Saturday, August 22, 2009

Ramadhan- Golongan Tua Saja Dibenarkan Masuk al-Aqsa

Betapa sedihnya. Betapa nestapanya. Di bulan Ramadhan ini bagi muslim Palestin. Di mana penjajah Israel laknatullah telah melarang mereka memasuki Masjidil Aqsha. Penjajah Israel itu telah melarang dan membatasi bagi muslim Palestin,yang ingin beribadah di Masjidil Aqsha, hanya dibolehkan bagi mereka yang usianya sudah diatas 50 tahun.

Perlakuan yang sangat tidak adil ini, dan membatasi setiap warga muslim Palestin yang ingin melangsungkan ibadah di bulan suci Ramadhan ini, terutama di Masjidil Aqsha telah di lakukan pemerintah Israel. Mereka yang diizinkan hanya muslim yang usianya sudah 50 tahun. Para pemuda muslim dilarang mereka masuk ke Masjidil Aqsha.

Perlakuan yang sangat keji ini, dikemukakan oleh Uri Mendes, yang mengepalai koordinasi keamanan distrik dan sebagai penghubung di wilayah Jerusalem dan Tebing Barat. Mendes menetapkan bagi para pengunjung yang ingin memasuki tempat suci Islam ini, yaitu Masjidil Aqsha hanya mereka yang umurnya sudah di atas 50 tahun.

Sedangkan bagi para pemuda muslim yang usianya masih dibawah 50 tahun, tidak diizinkan masuk ke Masjidil Aqsha. Sedangkan untuk kaum wanita yang diizinkan masuk ke Masjidil Aqsha yang sudah berumur 45 tahun. Wanita yang usianya masih dibawah 30 tahun dilarang masuk ke Masjidil Aqsha.

Sementara itu, Dr.Yusuf Qardawi, yang menjadi pemimpin ulama sedunia itu, menyerukan kepada seluruh umat Islam agar malaksanakan shalat Jumaat di Masjidil Aqsha, pada Jum'at yang akan datang. (28/8/2009)

Qardawi yang juga menjadi Ketua Dewan Lembaga Al-Quds Internasional itu, menyerukan kepada para Menteri Wakaf di negara-negara Teluk, Khamis yang akan datang untuk memperingati 40 tahun pembakaran Masjidil Aqsha yang dilakukan Yahudi Australia (Baruck Goldstein), dan melaksanakan hari solidariti untuk Masjidil Aqsha.

Hal senada juga dikemukakan oleh anggota Parlimen dari Hamas, Mona,yang menegaskan bahawa Al-Aqsha dalam ancaman Israel, dan kondisinya sangat memprihatinkan. (m/pic)

sumber

0 comments: