolak?

Rekrutmen mujahidin
HMAL: Dalam waktu dekat, begitu sudah ada yang siap, ada lima kita kirim lima, ada sepuluh kita kirim sepuluh begitu. Adapun tekhnis itu kita yang tahu, kita tidak akan buka pada siapapun. Yang jelas sekarang kita sedang koordinasi sedang mengadakan rekrutmen, Mujahid-mujahid kita kirim ke Palestin dalam rangka untuk melawan keganasan Israel.

RNW: Kalau begitu bagaimana sambutan rakyat Palestin sendiri pak?

HMAL: Saudara-saudara kita di Palestin, kaum Muslimin di Palestin sangat menunggu kedatangan kita. Walau apapun mereka adalah umat Islam, apabila umat Islam di salah satu dilukai maka kita berasa dilukai keseluruhannya. Maka kita bentuk solidaritas, kita akan mengirim Mujahid kesana.

RNW: Anda mengirim dengan memberi satu tiket sehala, benar pak?

HMAL: Ya, itu kan tekhnis, masalah tekhnis. Bisa saja satu kali berangkat ke sana, adapun tekhnis secara detail kita saja yang tahu tapi kita tidak akan membuka bagaimana. Perlunya kan bukan hanya saja askar untuk menyerbu atau mempertahankan Palestin atau Masjid Al Aqsa dari Israel, tapi kita juga, mungkin ada juga kita kirim pasukan perubatan dan segala macam. Ertinya seribu itu bukan semuanya di medan perang, mereka juga harus ada pasukan perubatan dan lain-lain.

RNW: Pak Habib, ini tanggapan pemerintah Indonesia sendiri bagaimana pak, kan masalahnya ini adalah masalah juga menyangkut hubungan diplomatik antara kedua negara?

HMAL: Pemerintah kita masih abstain, masih belum ada suara. Dan belum mengadakan kutukan keras terhadap Israel dan kelihatannya pemerintah SBY ini memang pemerintah yang mandul, dia tidak berani selalu ragu dalam bersikap gitu. Selalu politiknya wait en see, menunggu dan melihat gitu.

Sehingga dalam berbagai hal selalu ketinggalan. Kita tidak memperdulikan bagaimana sikap pemerintah. Kalau kita menunggu pemerintah, kita nggak akan jalan-jalan. Sedang ini kaum Muslimin di Palestin sudah dibantai tiap hari, kita tidak boleh menunggu lama-lama.

RNW: Tanpa persetujuan pemerintah pun akan diteruskan ya pak?

Sukarelawan menuju Israel
HMAL: Akan berlaku dengan sistem apa pun dengan cara apa pun yang kita mampu. Kita sampaikan kepada mereka bahawa sudah saatnya kita harus melawan kebrutalan dan kebengisan dan kezaliman daripada Israel terhadap umat Islam, khususnya kepada saudara kita di Palestin.

Dan kita juga di dalam mengadakan tentangan, pertahanan kita juga harus mengutamakan keadilan. Ertinya kita akan mengadakan satu perlawanan dan membantu saudara-saudara kita di Palestin, tetap kita mengacu kepada norma-norma dan hukum yang ada dalam Al Quran dan Sunnah Rasul itu.

RNW: Khabarnya juga dulu ke Afganistan dan Irak juga pernah dikirim ya pak?

HMAL: Kita siapa saja sukarelawan yang ingin berangkat dan memenuhi syarat yang kita berikan, ya dan mereka akan berangkat dengan cara bagaimana, tekhnisnya kita atur bersama-sama.

RNW: Perekrutannya ini bagaimana sih pak?

HMAL: Kita ini kan ada koalisi seluruh ormas Islam. Seluruh ormas Islam yang ada di Indonesia ini kita kan bersaudara, berkoalisi, kita juga ada kerjasama. Maka dengan ormas-ormas Islam yang aktif dan care terhadap permasalahan Palestin, Israel ini kita akan selalu berkoordinasi dan bergabung. Adapun membicarakan masalah tekhnis-tekhnis bagaimana, rekrutmennya ini adalah kita yang menentukan begitu.

sumber

Hizbullah: Mesir yang Bunuh Rakyat Palestin

Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, mengeluarkan pernyataan yang mengeji Mesir. Beliau berpendapat, "Kedudukan Mesir adalah kunci dari penyerangan Israel ke Jalur Gaza. Dengan membuka perbatasan Rafah, Mesir sudah turut membantu membunuh orang Palestin dan menjadi pencetus kekejian Israel." Demikian pernyataan Nasrallah, tadi malam.

Kenyataan Nasrallah tadi terus membuatkan pemerintah Mesir berang. Menteri Luar Negeri Mesir, Ahmed Aboul Gheit, mengatakan bahawa Hizbullah sedang mencari-cari masalah dengan Mesir.

Aboul Gheit menegaskan rakyat dan tentera Mesir menentang pernyataan Nasrallah tadi. Namun kenyataannya, demonstrasi rakyat Mesir semakin hebat kerana pemerintah Mesir membiarkan Israel memakai Rafah sebagai laluan menuju Jalur Gaza.

Rakyat Mesir yang majoritinya Islam sangat kecewa dan malu yang bersangatan akan keputusan pemerintah yang memang mendokong Israel jahanam. (sa/reu)

sumber

Pengkhianatan Mesir Semakin Menjadi-jadi

Mesir semakin menampakkan wajah munafiknya kepada Palestin. Setelah mengizinkan Israel untuk mengunakan jalurnya sebagai laluan untuk menggempur Jalur Gaza, kini dalam masa yang sama, negara Gamal Abden Nasser ini menyekat pengiriman bantuan kemanusiaan ke perbatasan Gaza.

Yang terbaru, Mesir menghentikan bantuan kemanusian dari Qatar. Mesir menolak Bandar Sinai sebagai tempat berlabuhnya kapal-kapal yang dikirim oleh Qatar.

Stesen Televisyen Qatar, Al Jazeera, menyatakan bahawa Pesawat Qatari yang membawa bantuan kemanusiaan kembali ke Qatar dengan muatan yang penuh. Mereka tidak dapat mencapai Jalur Gaza karena mereka sama sekali tidak diizinkan oleh tentera Mesir membuka perbatasannya.

Dipercayai bantuan lain yang datang ke Palestin dan memakai jalur Mesir akan mengalami hal serupa. (sa/reu)


sumber

Arab Saudi Marah Rakyatnya Berdemo untuk Palestin

Walaupun dilarang keras oleh pemerintahnya, rakyat Arab Saudi ternyata tidak tahan juga untuk tidak turun ke jalan berdemonstrasi menyatakan bantahan terhadap Israel yang menzalimi Palestin. Lebih kurang 300 orang berdemonstarsi di bahagian timur Saudi.

Untuk meleraikan demonstrasi ini, polis Arab Saudi terpaksa menembakkan peluru getah hingga membuat lapan orang mengalami luka-luka ringan. Jurucakap Menteri Dalam Negeri Saudi, Mansour al-Turki menyangkal semua itu. "Seperti diketahui, protes di Saudi dilarang."

Salah seorang peserta berkata. "Kami mengecam Israel dan Amerika. Kami tidak menyerang pemerintah (Saudi) atau sistem politik negara kami ini." Untuk melindungi diri daripada serangan peluru kapur polis, para peserta melindungi diri dengan melemparkan batu dan kasut ke arah polisi. Polisi melarang wartawan untuk mengambil gambar. (sa/reu)

* dari dahulu Saudi memang bersikap lunak dengan Zionis

sumber

Terkini Hangat Tentang Palestin!!!

1. Sebuah kabilah yang terbesar di Yaman akan menghantar 10,000 mujahidin ke Palestin.

2. 380 warga Palestin terkorban dan 1750 lagi cedera.

3. Tentera laut Israel jahanam menyerang kapal bantuan kemanusiaan ke Gaza.

sumber: InfoPalestina

Gaddafi Kecam Pemimpin Arab Sebagai PENGECUT!

Melihatkan perlakuan para pemimpin negara-negara Arab, Muammar Gaddafi mengecam para pemimpin itu kerana hanya membiarkan begitu saja serangan Israel terhadap Jalur Gaza. Beliau menyebut para pemimpin negara Arab sebagai pengecut.

Gaddafi menyatakan bahawa para pemimpin negara Arab sudah gagal dalam mendokong perjuangan rakyat Palestin. “Mereka seharusnya malu. Sebahagian dari para pemimpin Arab hanya memberikan bantuan melalui misi kemanusiaan saja. Sebahagian lagi hanya berpidato saja. Mereka sedang memperjualbelikan rakyat Palestin.”

Gaddafi sendiri, beberapa jam setelah Israel menyerang Jalur Gaza, terus menyeru para pemimpin negara Arab untuk segera mengadakan PERTEMUAN TERGEMPAR. Gaddafi memberikan pendapat bahawa sebaiknya para pemimpin Arab JANGAN BANYAK CAKAP dulu sebelum melakukan usaha kkukuh untuk menghentikan Israel yang sudah kelewatan batas dan tak banyak kompromi itu.

sumber

Semua Hospital di Gaza Sudah Penuh

Sehingga 29 Disember, semua hospital di Jalur Gaza sudah tidak dapat lagi menampung penderita serangan udara yang dilancarkan oleh Israel.

Selain itu, bekalan perubatan pun semakin terbatas. Palang Merah Antarabangsa mengeluarkan kecaman keras kepada Israel bahawa negara itu mesti membezakan antara objek ketenteraan dengan penduduk awam. Palang Merah juga kesal dengan sikap Israel yang tidak punya etika dalam menjaga dan menghormati keperluan dan pegawai kesihatan.

Israel jahanam sedang menyekat semua kiriman bantuandarurat dalam bentuk apapun ke Gaza. Pieere Wettach, Direktur Palang Merah Antarabangsa untuk Israel dan Palestia mengatakan, “Semestinyalah Israel mengizinkan semuanya itu masuk ke Gaza.” Sejauh ini Palang Merah Antarabangsa hanya dapat menyediakan tenaga dan bantuan perubatan lainnya hanya untuk dua rumah sakit di Gaza.

Palang Merah Palestin sendiri sudah mengerahkan semua stafnya ke seluruh hospital di Gaza, sementara para buruh dan sukarelawan terus menguruskan korban kematian dan mereka yang masih cedera akibat runtuhan bangunan. (sa/reu)

sumber

Zionis Bersedia Sejak 6 Bulan Lepas

Pembantaian yang dilakukan oleh Israel terhadap penduduk Palestin di Jalur Gaza ternyata sudah dipersiapkan sejak 6 bulan yang lalu. Termasuk juga Israel sudah mengantisipasi maklum balas antarabangsa akan invasi biadabnya itu. Israel mencanangkan penyerangannya itu seumpama invasi AS ke Iraq. Demikian dituturkan oleh Hareetz—salah satu akhbar dan media online terbesar di Israel.

“Persiapan yang panjang, pengumpulan informasi yang saksama, penipuan awam dan operasional—semua ini sudah dirancang oleh Kementerian Pertahanan Israel pada operasi menumpaskan Hamas di Jalur Gaza.” Papar harian itu.

Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, sebenarnya sudah menawarkan rencananya itu 6 bulan lalu, walaupun ketika itu Israel sedang beregosiasi dengan Hamas dan faksi lain tentang rencana gencatan senjata. Ehud Barak langsung memimpin sebuah operasi perisik segala sesuatu akan data Hamas yang meliputi persediaan senjata kem latihan, dan pejabat teras Hamas dan faksi lainnya.

Pesawat tempur Israel mengebom sebuah truk minyak yang sedang melaju di luar Rafah dekat perbatasan Mesir pada Sabtu pagi (27/12). Beberapa orang mati di tempat kejadian, sementara yang lain-lain semua luka-luka parah. Malamnya, pesawat perang menggempur lewat serangan udara di sekitar kawasan Rumah Sakit Shifa dan Stasiuin TV Al Aqsha.

Semuanya itu persis yang sudah direncanakan 6 bulan tersebut. Malam itu, tak kurang dari 20 serangan udara yang menggila dilakukan oleh Israel celaka. Adapun Jalur Gaza yang dipilih sebagai sasaran teror kerana wilayah ini yang paling padat penduduknya. Laporan terbaru yang dikeluarkan Palang Merah Antarabangsa dan Reuters, 290 orang telah syahid akibat serangan ini.

Major Jenderal Yoav Galant, Panglima operasi ini mengatakan bahawa operasi ini bertujuan untuk mengembalikan Gaza ke masa lalu dengan korban sebanyak-banyaknya, tanpa mengira wanita, anak-anak ataupun orang tua. (sa/berbagaisumber)

sumber

HAMAS Mula Menyerang Balas! 5 Warga Israel Mampus!

Roket-roket pejuang Hamas mulai MERAGUT NYAWA pasukan Zionis Israel. Jurucakap tentera Israel mengakui seorang askarnya mampus akibat terkena pecahan roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza antara pukul 9-10 pagi waktu tempatan.

Meski tidak setanding dengan persenjataan Israel, pejuang-pejuang Hamas mampu meluncurkan roket-roketnya ke wilayah Israel sejak Isnin lalu (29/12). Ini menunjukkan Hamas tidak semakin lemah meskipun sudah empat hari pasukan Zionis Israel menggempur Jalur Gaza.

Selain membunuh seorang perajurit Israel, roket-roket Hamas berjaya mencederakan lapan orang askar pengganas Israel. Hamas dilaporkan berhasil meningkatkan kemampuan roket-roketnya yang diberi nama al-Qassam. Sebuah roket berhasil menghancurkan sebuah halte bis di kota Ashdod yang jaraknya sekitar 23 batu dari Jalur Gaza. Roket itu mencabut nyawa seorang wanita dan mencederakan dua warga Israel.

Sebelum itu, roket-roket Israel berhasil mencapai kota Nahal Oz di gurun Negev, dekat perbatasan Gaza. Roket itu membunuh seorang warga Israel. Roket al-Qassam lainnya yang mendarat di kota Ashkelon, membunuh seorang pekerja bangunan Israel. Jumlah korban tewas di pihak Israel berjumlah lima orang sejak serangan ganas pasukan Zionis ke Jalur Gaza hari Sabtu kemarin.

Selasa (30/12) pagi, Hamas menyatakan sudah menembakkan 43 roket buatan sendiri, 17 roket Grad jarak jauh dan enam mortar ke wilayah Israel. Selain Hamas, faksi pejuang lainnya di Gaza juga melakukan serangan balasan ke Israel.

Informasi terbaru hari ini menyebutkan Menteri Perdagangan dan Industri Israel Eli Yishai dipaksa berlindung apabila terdengar siren peringatan serangan roket. Saat siren berbunyi, Yishai yang juga pimpinan Partai Shas, partai ultra ortodoks Yahudi, sedang diwawancara di kota Ashdod.

Press TV melaporkan, pimpinan Hamas menolak gencatan senjata sebelum Israel menghentikan serangannya ke Jalur Gaza.

Masjid-Masjid pun Dihancurkan

Pernyataan Israel bahawa serangan mereka hanya ditujukan untuk menumbangkan Hamas adalah sebuah kebohongan besar. Hal ini kerana serangan Israel termasuk rumah penduduk bahkan masjid-masjid, tempat ibadah.

"Israel sepertinya tidak puas hanya membunuh warga dan anak-anak. Mereka juga menghancurkan rumah-rumah Allah," kata Abu Khalid, seorang warga Gaza.

Sekurang-kurangnya tiga masjid di Jabaliya dan Khan Younis hancur lebur akibat gempuran bom-bom Israel, yang membuat warga Gaza marah. "Beraninya mereka menyerang tempat-tempat ibadah. Mereka akan mendapat balasannya dari Allah," kata Abu Rami yang rumahnya juga hancur oleh bom Israel.

Abu Omar, seorang imam masjid mengaku tidak percaya melihat masjid-masjid yang hancur. "Mengapa mereka menargetkan masjid-masjid, apakah masjid-masjid ini dijadikan tempat untuk menembakkan roket? Masjid adalah rumah Allah dan hanya digunakan untuk ibadah. Ini adalah kejahatan yang paling buruk," tegas Imam Omar dengan nada marah. (ln/prtv/iol)

sumber

Hizbullah Bersedia Hadapi Israel

BEIRUT 29 Dis. - Pemimpin Hizbullah di Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah berkata, beliau telah meletakkan pejuangnya dalam keadaan bersiap sedia terhadap kemungkinan Israel menyerang Lebanon selepas rejim Yahudi itu menyerang Genting Gaza tiga hari berturut-turut menyebabkan lebih 300 rakyat Palestin terbunuh.

Hassan memberitahu satu perhimpunan agama di selatan Beirut semalam, serangan Israel ke atas Gaza tidak ubah seperti serangannya ke atas Lebanon semasa perang 34 hari dengan Hizbullah pada 2006.

Kira-kira 1,200 penduduk Lebanon dan Palestin terbunuh semasa perang tersebut, manakala 158 maut di pihak Israel.

"Saya telah meminta saudara-saudara seperjuangan di selatan (Lebanon) supaya berwaspada kerana kita berdepan dengan penjenayah sebagai musuh dan kita tidak tahu sejauh mana muslihat mereka," kata Hassan.

Kenyataan itu adalah yang pertama daripada Hassan selepas serangan Israel ke atas penduduk Gaza.

- Reuters


sumber

Video Lokasi Strategik HAMAS Diserang

Video Suasana Selepas Serangan Israel

Video Keganasan Israel oleh Russia Today

Mujahiddin Iran dan Indonesia akan ke Palestin

JAKARTA: Sebuah kumpulan militan di Indonesia semalam menyatakan akan menghantar sehingga 1,000 sukarelawan untuk berjuang bersama rakyat Palestin sebagai tindak balas terhadap serangan udara Israel ke atas Jaluran Gaza, yang telah mengorbankan lebih 300 rakyat Palestin.

Setiausaha Barisan Pembela Islam (FPI), Ahmad Soebri Lubis, berkata kumpulan itu akan mula merekrut sukarelawan dalam beberapa hari ini. Mereka akan dihantar ke kem latihan di Indonesia untuk menyiapkan diri bagi 'medan perang'.

'Pejuang mesti bertubuh sihat, kuat iman dan rela mati syahid. Mereka akan diberi tiket sehala sehingga kami mengalahkan Israel,' katanya kepada agensi berita Reuters.

Presiden Indonesia, Dr Susilo Bambang Yudhoyono, semalam mengulangi kutukan keras terhadap serangan keterlaluan Israel ke atas Jaluran Gaza, sementara 1,000 rakyat Indonesia menunjuk perasaan membantah serangan itu.

Dr Yudhoyono berkata Indonesia bercadang memberi AS$1 juta bagi bantuan kemanusian selain AS$181,000 bagi bantuan perubatan kepada mangsa rakyat Palestin.

Di Teheran, sebuah parti politik konservatif Iran juga mengumumkan akan merekrut pejuang untuk membantu rakyat Palestin memerangi Israel.

Jame-e-Roohani at-e-Mobarez, yang bermaksu Persatuan Ulama Pejuang, menawarkan tiga pilihan menerusi laman webnya untuk memerangi Israel, termasuk secara ketenteraan, kewangan dan publisiti. / Agensi

sumber

Ikhwanul Muslimin Gesa Jihad di Palestin

Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, Muhammad Mahdi Aakif menyeru warga Muslim Mesir berjihad untuk melawan kebiadaban Israel.

"Berperang melawan musuh-musuh Islam adalah kewajiban kaum Muslimin. Rasulullah swt mengatakan, umat Islam itu ibarat satu tubuh, jika ada sebahagian tubuh yang sakit, maka bahagian tubuh yang lain harus membantu mengubatinya. Begitu juga kewajipan umat Islam hari ini. Kita harus pergi berjihad ke Palestin seperti pemimpin kita Salahuddin beberapa abad yang lalu," seru Aakif dalam orasinya di tengah-tengah aksi unjuk rasa di Mesir mengecam serangan brutal Israel ke Jalur Gaza.

Selain menyerukan jihad, Ikhwanul Muslimin juga mengajukan 10 desakan pada pemerintah Mesir, antara lain meminta pemerintah untuk menghentikan eskport gas ke Israel, membuka perbatasan Rafah, mengusir duta besar Israel dan pemutusan hubungan diplomatik dengan Zionis Israel.

Sekitar 6.000 warga Mesir mengadakan demonstrasi di depan Pejabat Sindikasi Jurnalis di kota Kaherah hari Isnin lalu. Di antara para pengunjuk rasa juga terlihat sejumlah ekspatriat yang ikut mengecam Israel dan membawa sepanduk-sepanduk pernyataan bahawa Israel telah melakukan kejahatan perang.

"Saya berdiri disini, ikut aksi protes bersama masyarakat Mesir karena masalah Palestin adalah masalah global dan kejahatan perang yang dilakukan Israel membuat malu seluruh penduduk dunia yang cintai damai dan menghormati kemanusiaan," kata James William seorang warga Amerika-Britain.

William menilai seruan jihad Ikhwanul Muslimin untuk melawan Israel adalah hal yang wajar. "Perlawanan adalah reaksi wajar atas kekejaman Israel terhadap bangsa Palestin," ujarnya.

Ribuan penunjuk perasaan di Mesir mengibarkan bendera-bendera Palestin sambil meneriakkan "Allahu Akbar", "Tentera Muhammad (Rasulullah-red) akan datang", "Kami semua adalah Hamas." Para pengunjuk rasa mengkritik pemerintahan Mesir yang selama ini ikut menutup perbatasan dan akses bagi warga Gaza. Mereka menuding pemerintahan Husni Mubarak ikut berperan dan krisis kemanusiaan yang menimpa warga Palestin di Jalur Gaza. (ln/aby)

sumber

Taliban Ajak Dunia Lawan Israel

Para pejuang Taliban, Afghanistan, menyeru kepada seluruh umat Muslim di seluruh dunia untuk bersatu melawan Israel. Taliban yang memimpin penentangan terhadap pemerintahan Afghanistan dan Barat, juga mempertanyakan AS dan beberapa negara Eropah yang mengabaikan serangan Israel tersebut.

"Kami harap umat Islam dapat mengesampingkan semua halangan yang ada selama ini. Kita semua wajib berjihad dan membantu saudara kita di Palestina, Iraq dan Afghanistan." Begitu pernyataan Taliban dalam situs resminya.

Taliban, sasaran utama AS dalam invasinya ke Afghanistan tahun 2001, adalah pejuang Afghanistan yang paling aktif di bagian selatan dan timur negara itu. Setelah sempat tercerai-berai, mereka kembali bersatu tahun 2005. Mereka sudah melawan lebih dari 70.000 tentara asing NATO dan AS selama kependudukan militer di Afghanistan. (sa/reu)

sumber

Rakyat Indonesia akan Berjihad ke Palestin

JAKARTA 29 Dis. - Kumpulan militan Islam Indonesia merancang menghantar 1,000 orang sukarelawan untuk mempertahankan Semenanjung Gaza, ekoran serangan udara tentera zionis Israel di wilayah Palestin itu.

"Anggota rekrut mestilah yang benar-benar mempunyai tahap kesihatan fizikal terbaik dengan semangat perjuangan yang tinggi dan sedia untuk mati," kata Setiausaha Agung Barisan Pembebasan Islam, Soebri Lubis, ketika dihubungi Reuters.

"Kami akan menyediakan tiket penerbangan sehala kepada mereka sehingga Israel menyerah kalah," kata Soebri yang akan mula memilih rekrut di ibu pejabat pertubuhan berkenaan di Jakarta dalam masa terdekat ini, sebelum sukarelawan itu dihantar mengikuti latihan pertempuran di kem-kem di Indonesia.

Katanya, pertubuhan berkenaan pernah menghantar pejuang sukarelawan di Iraq dan Afghanistan.


sumber

Game Lempar Kasut kepada Bush! Jom Main!

http://sockandawe.com/

Monday, December 29, 2008

Korban Banyak kerana Mesir Khianati HAMAS

Akhbar Al-Quds Al-Arabi yang terbit di London memuatkan informasi tentang peranan Mesir dalam serangan Israel ke Jalur Gaza.

Ibarat seorang pengkhianat, Mesir, salah sebuah negara yang telah berdamai dengan Zionis Israel menikam Hamas dari belakang.

Surat kabar itu mengutip sumber-sumber dari kalangan diplomat yang mengatakan Mesir telah membuat persetujuan sulit dengan Israel dan dengan sengaja menyesatkan Hamas.

Menurut sumber-sumber tersebut, Ketua Perisik Mesir Omar Suleiman yang selama ini terlihat aktif menjadi mediator "perdamaian" antara Israel dan Hamas, telah menipu Hamas dengan cara meyakinkan Hamas bahawa Israel tidak akan melakukan serangan ke Jalur Gaza dalam waktu terdekat.

Tapi ternyata, Israel melakukan serangan itu dengan tiba-tiba sehingga Hamas tidak sempat melakukan evakuasi di komplek-komplek keamanan dan markas-markas besarnya serta menyelamatkan sebagian besar warga Gaza.

sumber

40 Terowong HAMAS Musnah

Setakat hari ini, jumlah warga Gaza yang gugur syahid sudah mencapai 300 orang. Ibu Pejabat PBB di New York juga melaporkan sembilan kakitangannya terkorban akibat serangan biadab Israel ke Jalur Gaza.

Sementara itu, Israel menyatakan tidak akan mempedulikan tekanan dunia antarabangsa dan masih akan melanjutkan pembantaiannya di Gaza dengan melancarkan serangan dari darat. Untuk itu, Israel sudah mengerahkan ribuan pasukannya termasuk ribuan pasukan cadangan dan banyak kereta kebalnya ke perbatasan Gaza.

Militer Israel mendakwa berhasil menghancurkan lebih dari 40 terowong di perbatasan Gaza yang diyakini digunakan para pejuang Palestin untuk menyeludup senjata, bahan peledak bahkan manusia.

sumber

Ratusan Warga Palestin Dibunuh


Seorang kanak-kanak lelaki Palestin yang cedera dalam serangan udara Israel awal pagi semalam didukung oleh seorang penduduk Palestin untuk dihantar ke hospital al-Shifa.
- Reuters


BANDAR GAZA 28 Dis. - Israel tidak mengendahkan seruan masyarakat antarabangsa supaya menghentikan serangan, sebaliknya memberi amaran akan memperhebatkan operasi tentera ke atas Genting Gaza, termasuk mengerahkan askarnya ke wilayah Palestin ini.

Amaran Israel itu dikeluarkan ketika pesawat pejuang rejim Yahudi itu terus membedil kedudukan Hamas di wilayah ini hari ini menyebabkan enam lagi rakyat Palestin terkorban, menjadikan lebih 290 rakyat Palestin maut, manakala 650 lagi cedera dalam tempoh 24 jam selepas serangan udara Israel pertengahan pagi semalam.

Bumi Gaza telah dihujani lebih 100 tan bom dan peluru berpandu pesawat udara Israel dalam tempoh itu.

Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak berikrar untuk meluaskan kempen pengeboman besar-besaran yang dilancarkan, sebagai membalas tembakan roket pejuang Hamas.

sumber

Palestin Mandi Darah di Tahun Baru Islam


KEKEJAMAN ISRAEL... Sebuah keluarga berlari menyelamatkan diri apabila peluru berpandu tentera udara Israel memusnahkan bangunan di kem pelarian Rafah, Genting Gaza, dalam serangan terbaru rejim zionis di wilayah berkenaan, semalam. - AFP


BANDAR GAZA 28 Dis. – Israel melancarkan serangan terbaru ke atas Genting Gaza awal hari ini yang mengorbankan sekurang-kurangnya enam lagi rakyat Palestin. Beratus-ratus lagi cedera selain memusnahkan harta benda.

Pesawat pejuang Israel melancarkan serangan udara menjelang sambutan tahun baru Hijrah itu ke atas beberapa kedudukan Hamas di Genting Gaza, termasuk sasaran ke atas sebuah trak yang membawa bahan bakar yang sedang bergerak di luar Rafah dekat sempadan Mesir.

Stesen radio Hamas melaporkan enam orang terbunuh dan ramai lagi cedera dalam serangan terbaru Israel di wilayah Hamas di utara Genting Gaza itu.

Serangan itu, merupakan kali kedua dalam tempoh tidak sampai 24 jam selepas rejim zionis melancarkan serangan udara ke atas perkarangan ibu pejabat polis Hamas di Genting Gaza, semalam yang menyebabkan hampir 290 rakyat Palestin maut, manakala 700 lagi cedera.

Kepulan asap tebal kelihatan di bandar ini. Bunyi siren kedengaran sejurus selepas serangan itu memberi amaran kepada penduduk Palestin tentang serangan Israel.

Israel turut melancarkan serangan di kem pelarian Khan Younis dan Rafah di Selatan wilayah ini semalam menyebabkan 23 orang terbunuh dan 30 orang lagi cedera.

Ekoran keganasan terbaru itu Malaysia bersama negara-negara lain telah mengutuk kekejaman rejim Zionis itu sambil menggesa Majlis Keselamatan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) mengambil tindakan sewajarnya berhubung keadaan tegang di Gaza.

Dalam serangan awal hari ini, mangsa yang cedera parah dihantar ke Hospital Shifa di bandar ini.

Bumi Gaza dihujani lebih 100 tan bom dan peluru berpandu yang dilancarkan oleh pesawat pejuang Israel dalam serangan tersebut.

sumber

Sunday, December 28, 2008

Israel Bunuh 155 Rakyat Palestin!


Penduduk Palestin membantu seorang wanita yang cedera parah dalam serangan udara Israel di bandar Gaza semalam.


BANDAR GAZA 27 Dis. - Lebih 155 orang terbunuh manakala 310 lagi cedera, apabila pesawat pejuang Israel melancarkan kira-kira 30 peluru berpandu ke arah kedudukan ibu pejabat polis Hamas di Genting Gaza, hari ini.

Serangan besar-besaran yang bermula pada pukul 11.30 pagi (5.30 petang waktu Malaysia) itu memusnahkan ibu pejabat serta beberapa pekarangan polis Hamas dan menyebabkan kerosakan teruk kepada bangunan lain.

Mangsa yang terkorban termasuk 120 di bandar ini dan 23 lagi di Khan Younis dan Rafah, lapor Al Jazeera dengan memetik kenyataan ketua perkhidmatan ambulans di Gaza.

Antara yang terbunuh ialah ketua polis Gaza, Mejar Jeneral Tawfiq Jabber.

Sejurus selepas serangan itu, Hamas dan puak-puak Palestin lain mengisytiharkan, mereka telah mengarahkan pejuang masing-masing supaya menuntut bela terhadap keganasan rejim Yahudi itu.

"Semua pejuang diarah bertindak balas terhadap pembunuhan beramai-ramai yang dilakukan oleh Israel," menurut kenyataan Hamas, Jihad Islam dan puak bersenjata lain.

Siaran televisyen menunjukkan mayat bergelimpangan di sebatang jalan dan mangsa yang cedera dikejarkan ke hospital oleh penyelamat.

Jurucakap polis Hamas, Islam Shahwan berkata, serangan itu dilakukan ketika majlis tamat latihan untuk anggota polis baru sedang berlangsung di pekarangan ibu pejabat sebuah pejabat polis di bandar ini.

Pekarangan pasukan keselamatan Hamas selalunya terletak di kawasan awam dan serangan udara pertama dilancarkan ketika kanak-kanak baru hendak keluar dari sekolah.

Kepulan asap tebal kelihatan di bandar ini, bunyi siren kedengaran di jalan raya dan kaum wanita dengan cemas mencari-cari anak mereka.

Di bahagian lain Gaza, 23 orang terbunuh dan 30 lagi cedera dalam serangan ke atas kem pelarian Khan Younis dan Rafah di selatan wilayah ini.

Seorang wartawan Reuters melaporkan bahawa pelabuhan Bandar Gaza dan kemudahan pasukan keselamatan Hamas mengalami kerosakan teruk.

Tentera Israel mengesahkan mereka melancarkan serangan tersebut, yang menyusuli keputusan Kabinet keselamatan Perdana Menteri, Ehud Olmert untuk memperhebatkan tindakan balas ke atas pejuang Palestin yang melancarkan roket ke wilayah Israel.

Israel sebelum ini memberi amaran akan melancarkan serangan ke atas kedudukan Hamas di Gaza berikutan tindakan pejuang Hamas melancarkan roket ke wilayah Israel.

Tempoh gencatan senjata enam bulan antara kedua-dua pihak berakhir di Gaza minggu lepas.

Kira-kira 12 roket dan bom mortar dilancarkan oleh pejuang Palestin dari Gaza semalam.


sumber

Friday, December 26, 2008

Video Pengalaman di Penjara Israel


Sejak 1967, sekitar 75,000 lelaki dan wanita masuk dan keluar penjara Israel di mana mereka dipenjara dalam tempoh masa yang lama. Hasan Abel Almajeed dan Mohamad Abu Nie menceritakan pengalaman mereka didera di penjara Israel

800,000 Israel dalam Jangkauan Roket HAMAS

Roket-roket di tangan gerakan Hamas mampu menjangkau pinggiran kota Beer Sheba, yang berjarak 40 kilometer dari Jalur Gaza. Akhbar Israel Yedeot Aharonot mengatakan bahawa satu dari 8 orang Israel, yakni 800 ribu orang Israel berada dalam jangkauan roket al Qassam. Akhbar Israel yang memiliki peredaran luas ini memuatkan daftar kota-kota dan daerah-daerah yang berada dalam jangkauan roket Palestin, berdasarkan pernyataan Diskin. Diskin mengatakan, “Sayap militer gerakan Hamas memanfaatkan setengah tahun terakhir (saat berlangsung gencatan senjata) dan memperbaiki kemampuannya menembakkan roket jarak jauh dan pertengahan.”

Berdasarkan jarak jangkau yang disebutkan Diskin, maka fasiliti strategik Israel masih tetap dalam jangkauan roket-roket al Qassam. Seperti pusat penelitian nuklear di Nahal Shuraik dan pangkalan angkatan udara Israel di Hatsur.

Diskin mengatakan tentang penentangan Palestin di Jalur Gaza, “Mereka semua siap untuk konfrontasi militer. Mereka memiliki kemampuan roket yang menjangkau sampai Keryat Gate dan Esdod, bahkan sampai pinggiran Beer Sheba.”

sumber asal

Anda Tahu di Mana Pelarian Palestin?

Sebelum pencerobohan Amerika pada 2003, kira-kira 34,000 pelarian Palestin tanpa warganegara tinggal di Iraq terutama di Baghdad iaitu di kawasan Baladiyat.

Kebanyakannya datang ke Iraq sejak 1948 apabila mereka dihalau berikutan tertubuhnya Israel. Selain itu, ada kalangan mereka yang datang ke Iraq setelah dihalau dari Kuwait selepas berlakunya perang Teluk pada tahun 1991.

Warga Palestin ini sejak itu, telah melalui kehidupan berpindah randah beberapa kali sehingga pejadi pelarian yang tidak mempunyai tempat tetap di samping kehilangan hak hidup yang terjamin.

Sejak 2006, keadaan jadi tidak selamat di Iraq, hingga ratusan ribu rakyat Iraq termasuk warga Palestin melarikan diri ke negara-negara jiran. Namun mereka tidak dibenarkan masuk ke Jordan dan Syria kecuali segelintir yang ditempatkan di kem El Hol iaitu di utara Syria bersempadan dengan Iraq.

Kumpulan kedua pula, terperangkap di "no mans land" sepanjang 7 kilometer di kem Al- Tanf. Manakala kumpulan ketiga dihalang ke Syria dan terpaksa berkhemah di kem Al Waleed di Iraq. Akibatnya 3,000 pelarian terperangkap di kem-kem ini dan 4,000 lagi berada dalam Syria secara tidak sah di Damascus.

sumber

Pilihan Raya Kashmir Hanya Kuatkan India


Seorang penduduk Islam Kashmir membaling kayu ke arah anggota separa tentera India semasa tunjuk perasaan membantah pilihan raya Kashmir di bandar Srinagar, kelmarin. - AP


SRINAGAR, India 25 Dis. - Beratus- ratus penunjuk perasaan yang menentang pilihan raya di Kashmir, India bertempur dengan anggota tentera semalam ketika pengundian fasa terakhir berlangsung.

Sekurang-kurangnya sembilan orang cedera apabila polis melepaskan gas pemedih mata dan menggunakan belantan bagi menghalang penunjuk perasaan memasuki tengah Srinagar, menurut seorang polis yang enggan dikenali.

Anggota pemisah menyeru penduduk supaya memboikot pilihan raya berkenaan yang dikatakan hanya akan menguatkan kedudukan India ke atas negeri di kaki pergunungan Himalaya itu.

"Bagaimana kita boleh mengundi untuk menyokong calon-calon yang melindungi askar-askar yang telah membunuh beribu-ribu rakyat Kashmir," kata seorang penunjuk perasaan, Shabir Ahmed.

sumber

Wednesday, December 24, 2008

Dinding Pemisah Jerusalem Siap 2009

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menginstruksikan pembangunan dinding pemisah di Jerusalem mesti siap pada akhir tahun 2009. Olmert mengatakan, penyelesaian pembangunan dinding itu secepatnya sangat penting untuk menjaga keamanan Israel.

Meskipun mengadakan kawalan keamanan yang sangat ketat di dalam dan di sekitar Yerusalem, Israel tetap membangun dinding pemisah sepanjang 490 mil yang membelah sejumlah wilayah di Tebing Barat. Israel beralasan pembangunan dinding pemisah untuk mencegah masuknya penyerang berani mati dari Palestin ke wilayah Israel.

Israel bukan hanya merampas tanah-tanah milik warga Palestin untuk keperluan pembangunan pagar pemisah itu, dinding tersebut juga membuat komuniti warga Palestin jadi terpisah dan terasing dari berbagai aspek kehidupan mulai dari perekonomian, politik, sosial dan akar sejarah mereka terutama dengan kota Jerusalem.

Masyarakat antarabangsa sudah menyatakan pembangunan dinding pemisah itu tdak sesuai dan sudah memerintahkan Israel untuk menghancurkannya. Pada bulan Juai 2004, International Court of Justice (ICJ) di Hague mengeluarkan pernyataan yang isinya, "Pembangunan dinding pemisah yang dilakukan Israel sebagai kekuatan penjajah di wilayah pendudukan Palestin, termasuk di dalam dan di sekitar Jerusalem, melanggar undang-undang antarabangsa." Dengan keputusan ICJ itu, Israel wajib menghentikan dan merobohkan dinding tersebut.

Tapi Israel tak mempedulikan keputusan tersebut dan tetap meneruskan pembangunan dinding pemisah yang mencerminkan aneksasi Israel terhadap wilayah-wilayah Palestin di Tebing Barat. Israel juga menegaskan yang pihaknya akan tetap menguasai seluruh Jerusalem dan pemukiman-pemukiman Yahudi di Tebing Barat sekalipun pemukiman-pemukiman itu dibangun di atas tanah milik rakyat Palestin.

Rejim pengganas Zionis Israel menolak menghentikan pembangunannya dan menyatakan hanya bersedia mengubah rute pembangunan dinding asalkan ada perdamaian. Entah perdamaian apa yang dimaksud Israel, kerana faktanya Israellah yang menjajah dan melakukan kekejaman demi kekejaman terhadap bangsa Palestin. (ln/IMEMC)

asal artikel

Kedhaifan Rakyat Palestin

Apa erti kenikmatan hidup jika satu keluarga yang mengandungi tidak kurang lima orang tinggal dalam sebuah 'rumah' bersaiz sekitar enam kaki lebar dan 12 kaki panjang dengan berkongsi ruang dapur serta tandas dengan beberapa keluarga lain pada kadar sewaan sehingga AS$200 (RM720) sebulan.

"Kami tidak boleh memiliki apa yang harus dan perlu dimiliki oleh manusia lain walaupun berkelayakan.

"Hak pendidikan, kesihatan dan kediaman yang menjadi perkara paling asas sebagai insan juga dinafikan," beritahu Jamaludeen Kamal yang bernaung di Syria bersama keluarganya sejak berusia 9 tahun lagi.

Mesra dengan panggilan Abu Ammar, beliau dibawa oleh ibu bapanya membawa diri ke Syria setelah dihalau oleh askar Israel lebih 40 tahun lalu.

Katanya, lebih satu juta rakyat Palestin berlindung dalam 25 buah kem penempatan yang disewa di negara yang subur dengan pertanian, Syria.

Di sekitar Damsyik sahaja, kata salah seorang pemimpin kesatuan warga Palestin di Syria berusia 55 tahun itu, ada tujuh kem penempatan bangsanya yang dihalau keluar dari tanah air oleh rejim zionis Yahudi Israel sejak 1948 hingga kini.

"Tujuh puluh peratus daripada satu juta bangsa kami di Syria berada di bawah paras kemiskinan," jelasnya sewaktu mengiringi rombongan Aman Palestin Malaysia mengunjungi kem penempatan atau mukhoyaam warga Palestin di Jaramanna dan Saidah Zainab di Damsyik, Syria, menjelang Hari Raya Aidiladha baru lalu.

Menurut Abu Ammar, ada profesional Palestin berpeluang meneruskan kerjaya mereka dalam bidang kedoktoran, kejuruteraan dan akademik di Syria, tetapi hanya beberapa orang sahaja.

"Yang pasti semua rakyat Palestin yang dihalau dan dinafikan kerakyatan oleh rejim zionis Israel tidak diberi hak kerakyatan di negara yang kami menetap," jelasnya.

Sebaliknya beritahu Abu Ammar lagi, mereka hanya hidup dengan dokumen khas sebagai pengenalan atau identiti diri sahaja.

Sekali gus, menafikan semua hak termasuk peluang bekerja mengikut kelayakan dan kebolehan yang dimiliki, kecuali sebagai buruh kasar yang agak terhad dengan gaji yang amat rendah, tambahnya.

Malah kehidupan rakyat Palestin di sekitar Damsyik kini semakin tertekan apabila kediaman yang mereka duduki sejak lebih 60 tahun lalu akan dirobohkan untuk memberi laluan bagi projek pembesaran jalan dan pembangunan.

Dalam pada itu, kehidupan kira-kira 60 keluarga Palestin di penempatan atas puncak bukit di Zarout, kira-kira 40 kilometer dari bandar raya Beirut, Lebanon lebih naif.

Kem ini mengandungi d ua buah bangunan dua tingkat yang hanya satu pertiga siap dan dibina sendiri mengguna ketulan batu-bata simen terbuang yang dipungut dari kawasan sekitar.

T anpa sebarang kemudahan asas, mereka membina penempatan 'setinggan' untuk meneruskan kelangsungan hidup.

Malah, sebahagiannya masih berlindung di 'bilik' yang berdindingkan plastik dan kepingan papan lapis serta beberapa ketulan batu bata simen terbuang dengan beratapkan zink terpakai sejak lebih 20 tahun lalu.

Dengan pakaian yang seadanya, kanak-kanak mahu pun yang tua dan uzur meneruskan kelangsungan hidup walau perlu berkongsi bahang kehangatan daripada bakaran kertas dan sisa-sisa kayu setiap kali musim sejuk dan salji serta menadah air hujan sebagai sumber kehidupan.

Jarang dilawati orang luar dan tidak mendapat perhatian masyarakat setempat, kunjungan rombongan Aman Palestin Malaysia bagi mengagihkan daging korban dan sedikit sumbangan derma kilat, menjadikan suasana pagi Hari Raya Korban dalam hujan renyai di penempatan atas bukit di Zarout ketika itu begitu sayu.

Malah, dikatakan masih ramai yang tinggal di rumah beratapkan zink, berdinding plastik, kertas dan dan cebisan papan lapis di sekitar pinggir laut Mediterranean, di kota raya Beirut yang terkenal sebagai 'Paris Timur Tengah' itu.

Berbeza dengan suasana sedikit ceria kalangan anak-anak yatim Palestin ketika diraikan oleh beberapa badan pertubuhan sukarela negara luar termasuk Aman Palestin Malaysia di salah sebuah pusat permainan kanak-kanak Kem Bir Hassan di barat laut Beirut.

baca sepenuhnya

1 Maut 7 cedera di Thailand

NARATHIWAT, Thailand, 23 Dis. - Seorang anggota anggota tentera mati ditembak oleh pejuang pemisah, manakala tujuh yang lain cedera dalam satu letupan bom di selatan Thailand hari ini, kata polis.

Seorang anggota tentera beragama Islam berpangkat Leftenan Muda berusia 55 tahun mati ditembak ketika dia dalam perjalanan ke tempat kerja dengan menaiki motosikal di wilayah Pattani awal pagi ini, katanya.

Dalam kejadian di wilayah Narathiwat pula, enam anggota renjer yang sedang menjalankan rondaan cedera setelah diserang oleh pejuang pemisah akibat letupan bom yang menggunakan kawalan jauh, dakwa polis.

sumber

Monday, December 22, 2008

Seorang Pejuang Palestin Terbunuh

BANDAR GAZA 21 Dis. - Seorang pejuang Palestin terbunuh dalam serangan udara Israel semalam, korban pertama di Genting Gaza sejak pergerakan Hamas mengisytiharkan berakhirnya gencatan senjata selama enam bulan dengan rejim Yahudi itu.

Pejuang Palestin melancarkan 10 roket dan sekurang-kurangnya 23 peluru mortar dari Gaza ke Israel, menyebabkan beberapa kerosakan harta benda tetapi tiada kemalangan jiwa dilaporkan, menurut tentera Israel.

Satu serangan udara Israel ke atas pasukan pelancar roket itu di utara Gaza menyebabkan seorang pejuang Palestin terkorban, kata pasukan perubatan Palestin.

sumber

Friday, December 19, 2008

Tokoh Anti-Islam Dunia Berkumpul di Israell

Media tidak banyak menyentuh tentang perhimpunan tokoh-tokoh anti-Islam dunia di Jerusalem pada 14 Disember baru-baru ini. Antara yang hadir ialah Geert Wilders yang membuat filem 'Fitna', Daniel Pipes dan Aryeh Eldad, seorang tokoh sayap kiri di parlimen Israel.

Mereka berhimpun di Jerusalem dalam acara konferens anti-Islam yang dianjurkan Israel. Dalam konferens sehari itu, Wilders dalam ucapannya mengakui dirinyaseorang pembenci Islam. Dia memuji Israel yang telah menganjurkan konferens tersebut dan mengatakan yang konferensi anti-Islam juga mesti diadakan di Belanda dan di negara-negara Eropah lainnya.

Wilders juga mengatakan invasi Barat ke negeri-negeri Muslim seharusnya tidak hanya menjadikan kelompok-kelompok Islam militan sebagai sasaran serangan mereka, tetapi juga harus menyerang agama Islam itu sendiri. Ucapan Wilders yang berisi penghinaan terhadap Islam, Muslim dan al-Quran mendapat sambutan "standing ovation" dari para hadirin.

Sambutan itu membuktikan peningkatan rasa kebencian terhadap Islam di Israel, yang memang bersikap 'hangat' pada tokoh-tokoh sayap kiri di Eropah yang terang-terangan bersikap rasis dan membenci Islam dan Muslim. Ketika ini, Wilders memang sedang berganding bahu dengan orang-orang Yahudi anti-Islam di Israel dan Amerika Utara, untuk menyebarkan kebencian dan fitnah terhadap Islam.

Berbeza dengan Wilders, Daniel Pipes mengatakan, tidak bijak jika agama Islam dijadikan sasaran serangan kerana jika yang dibidik ialah Islam, hal itu akan menimbulkan perlawanan dari umat Islam keseluruhannya dan umat Islam akan bersatu membela agamanya.

"Mereka yang menganggap Islam lebih penting untuk dijadikan musuh dan bukan jihad, tidak menyedari adanya perubahan yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Kalangan Islam moderat, meski jumlahnya kecil, tapi bertambah kuat dalam dua tahun belakangan ini," ujar Pipes.

Pipes dan pembicara lainnya dalam konferensi itu mendukung AS agar melanjutkan perangnya melawan kalangan yang mereka sebut sebagai "Islam radikal", melihat fakta makin menguatnya kelompok-kelompok Islam di banyak wilayah di dunia Islam. Salah satunya kelompok Taliban di Afghanistan.

Pipes juga menyatakan sokongannya terhadap kelompok-kelompok di Israel yang menolak proses perdamaian dengan Palestin di Jalur Gaza, Tebing Barat dan Jerusalem Timur dan menolak pembentukan negara Palestin merdeka.

"Saya menyarankan untuk menghancurkan harapan bangsa Palestin yang menginginkan kebebasan dan kemerdekaan kerana keinginan itu sama ertinya dengan keinginan untuk menghancurkan Israel," kata Pipes, seorang Yahudi Amerika yang mendukung sikap anti-Islam Presiden George W. Bush.

Dia menyarankan agar Israel mengusir warga non-Yahudi dari wilayah Palestin-Israel dan menerapkan apartheid secara penuh untuk menghapuskan hak-hak bangsa Palestin.

Seorang lagi yang memberikan ucapan iaitu Profesor John Lewis dari Universiti Duke mengatakan, perang melawan kalangan "Islam radikal" sebaiknya tidak hanya difokuskan di negara-negara Arab, tapi juga di negara-negara Muslim non-Arab seperti Indonesia dan Turki.

Mengomentari konferens itu, Profesor Kajian Islam di Universiti Hebron, Ismael Shindi mengatakan, konferens yang diadakan Israel di Jerusalem itu jelas sebuah konferens yang ingin menyebarkan kebencian.

"Orang-orang yang hadir di konferens itu bukan cendikiawan yang mahukan kebenaran, tetapi orang-orang termotivasi oleh penyakit dan kebencian buta terhadap Islam dan Muslim. Latar belakang dan reputasi mereka, telah merosakkan intelektual dan moral mereka," ujar Shindi.

"Mereka dengan mudahnya mengatakan Islam adalah musuh Barat atau Islam adalah agama kekerasan. Lantas, bagaimana mereka memandang aksi-aksi kekerasan, genosida dan holocaust yang dilakukan orang-orang Kristian di Barat selama 2000 tahun, dan kekejaman-kekejaman Yahudi di era moden sekarang ini?" papar Shindi.

Beliau mengatakan, jumlah korban perang Muslim sejak awal Islam tidak lebih banyak dari korban akibat satu perang yang dikobarkan orang Kristian atau Eropah. Shindi menambahkan, konferens anti-Islam itu menunjukkan makin berkembangnya persepakatan antara kekuata Nazi-Yudea di kalangan orang-orang fasis di Eropah dan Israel. Kerjasama itu, kata Shindi, membuktikan banyak Yahudi Zionis yang tidak lagi menentang prinsip-prinsip Nazisme. (ln/PIC)

Nik Aziz Kecewa Pemimpin PAS Merokok

PENGKALAN CHEPA, 18 Dis (Hrkh) - Menteri Besar Kelantan mengingatkan wakil rakyat dan penghulu di negeri ini supaya menghentikan tabiat merokok kerana mereka merupakan pemimpin yang seharusnya menjadi contoh.




Biar pun sudah berulang kali mengingatkan perkara itu, Tuan Guru Dato' Nik Abdul Aziz Nik Mat hari ini meluahkan rasa kecewa kerana masih ada pemimpin PAS yang tidak meninggalkan amalan buruk itu.

Menurutnya, sebagai pemimpin yang paling hampir dengan rakyat, mereka tidak seharusnya meneruskan amalan yang boleh merosakkan diri sendiri.

.sumberImage

Filipina vs MILF, Maut

ZAMBOANGA 18 Dis. - Dua askar dan tiga gerila terbunuh dalam pertempuran antara tentera kerajaan dengan Barisan Pembebasan Islam Moro (MILF) di selatan Filipina malam tadi.

Pertempuran di pekan Piagapo, Pulau Mindanao itu turut menyebabkan lima askar dan dua gerila MILF cedera, kata jurucakap tentera, Leftenan Steffani Cacho.

Kejadian itu berlaku semasa askar memburu anggota MILF yang dipercayai terlibat dalam beberapa serangan maut ke atas perkampungan awam sejak Ogos lalu dan menimbulkan kekacauan, katanya.

Sementara itu, jurucakap MILF, Eid Kabalu bagaimanapun mendakwa, lapan askar kerajaan dan hanya dua pejuang MILF terbunuh dalam pertempuran berhampiran pekan Piagapo itu.

Eid mendakwa, askar kerajaan telah menceroboh masuk ke kawasan MILF sehingga memaksa mereka mempertahankan diri daripada serangan berkenaan

sumber

Israel Serang Gaza, 1 Terbunuh


Penduduk Palestin mengusung jenazah Falak Okel yang terbunuh dalam serangan tentera Yahudi ke atas kem pelarian Beit Lahya di Gaza, semalam.
- AFP


GENTING GAZA 18 Dis. - Seorang rakyat Palestin terbunuh setelah tentera Israel melancarkan serangan udara ke arah bandar ini, semalam.

Falak Okel, 47, terbunuh manakala anak lelaki dan perempuannya cedera setelah serangan roket yang dilancarkan tentera Israel mengenai rumah mereka di Beit Lahya, utara Genting Gaza.

Menurut saksi, Falak tidak menganggotai mana-mana kumpulan pejuang Palestin.

sumber

Kepimpinan Syiah di Iraq Cuba Digulingkan

BAGHDAD 18 Dis. - Kira-kira 50 pegawai Kementerian Dalam Negeri Iraq ditangkap kerana berkomplot untuk melancarkan rampasan kuasa terhadap kerajaan pimpinan Syiah di negara ini.

Seorang pegawai kanan keselamatan Iraq hari ini berkata, kumpulan tersebut yang termasuk tiga pegawai kanan ditangkap dalam tempoh tiga hari lalu kerana terlibat dalam percubaan untuk menggulingkan kerajaan Perdana Menteri, Nuri Al-Maliki.

Antara mereka yang ditangkap ialah ketua badan keselamatan Kementerian tersebut, Jeneral Ahmad Abul Rif.

"Mereka ada kaitan dengan kumpulan bawah tanah Al-Awda (Kepulangan) yang sedang berusaha untuk mengembalikan kuasa kepada Parti Baath," katanya.

Presiden Iraq, Saddam Hussein dan Parti Baath pimpinannya digulingkan dalam serangan tentera Amerika Syarikat (AS) dan sekutunya pada Mac 2003.

Akhbar New York Times memetik seorang pegawai kanan Kementerian Dalam Negeri sebagai berkata, mereka yang ditangkap kerana kaitan dengan Al-Awda telah membayar rasuah untuk menyertai kumpulan itu dan pegawai telah menemui sejumlah wang yang banyak semasa serbuan.

Pengkritik Nuri menuduh Perdana Menteri itu menangkap musuh politik sebagai usaha untuk mengukuhkan kedudukannya menjelang pilihan raya wilayah bulan depan, lapor akhbar itu.

sumber

Wednesday, December 17, 2008

Tuesday, December 16, 2008

Ikhwan Bukan untuk Ditakuti

Khairat el-Shatr, wakil Mursyid 'Aam Ikhwan di Mesir menegaskan bahawa sejak awal perjuangan Ikhwan adalah melawan korupsi, dan pemerintahan yang kejam (tiranik). Ikhwan yang sudah berdiri lebih dari 80 tahun yang lalu, terus mendapat dukungan dari rakyat Mesir. Meskipun, sekarang pemerintah terus melarang segala bentuk aktiviti yang dilakukan Ikhwan di Mesir. Uniknya, Ikhwan mendapat 120 kerusi di parlimen dari 444 kursi. Ini merupakan hasil kerja-kerja gerakan yang sangat luar biasa di tengah-tengah suasana politik yang sangat repressif , tapi Ikhwan masih terus wujud dan mendapatkan sokongan politik dari rakyat Mesir.

Tetapi, menurut Khairat el-Shatir, lebih dari sekadar memenangkan hati rakyat Mesir, Ikhwan terus berjuang dalam skala yang lebih besar lagi, yakni dunia antarabangsa. “Walaupun dengan begitu Ikhwan akan terus menghadapi tekanan pemerintah yang didokong oleh AS.” Ujarnya.

Apa yang dilakukan oleh Ikhwan saat ini hanya ingin memelopori kebangkitan rakyat di Mesir. “Bukan semata-mata kebangkitan, tetapi kebangkitan yang berdasarkan nilai-nilai agama (Islam), di mana Mesir telah dibangun selama ini. “ tambah Khairat. Saat ini, Mesir memang dipegang oleh pemerintahan yang sangat opresif (menindas). Hanya sedikit parai politik yang dibenarkan dalam proses pemerintahan di negara itu. Yang dibenarkan pun hanyalah parti yang sangat lemah. “Inilah yang ingin kami perbaharui, kehidupan politik di negara ini.” tegas Khairat. “Jika usaha ini berhasil, maka rakyat boleh turut serta dalam menyelesaikan semua permasalahan negara, dan kita sama-sama boleh merumuskan apa yang kita inginkan di masa yang akan datang.

Ikhwan dengan konsisten dan tegas, terus berusaha agar sistem pemerintahan dengan satu parti politik, dan memonopoli kekuasaan yang tanpa batas, segera dihapuskan. Lebih jauh, Ikhwan mahu parlimen dapat bersuara lebih lantang , tentang dasar-dasar pemerintah. Jika tidak, maka parlimen hanya akan menjadi sebuah bemper belaka untuk pemerintahan yang sekarang ini. Yang terakhir, Ikhwan akan terus berusaha menjadi pelopor dalam reformasi sosial, budaya dan ekonomi.

Khairat menambahkan, kejayaan Ikhwan tidak seharusnya membuat pihak manapun menjadi takut. Ikhwan menghormati semua hak-hak beragama dan berpolitik. Sudah sejak lama terjadi semena-mena dalam kedua bidang ini, dan Ikhwan tidak sekalipun ingin mengulangi hal yang sama. “Kita tidak punya pilihan lain, kecuali mengubah semua itu.” ujarnya menutup perbicaraan. (sa/iw)

sumber

Monday, December 15, 2008

Israel Bebaskan Lebih 200 Tahanan Palestin



Israel mula membebaskan lebih daripada 200 tahanan Palestin sebagai sokongan ke atas Mahmoud Abbas, Presiden Palestin. Kebanyakan individu yang dibebaskan mempunyai kaitan dengan Fatah pimpinan Abbas.

Pihak berkuasa Penjara Israel pada salnya memaklumkan pembebasan 228 warga Palestin dengan sekurang-kurangnya 18 daripada mereka akan menuju ke Gaza.

sumber asal