Tuesday, January 27, 2009

Jeneral Israel Seorang Rabbi

Keganasan tentera Zionis Israel dalam agresinya selama 22 hari di Jalur Gaza tidak lepas dari pengaruh pimpinan bimbingan rohani di dalam tentera Israel, Rabbi Avichai Rontzki yang memiliki pangkat Brigadier Jeneral.

Sebelum mencetuskan perang ke Jalur Gaza, Rabbi Rontzki memberikan sebuah booklet yang ditulis oleh Rabbi Shlomo Aviner kepada semua askar Israel yang isinya menyerukan agar tentera Israel tidak memberikan belas kasihan pada warga Gaza yang dianggap sebagai musuh Israel.

Organisasi hak asasi manusia Yesh Din berhasil mengungkap keberadaan booklet tersebut di kalangan tentara Israel pada hari Isnin (26/1). Dalam booklet itu, dicantumkan pernyataan Rabbi Aviner, seorang Yahudi ultra nasionalis yang mengetuai Ateret Cohanim Yeshiva di Al-Quds (Yerusalem Timur) dan menolak kompromi dengan rakyat Palestin.

Rabbi Aviner dalam pamfletnya menulis, "jika seorang tentara Israel menunjukkan belas kasihannya pada musuh yang kejam maka tentera itu bukanlah tentera yang sejati dan jujur." Aviner menyatakan bahawa tentara Israel sedang melawan "para pembunuh" dan jika para tentara itu menunjukkan belas kasihnya pada musuh makan tindakan itu merupakan "tindakan yang sangat tidak bermoral."

Tak heran jika pasukan Zionis dengan keji membantai warga Gaza dalam agresinya yang berlangsung selama 22 hari. Akibat serangan brutal pasukan Israel, 1.350 warga Gaza syahid di antaranya 473 kanak-kanak dan 5.450 orang lainnya luka-luka.

Bukaa hanya membunuh warga sipil tak bersenjata, pasukan Israel juga menghancurkan fasiliti awam seperti rumah-rumah penduduk, pejabat-pejabat pemerintahan, sekolah, masjid dan rumah-rumah sakit. Pasukan Israel bahkan menggunakan senjata kimia berbahaya dalam perangnya ke Gaza.

Akhbar Israel, Haaretz edisi Isnin dalam laporannya juga menyebutkankan bahawa kelompok-kelompok sayap kiri di Israel juga ikut berperanan dalam menyebarkan pamplet-pamplet berisi pesan-pesan bernuansa rasis ke markas-markas militer Israel.

"Kami menyerukan tentera-tentera Israel untuk meluangkan hidupnya dan hidup rakan-rakan mereka, serta tidak menunjukkan sikap peduli pada populasi di sekeliling mereka yang membahayakan hidup mereka," demikian bunyi salah satu pamplet yang disebarkan kelompok sayap kiri "Kelompok Pengikut Rabbi Yitzhak Ginsburg".

Pamflet itu menyebutkan bahawa populasi yang dimaksud (warga Gaza) bukanglah populasi yang tidak bersalah. Oleh sebab itu para tentera (Israel) diserukan agar mengabaikan doktrin dan perintah yang tidak masuk akal, yang boleh membuat mereka bingung dalam menghadapi musuh.

Pamplet lainnya ditulis oleh Rabbi Yuval Feund berisi pernyataan "Musuh-musuh kita memanfaatkan belas kasihan orang-orang Israel secara luas. Kita tidak boleh menunjukkan belas kasih pada kejahatan tersebut." Pamflet berisi kebencian terhadap rakyat Palestin itu ditemukan oleh kelompok Breaking the Silence, kelompok yang beranggotakan orang-orang Israel yang menolak perang ke Jalur Gaza.

Terkait dengan tindakan Rabbi Rontzki yang telah menyebarkan booklet berisi kebencian terhadap rakyat Palestin di kalangan tentera Israel , organisasi Yesh Din mendesak menteri pertahanan Israel untuk memecat Rabbi Rontzki sebagai pimpinan bimbingan rohani di kemiliteran Israel. (ln/iol)

sumber

No comments: