Thursday, August 27, 2009

Fatwa MESIR- Pemain Bola Boleh Tidak Berpuasa

Lembaga tinggi keagamaan Mesir telah mengeluarkan fatwa membebaskan para pemain pasukan bolasepak kebangsaan dari berpuasa selama bulan Ramadhan menjelang berlangsungnya pertandingan sepak bola antarabangsa, kata seorang pejabat, namun kebanyakan para pemain malah menolak fatwa tersebut.

Fatwa tersebut keluar menjelang kejuaraan dunia sepak bola di Mesir yang akan berlangsung tanggal 24 September nanti setelah Ramadhan berakhir telah mencetuskan kemarahan kelompok-kelompok Islam di negara itu.

Dar al-Ifta, lembaga negara yang memiliki autoriti untuk menjelaskan dan mengeluarkan fatwa-fatwa agama telah "mengizinkan" para pemain pasukan kebangsaan Mesir untuk membatalkan puasa mereka, agar tidak mengganggu selama latihan dalam persiapan menghadapi kejuaraan bolasepak di bawah umur 20 tahun, kata juru cakap persatuan sepak bola Mesir - Alaa Abdel Aziz kepada AFP.

"Namun para pemain menolak fatwa tersebut. Mereka tetap meminta untuk tetap menjalankan ibadah puasa," katanya menambahkan.

Dar al-Ifta menegaskan telah mengeluarkan fatwa tersebut dengan memberikan penjelasan bahwa "seorang pemain yang terikat pada kelabb dengan kontrak, Wajib untuk melaksanakan tugasnya sebagai pemain dan jika bermain sepak bola ini adalah sumber pendapatannya dan dirinya mesti ikut serta dalam pertandingan selama bulan Ramadhan dan dengan berpuasa mempengaruhi kinerja selama ia bertanding - maka ia diperbolehkan untuk membatalkan puasa, kata jurucakap Dar al-Ifta Ibrahim Nigm kepada AFP.

Pendapat oautoriti lembaga fatwa negara ini menyatakan bahawa "bagi mereka yang melakukan pekerjaan yang banyak mengeluarkan tenaga dan dapat menyebabkan tubuhnya menjadi lemah kerana berpuasa, maka dapat membatalkan puasanya," kata Nigm.

Namun fatwa ini menyebabkan front Ulama Al-Azhar, mengeluarkan pernyataan di laman mereka yang menentang dan mencela fatwa yang membolehkan tidak berpuasa tersebut.
"Bermain bola tetaplah bermain bola, dan bukan merupakan sebagian penting dari kehidupan yang dapat membenarkan seseorang tidak berpuasa dan membatalkan puasa selama bulan Ramadhan."(fq/aby)

sumber

0 comments: