Osama Bin Laden, menyerukan para pengikutnya memasuki Jordan, dan membebaskan al-Aqsa. Kernyataannya itu disampaikan melalui video yang diiarkan oleh Middle East Media Reseach Institute (MEMRI). Video yang dikeluarkan MEMRI itu, panjangnya 33 minit, dan dalam pernyataannya itu, Bin Laden menyatakan, memberikan mandat kepada para pejuang ‘ muslim’ untuk memotong kepala para pemimpin negara-negara yang bersebelahan dengan Israel, termasuk Jordan kerana merekalah yang membuat penderitaan para mujahidin.
Jordan merupakan negara yang bersebelahan dengan Israel, yang selama ini membela dan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Hanya Jordaa dan Mesir, di antara anggota Liga Arab, yang mempunyai hubungan resmi dengan Israel.
Hubungan diplomatik inilah yang menyebabkan negara-negara Arab yang berada di garis depan (front line) dengan Israel, tidak dapat berbuat banyak perkara dalam menghadapi Israel, dan cenderung berkolaborasi dengan Israel. Sehingga, mereka tidak memberikan dukungan secara terbuka terhadap rakyat Palestin, yang menghadapi penjajahan Israel. Ini merupakan akibat perang yang terjadi di tahun 1967 dan 1973, di mana negara-negara Arab garis depan dikalahkan Israel.
Bin Laden menegaskan kemenangan di Iraq, memberikan kesempatan bagi para pejuang Islam, yang telah memenangi perang di Iraq, memasuki Jordan, terus ke Tebing Barat, dan dari wilayah ini, dapat masuk ke Palestin. “Beberapa bulan akan datang, segala sesuatu akan pergi ke Jordan”, ujar Eli al Shech, seperti dikutip MEMRI. Ini menggambarkan perkembangan baru di Timur Tengah, yang menunjukkan arah yang semakin kuatnya pengaruh gerakan al-Qaidah.
Tapi, semua ini, tak lain semakin skeptisnya para penguasa Israel, yang melihat perkembangan bangkitnya umat Islam di Jordan, yang akhir-akhir ini semakin menampakkan jati dirinya. Hal ini, dicetuskan serangan tentera Zionis-Israel ke Gaza, yang menimbulkan korban warga Gaza yang cukup besar. Kemarahan di kalangan umat Islam di Jordan mendorong mereka untuk berusaha membebaskan Palestin, termasuk al-Aqsa yang sekarang ini menghadapi bahaya besar di mana Zionis Israel, terus menggali terowong yang mengancam Masjidil Aqsa.
Di Jordan, dua pertiga penduduk negeri itu adalah warga Palestin, sejak mereka diusir dari tanah air mereka oleh Zionis Israel. Bahkan, di kalangan para pemimpin Israel, mereka menyerukan agar warga Palestin , menggabungkan diri dengan Jordan, dan tidak mendirikan negara Palestin. Inilah cara Israel untuk mengusir penduduk Palestin dari tanah air mereka. (m/jp)
0 comments:
Post a Comment