Sunday, August 30, 2009

Media Indon: PAS Tolak Black Eyed Peas

Partai Islam di Malaysia patut di contoh oleh parti-parti Islam Indonesia. Parti Islam Malaysia berani dengan tegas membuat pernyataan dan menentang adanya kemaksiatan di negara tersebut seperti konsert-konsert muzik yang lebih banyak merosak moral anak muda.

Bandingkan dengan Indonesia yang Parti Islamnya lebih banyak dari yang ada di Malaysia, kita belum pernah membaca atau melihat ada parti Islam di Indonesia yang dengan tegas menolak, menentang secara tegas dan terbuka adanya aktiviti kemaksiatan seperti konsert-konsert muzik yang kebanyakan tidak bermoral tersebut diselenggarakan di Indonesia.

Umat Islam Malaysia telah dilarang untuk menghadiri sebuah konsert musik dari kumpulan Hip Hop asal Amerika - Black Eyed Peas yang ditaja oleh perusahaan bir Guinness yang dimiliki oleh kelompok usaha terbesar di dunia - Diageo.

Langkah ini dilakukan setelah pengadilan Islam di Malaysia memutuskan untuk menghukum seorang model Malaysia yang beragama Islam dengan hukuman dipukul rotan setelah dirinya tertangkap basah sedang meminum bir di sebuah hotel dan pada saat yang bersamaan parti Islam oposisi Malaysia sedang gencar-gencarnya melakukan upaya memberantas penjualan minuman bir.

Konser kumpulan Black Eyed Peas di Malaysia merupakan sebagian dari perayaan ulang tahun perusahaan Guinness yang ke 250 tahun, dan di dalam lamannya ada pertanyaan,"Apakah anda seorang non-Muslim yan berusia di atas 18 tahun ke atas?" dan jika jawabannya tidak, akses untuk masuk lebih jauh ke laman tersebut tidak diizinkan.

Umat Islam Malaysia menempati 55% dari 27 juta orang total jumlah penduduk Malaysia yang berada di Asia Tenggara dan sangat dibatasi dalam mengkonsumsi alkohol. Meskipun aturan tersebut banyak dilanggar oleh penduduknya, terutama di kota-kota besar seperti ibukota negara - Kuala Lumpur.

Kelompok bisnes Guinness sendiri telah menjual merk lain dari produknya di Malaysia dengan total penjualan sekitar 1.2 billion ringggit (sekitar 340.6 juta dollar) pada tahun 2008.
Bahkan tanpa minuman beralkohol pun, band-band luar negeri yang ingin menyelenggarakan konsert di Malaysia mendapat pengawasan ketat. Awal minggu ini, Parti Islam Semalaysia (PAS) menyatakan mereka menolak dan melarang kehadiran kumpulan dari Denmark - Michael Learns to Rock untuk mengadakan konsert karena akan menyebabkan rosaknya moral anak muda Malaysia.

Sejak 2007, PAS parti Islam oposisi terbesar di Malaysia telah melakukan kempen menentang penyelenggaraan konsert musik seperi Beyonce, Rihanna, Gwen Stefani dan Avril Lavigne.
Bila partai Islam di Indonesia menyusul melakukan tindakan serupa yang dilakukan PAS Malaysia?(fq/aby)

sumber

0 comments: