Wednesday, February 18, 2009

Obama Hantar 17,000 Lagi Askar ke Afghanistan

Tindakan penjajahan pemerintah AS ternyata tidak berubah dibawah kepemimpinan Presiden Barack Obama. Obama belum dapat menentukan bila akan menarik pasukan AS dari Iraq seperti janjinya kempennya, tapi sudah menambah belasan ribu pasukan ke Afghanistan.

Rumah Putih menyatakan Obama sudah menyetujui penambahan 17.000 pasukan ke Afghanistan, yang terdiri dari para staff pendukung dan pasukan ekspedisi dari briged angkatan darat militer AS. Dalam kenyataannya hari Selasa kemarin, Obama mendakwa situasi keamanan di Afghanistan semakin buruk sehingga perlu menambah pasukan ke Negeri Para Mullah itu.

"Penambahan pasukan diperlukan untuk menstabilkan situasi keamanan yang memburuk di Afghanistan dan memerlukakan perhatian strategis, pengarahan dan sumber daya yang selama ini tidak dilakukan," kata Obama.

Penambahan pasukan itu, lanjut Obama, atas permintaan Menteri Pertahanan AS Robert Gates. Penambahakan pasukan ini merupakan penambahan pasukan terbesar dan sudah diwacanakan Obama sejak dia secara rasmi masuk ke Rumah Putih.

Laporan Al-Jazeera menyebutkan pemerintahan Obama kini sedang mengkaji tindakan apa yang akan mereka ambil di Afghanistan. Hasilnya baru akan diketahui bulan April nanti. Obama menolak dugaan bahwa penambahan pasukan ke Afghanistan merupakan "langkah awal" dari hasil kajian yang dilakukan pemerintahnya. Ia berdalih bahawa penambahan pasukan tidak boleh ditangguh sampai bulan April kerana situasi kekerasan di Afghanistan yang makin memuncak.

Meskipun demikian, banyak pihak termasuk Pentagon khuatir Obama terlalu banyak mengerahkan pasukan ke Afghanistan. Mereka mengingatkan Obama untuk tidak mengulangi apa yang dilakukan mantan presiden AS Lyndon Johnston dalam perang Vietnam yang justeru mempersulitkan kedudukannya sendiri.

Saat ini terdapat 38.000 pasukan AS yang bertugas di Afghanistan. Para pemerhati mengungkapkan, kemungkinan AS akan menambah pasukannya hingga mencapai 60.000 pasukan dalam beberapa bulan mendatang. Selain untuk mengantisipasi pertempuran yang makin meningkat, pasukan itu dikerahkan untuk menjaga keamanan menjelang ilihanraya di Afghanistan yang akan diadakan pada Ogos.

Beberapa tahun belakangan ini, hubungan antara pemerintah Afghanistan yang dipimpin Presiden Hamid Karzai diwarnai ketegangan. Terutama setelah terjadi beberapa kali insiden serangan pasukan AS yang mengorbankan warga awam Afghanistan. Presiden Obama sendiri menjaga jarak dengan Karzai dan mengkritik pemerintah Afghanistan "lepas tangan" atas persoalan di dalam negerinya.

"Saya sangat yakin anda (Karzai) tidak mampu memecahkan persoalan-persoalan di Afghanistan,iyaitu persoalan Taliban dan penyebaran ekstrimisme di kawasan hanya semata-mata dengan kekuatan militer. Kami akan menggunakan diplomasi, kami akan menggunakan cara yang membangun," kata Obama pada Canada Broadcasting Coorporation.

Pernyataan Obama kontradiktif dengan tindakannya yang menambah ribuan tentera dengan dalih meningkatkan keamanan di Afghanistan. (ln/aljz/prtv)

sumber

0 comments: