Saturday, August 29, 2009

CHINA Takut Negara Arab Memboikot


“Marhaban bikum,” sapa seorang penyampai berita itu. Marhaban bikum ialah sapaan pembuka bicara di rancangan berita di seluruh dunia. Namun kat-kata itu diucapkan oleh seorang perempuan bernama Chiang Lu, seorang China, yang membawakan rancangan berita di sebuah saluran televisyen asal Beijing.

Chiang Lu tidak mengenakan jilbab, namun ia fasih berbicara dalam bahasa Arab. Pasca kejadian Uighur, tampak sekali pemerintah China mendekati orang Islam. Salah satunya itu tadi. Beberapa minggu lalu China Central Television (CCTV) sudah mulai menayangkan berita dan acara yang berbahasa Arab, selama 24 jam.

Marc Lynch, seorang analis media Arab, merasa pelik terhadap perkembangan ini. Pertanyaan yang muncul, untuk apa China melakukan ini? Dan apakah ada orang Arab atau Islam yang bersedia menonton? Satu-satunya konsideran adalah ini merupakan sebuah rencana besar China dalam meraih simpati dunia Islam.

Kejadian Uighur belum lama ini, tampaknya membuat China tak tentu arah. Bagaimana tidak, barang-barang dan makanan asal China mengalir deras ke Arab, dan bukan tidak mungkin rasa keberpihakan penduduk Arab terhadap Muslim Uighur akan mempengaruhi konsumsi mereka terhadap barang produk China.

Sejauh ini, hal ini belum terbukti. Pasalnya, saluran-saluran televisyen China masih jadi kegemaran di Timur Tengah. Beberapa negara menjadi mitra China. Iran misalnya, menjadi mitra kuat bagi China, sedangkan Syria menjadikan China sebagai model pertumbuhan ekonominya. Toh, di Yaman sekarang ini, sudah membatalkan semua bisnes dengan China dan mereka mulai memboikot produk asal Negara Tirai Bambu itu. (sa/anews)

sumber


SATU UMAT: Musuh-musuh Islam sebenarnya gentar akan kuasa boikot umat Islam.

0 comments: