Sunday, March 8, 2009

ISRAEL Berambus dari Mauritania

Sejak hari Jumaat lalu, hubungan diplomatik antara Israel dan Mauritania secara rasminya putus ditandai dengan penutupan Pejabat Kedutaan Israel di Nouakchott, ibukota Mauritania.

Hubungan kedua negara itu merenggang menyusul agresi brutal Israel ke Jalur Gaza bulan Januari lalu. Mauritania memutuskan untuk membekukan hubungan diplomatik dengan Israel dan memerintahkan seluruh staff kedutaan Israel untuk meninggalkan Mauritania dalam waktu 48 jam.

Mauritania adalah negara Arab ketiga yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel, setelah Mesir dan Jordan. Negara itu sudah lebih dulu menarik dutanya di Israel sebagai protes atas agresi brutal Israel ke Gaza. "Ini merupakan konsekuensi logik setelah penguasa Mauritania Jenderal Mohammad Ould Aziz memutuskan untuk membekukan hubungan diplomatik dengan Israel saat mengikuti pertemuan tingkat tinggi di Doha," kata seorang pejabat pemerintah Mauritania.

Belum jelas apakah Mauritania akan membekukan hubungannya secara berterusan dengan Israel ataupun cuma sementara. Seorang pegawai di kementerian luar negeri Israel mengaku pihaknya tidak menerima pemberitahuan secara rasmi dari pemerintah Mauritania tentang pengusiran dutanya.

"Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya. Kami masih melakukan penelitian. Mereka tidak memberitahu kami bahwa mereka akan mengusir duta besar kami," kata pejabat tadi.

Ia menduga pengusiran itu bukan kerana agresi Israel ke Gaza, tapi kerana rencana kunjungan pemimpin Libya Muammar Gaadafi yang juga ketua Uni Afrika. "Mungkin mereka (Mauritania) cuma ingin menunjukkan bahawa mereka bersikap keras pada Israel," tuding pejabat Israel itu. (ln/aby)

sumber

0 comments: