Bagi negara Belanda, kartun-kartun yang menghina Rasulullah Muhammad Saw bukan tindakan melanggar undang-undang. Berbeza dengan kartun-kartun yang isinya menentang Holocaust. Menerbitkan dan menyebarluaskan kartun-kartun anti-Holocaust adalah terlarang dan bakal dikenakan tindakan unang-undang di Negeri Kincir Angin itu.
Itulah pernyataan rasmi yang dikeluarkan oleh Pejabat Kejaksaan Agung Belanda (OM) menjawab bantahan dari komuniti Muslim di negeri itu atas perilaku anggota parlimen Belanda, Geert Wilders dan sebuah stesyenn televisyen tempatan, Nova, yang menampilkan kembali kartun-kartun Rasulullah yang pernah diterbitkan harian Denmark Jyllands Posten tahun 2005. Wilders juga memasang kartun-kartun itu di laman pribadinya.
Dengan selamaba, Kejaksaan Agung Belanda dalam pernyataan rasminya mengatakan,"Kartun-kartun itu tentang Nabi Muhammad, tapi jangan mengatakan apapun tentang Muslim." Lembaga hukum di Belanda itu mengabaikan fakta bahawa kartun-kartun tersebut telah menghina Rasulullah dan itu sama saja dengan menghina Islam dan umat Islam.
Dalam pernyataannya, Kejaksaan Belanda juga menyatakan bahwa mempublikasikan kartun-kartun Rasulullah bukan pelanggaran undang-undang dan bukan bentuk diskriminasi terhadap Islam, oleh sebab itu Wilder maupun stesen tv Nova tidak layak dibawa ke jalur undang-undang.
Anehnya, OM berpendapat bahwa kartun-kartun yang mengolok-olok Holocaust adalah sebuah kejahatan dan untuk itu mesti ada sanksi hukumnya. Bagi OM, kartun-kartun yang menentang Holocaust merupakan tindakan pelecehan terhadap ras dan agama Yahudi.
Kejaksaan Belanda mengancam akan mempekarakanlaman Arab-European League (AEL) yang telah memuatkan dua kartun tentang Holocaust, kecuali AEL mau menurunkan kedua kartun tersebut dari situsnya. (ln/iol)
0 comments:
Post a Comment