Friday, January 2, 2009

Yahudi dan Serangan Mumbai

Tak ada yang menduga para pelaku serangan di kota Mumbai beberapa hari yang lalu, menjadikan gedung milik komuniti Yahudi Chabad Lubavitch sebagai salah satu sasaran serangan mereka. Akibat serangan itu, enam orang Yahudi maut, termasuk Rabbi Gavriel Hotlzberg dan isterinya, Rivkah. Sementara anak mereka Moshe, yang tanggal 29 November lalu genap berusia dua tahun, selamat.

Serangan ke gedung pusat komuniti Yahudi di Mumbai, membuka mata dunia bahwa India telah menjadi salah satu pusat bagi komunitas Yahudi. Chabad Lubavitch sendiri adalah organisasi Yahudi ortodoks yang berbasis di New York. Apa aktiviti komuniti Yahudi ini di India dan sejauh mana tragedi Mumbai akan mempengaruhi sepak terjang kelompok ini?

Diterbangkan ke Israel

Isnin lalu, berlangsung acara doa di Keneseth Eliyahoo, sebuah sinagog bercat hijau yang usianya sudah 124 tahun. Acara doa dihadiri oleh komuniti Yahudi di Mumbai, sebagai penghormatan terakhir pada enam orang Yahudi yang maut dalam tragedi berdarah di kota Mumbai pekan kemarin.

Saat doa bersama, Moshe terlihat menangis di pangkuan datuknya dan memanggil-manggil ibunya. Moshe adalah putera Rabbi Holtzberg yang maut dalam insiden Mumbai. Moshe berhasil diselamatkan oleh pengasuhnya bernama Sandra Samuel dan tukang masak keluarga Holtzberg, Zakir Husain.

"Semua orang menangis. Ini adalah saat-saat sulit bagi komuniti kami. Kami belum pernah mengalami hal seperti ini," kata Reena, seorang Yahudi Mumbai.

Keenam orang Yahudi, termasuk warga Israel yang maut diterbangkan ke Israel dengan penerbangan khusus pada Isnin malam. Para pemuka agama Yahudi di Israel sudah menyiapkan upacara khusus untuk pemakaman mereka pada hari Selasa.

Rabbi Holtzber dan istrinya, Rivka adalah pengelola gedung pusat komuniti Yahudi berlantai empat itu. Pasangan itu pindah dari Brooklyn, New York ke India pada tahun 2003. Mereka menawarkan akomodasi berupa penginapan dan makanan bagi orang-orang Yahudi yang berkunjung ke India.

Eksistensi Yahudi di India

Saat ini, sekitar 90 persen komuniti Yahudi di India tinggal di kota Mumbai dan daerah pinggiran Thane. Mereka dikenal sebagai komuniti yang tidak terlalu menonjolkan identitasnya dan sejak tragedi Mumbai jadi makin tertutup. Beberapa pusat komuniti Yahudi dan balai-balai latihan kerja milik Yahudi menolak berbicara bahkan tidak mau memberikan alamat tempat mereka berada.

"Jelas ada rasa ketidaknyamanan. Ada perasaan bahawa komuniti mereka berada dalam bahaya," kata Ruth Krisna, seorang Yahudi Mumbai yang pernah mengelola rumah sakit.

Pertambahan jumlah Yahudi di India termasuk cepat. Awal tahun 1960-an, jumlah Yahudi di India hanya 30.000 orang. Kelompok Yahudi pertama-Bani Israil-masuk ke India sekitar 2000 tahun yang lalu. Selanjutnya, komuniti Yahudi di India kebanyakan datang dari wilayah yang sekarang dikenal dengan nama negara Irak, Iran, Afghanistan dan negara-negara Arab lainnya.

Banyak diantara komuniti Yahudi ini yang kemudian bermigrasi. Diperkirakan lebih dari 50.000 Yahudi India kini tinggal di Israel atau menikah dengan orang di luar komuniti Yahudi di India.

Di Mumbai, komuniti Yahudi memiliki sembilan sinagog dan membangun sejumlah sekolah, pusat-pusat komuniti Yahudi dan lembaga-lembaga pelatihan ketrampilan. Mayoriti Yahudi di India, mencari nafkah dengan bekerja sebagai pegawai atau membuka usaha sendiri.

Paska serangan ke Chabad Lubavitch, banyak Yahudi India yang mengaku takut bersikap terbuka atas identitas mereka. Mereka takut menjadi korban serangan.

"Rasanya tidak nyaman sekali. Saya Yahudi India dan menikah dengan lelaki India yang beragama Hindu. Saya memakai simbol Bintang David dan tidak berpikir untuk menyembunyikannya. Tapi tiba-tiba, saya merasa khuatir mengenakannya. Saya merasa tidak selamat," aku Reena, seorang Yahudi yang lahir di India.

sumber

No comments: