Wednesday, June 17, 2009

Askar FILIPINA Jadikan Masjid Markas Tentera

Terungkap sudah tindakan militer Filipina yang menghina umat Islam, setelah mereka sering melakukan serangan ke wilyah-wilayah umat Islam Filipina sekarang militer malah melakukan pelecehan dengan menjadikan masjid sebagai kem militer mereka.

Muslim Moro meminta tentara Filipina tidak menggunakan masjid-masjid sebagai "kem militer" mereka, sembari mengatakan hal tersebut merupakan pelanggaran dari undang-undang antarabangsa.

MILF menyerukan kepada pihak militer Filipina untuk mengosongkan masjid-masjid dan tidak menggunakannya menjadi 'kem militer' mereka di Maguindanao khususnya di kota Datu Piang.

"Tindakan merubah masjid menjadi kem militer merupakan ketidakpedulian dan sikap tidak menghormati agama Islam dan perasaan umat Islam Filipina,"kata MILF dalam sebuah pernyataannya.

Syeikh Muhammad Muntassir,pimpinan komite dakwah MILF mengatakan bahawa masjid adalah tempat ibadah suci bagi umat Islam dan hanya digunakan untuk beribadah bukan untuk dijadikan kem militer, kantor detasemen ataupun pos pemeriksaan.

"Menggunakan masjid sebagai kem militer sama saja dengan mengubur hukum-hukum internasional,"katanya menambahkan.

Dia meminta pihak militer Filipina untuk mematuhi aturan undang-undang perang internasional.

MILF mengatakan bahwa tentera Filipina telah menduduki masjid-masjid yang ada di wilayah itu.

Filipina, sebuah negara kepulauan yang terletak di barat Samudera Pasifik, memiliki populasi sebesar 90 juta orang. Penduduk muslim sekitar 12 juta. Antara tahun 1450 dan 1515, dua kerajaan Islam didirikan di pulau Sulu dan Mindanao.

Sementara itu, seorang pejabat militer Filipina mengatakan pada hari Isnin kemarin bahawa pasukan mereka telah memasuki basis pejuang Muslim di wilayah selatan dan menewaskan hampir 100 pejuang Islam dalam 10 hari operasi militer yang mereka lakukan.

Militer Filipina terus secara ofensif melakukan penyerangan meskipun pemerintah Filipina mengatakan bahawa mereka akan kembali kepada proses perrdamaian, melakukan gencatan senjata dengan pejuang Muslim Moro dan berusaha mengambil peran yang lebih aktif untuk memulai kembali pembicaraan damai.

Pemerintah Filipina meluncurkan sebuah serangan militer di wilayah Moro sejak Ogos tahun lalu ketika Mahkamah Agung membatalkan kesepakatan perdamaian, yang ditandatangani antara pemerintah Filipina dengan Islam Moro Islamic Liberation Front (MILF).(fq/wb)

sumber

0 comments: