Thursday, February 26, 2009

Ghaddafi Dakwa Israel Berperanan di Darfur

Pemimpin Libya, Muammar Gaddafi yang baru terpilih menjadi Presiden Uni Afrika, menyatakan kekuatan asing termasuk Israel berada di sebalik konflik di Darfur, Sudan Selatan. Pernyataan Gaddafi, yang baru saja memimpin Uni Afrika ini, menunjukkan keberaniannya membuka akar konflik, yang selama ini ditutupi media khususnya media Barat.

Konflik di Darfur dan Sudan Selatan, yang dikuasai kelompok pemberontak Kristian, yang dipimpin John Garang, tak lain ingin memecah belah Sudan, yang menciptakan etidakstabilan di kawasan itu secara berterusan. Hal ini disebabkan pemerintahan Sudan di bawah Jenderal Omar Hasan el-Bashir lebih menunjukkan kecondongannnya kepada Islam. Bahkan, di masa pemerintahan George Bush, ibukota Sudan, Khartoum pernah di bom oleh AS, kerana dituduh menghasilkan senjata kimia.

Pernyataan Gaddafi yang keras menuduh Israel di sebalik konflik di Darfur, sangatlah berasalan, kerana Sudan dianggap menjadi tempat persembunyian pengganas, dan mendukung gerakan teroris. Bahkan ICC telah melegalkan kempen yang ingin menangkap Presiden Omar Hasan el-Bashir, yang dituduh melakukan jenayah perang di Darfur.

Dalam pertemuan di antara para pemimpin Uni Afrika, pemimpin Uni Afrika, menyerukan agar menghentikan penghukuman terhadap Omar Hasan el-Bashir yang dituduh sebagai penjahat perang. Di dalam pertemuan itu, yang menggagas perluasan kerjasama antara negara-negara Uni Afrika itu, Gaddafi, menunjukkan kepedulian terhadap kes yang sekarang dihadapi pemimpin Sudan. “Mengapa kami berdiri di belakang Presiden Omar el-Bashir, atau pemerintahan Sudan, kerana konflik yang terjadi di Darfur, Sudan Selatan itu, kes yang diciptakan oleh pihak luar, dan Tel Aviv (Israel), bertanggungjawab atas konflik di wilayah itu”, kata Gaddafi. Gaddafi terang-terangan menuding Israel dibalik segala krisis yang terjadi di Darfur, yang menyebabkan perang saudara, dan krisis kemanusiaan, yang memprihatinkan.

“Ini bukan rahsia. Kami mempunyai bukti yang cukup dan sangat jelas, tentang adanya keterlibatan pihak asing di Darfur, yang sekarang menjadi api”, kata Gaddafi. “Kami mempunyai bukti-bukti diantaranya para pemberotak itu mempunyai pejabat di Tel Aviv”, tambahnya. Memang, apa yang disebutkan Gaddafi mempunyai bukti yang kuat, kerana salah satu tokoh pemberontak di Darfur itu, mempunyai pejabat di Tel Aviv.

Israel selalu menciptkan konflik di negeri-negeri Muslim, yang tujuannya agar negeri itu terpaksa bergantung kepada Israel. Seperti di Sudan Selatan, khususnya di Darfur, yang menunjukkan secara jelas keterlibatan Israel, yang menginginkan pemerintahan Presiden Omar Hasa el-Bashir jatuh. (m/jp)

sumber

0 comments: