Friday, January 16, 2009

Iran Kesal Sikap Arab Saudi

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mendesak Raja Arab Saudi, Raja Abdullah bin Abdul Aziz untuk segera mengambil sikap tegas atas krisis di Jalur Gaza. Desakan itu disampaikan Ahmadinejad dalam surat yang dikirim kepada Raja Abdullah, Khamis (15/1).

Dalam suratnya, Ahmadinejad mengingatkan Raja Saudi bahawa warga Gaza sedang mengalami masa yang paling sulit akibat sekatan dan serangan brutal dari laut, darat dan udara yang dilakukan oleh kaum Zionis yang tak beradab.

"Kaum wanita, anak-anak, orang-orang lanjut usia dan warga masyarakat biasa dibantai di tanah airnya sendiri. Kekejaman dan kekerasan yang sedang dilakukan Israel di Gaza, telah merobek dan membuat marah setiap manusia yang melihatnya," tulis Ahmadinejad.

Beliau menyatakan, kekuatan-kekuatan agresif yang mendakwa sebagai penegak demokrasi dan hak asasi manusia, telah mempersenjatai rezim Zionis dan telah dengan sengaja membentuk rezim itu dengan tujuan untuk melakukan kejahatan, penindasan dan penjajahan.

"Kekuatan-kekuatan tersebut bukan hanya mendukung tindakan Zionis Israel, tapi juga telah menggunakan kekuatannya lewat organisasi-organisasi internasional untuk memberi kesempatan pada rezim ini melakukan pembantaian," kata Ahmadinejad dalam suratnya pada Raja Saudi.

Sayangnya, tulis Ahmadinejad, sejumlah pemerintahan Islam dan Arab di kawasan (Timur Tengah) memaafkan genosid yang tak terperi itu dengan sikap diam dan senyum kepuasan. Negara-negara ini sedang menunggu dan ingin melihat perlawanan yang heroik dari sebuah bangsa yang pasrah. "Allah melarang, untuk berpihak pada kekejaman dan penindasan yang dilakukan penjajah," tukas Ahmadinejad.

Masih dalam suratnya, Presiden Iran itu mengatakan bahawa semua orang tahu bahwa tidak ada masa depan buat rejim Zionis. Apa yang dilakukan Israel sekarang menunjukkan keputusasaan rezim tersebut atas eksistensinya di kawasan.

"Seperti semua orang dan bangsa yang merdeka, yang menyuarakan protesnya terhadap rejim Zionis dan kekejamannya yang dilakukan di Gaza, Anda, sebagai Raja Arab Saudi dan Pelindung Dua Tempat Suci yaitu Makkah dan Madinah, diharapkan mengakhiri sikap berdiam anda melihat bencana dan pembantaian yang sedang terjadi di Gaza dan segera mengambil sikap yang jelas atas pembunuhan terhadap anak-anak Anda yang menjadi bahagian dari umat Islam," tandas Ahmadinejad.

Ahmadinejad menyatakan yakin, kejelasan sikap Raja Saudi akan mematahkan harapan dari kekuatan-kekuatan dunia yang korup dan ingin memecahbelah dunia Islam.

Dalam penutup suratnya, Ahmadinejad mendoakan kemenangan bagi bangsa-bangsa yang merdeka dan perlawanan yang berani dari warga Gaza. Ia juga meminta agar Allah menghancurkan para penjajah seperti rejim Zionis.

Dalam kesempatan berbeza, Ahmadinejad menilai para pemimpin Israel sudah kehilangan kontrol diri mereka, sehingga mereka membunuh anak-anak dan warga tak berdosa di Gaza. Ia juga menyerukan warga Israel untuk turun ke jalan memprotes agresi yang dilakukan pemerintahnya terhadap bangsa Palestina dan menyerukan tentera Israel untuk menolak perintah yang diberikan militernya.

"Saya menyerukan mereka yang tinggal di daerah-daerah pendudukan, termasuk kaum Yahudi, Kristiani dan Muslim untuk turun ke jalan dan bergabung dengan masyarakat dunia lainnya untuk mengecam kejahatan perang yang dilakukan Israel," ajaknya. (ln/prtv)

sumber

No comments: