
Dengan serangan-serangan mematikan yang masih terus terjadi dan sebenarnya tak ubahnya perang, kerja menguruskan mayat di Iraq telah berubah dari pekerjaan sederhana menjadi bisnes yang meledak.
"Sebelum invasi pimpinan Amerika, saya hanya punya satu upacara pemakaman untuk diurus," Ali Abdel-Kareem al-Shuwafi, 48, mengatakan dengan murung kepada IslamOnline.net hari Jumat, 30 Oktober. "Namun dalam empat tahun terakhir, saya terpaksa mengupah 12 karyawan dan 15 lainnya kerana terpaksa mengurus banyak upacara dalam hari yang sama."
Ratusan ribu warga Iraq mati dalam kekerasan yang menjangkiti Iraq sejak AS menyerang negara pada tahun 2003 untuk menggulingkan rejim Saddam Hussein.
"Kekerasan di Iraq mengubah hidup saya. Saya tahu bahwa itu bukanlah kalimat baik untuk dikatakan tetapi itu adalah benar, "kata Shuwafi. "Pembunuhan yang terus berlanjut di negara saya membantu saya menjadi orang kaya dan mampu memberikan kehidupan yang sangat baik untuk keluarga saya yang tahun lalu menderita dengan keperluan dari segala sesuatu."
Sebelum invasi AS, Shuwafi hampir tidak mampu memberikan keperluan-keperluan dasar kepada keluarganya.
Tapi hidupnya telah benar-benar berubah setelah pasukan AS menginvasi negara kaya minyak tersebut.
"Saya memutuskan untuk membuka sebuah toko di Baghdad dua tahun yang lalu yang mengurus semuanya, mengurus hari proses pemakaman dan upacara-upacara lainnya yang diminta oleh klien kami," katanya.
Shuwafi telah meminjam wang dari temannya untuk membuka toko.
"Setelah beberapa bulan, saya sudah boleh membayar kembali dan membuka dua toko yang lain, satu di Baghdad dan satu di Basra, di mana abang saya yang menguruskannya," katanya.
"Saya tahu saya sukses hari ini kerana orang yang menderita. Namun, saya tidak membunuh mereka dan hanya mengusahakan sesuatu untuk keluarga saya yang juga hidup dalam suasana sulit. Perang mengubah hidup saya lebih baik tapi saya kadang-kadang saya berharap bahawa hal-hal seperti sebelumnya dan saya akan berhasil memperbaiki keadaanhidup di bawah cara-cara lain yang ditawarkan oleh pemerintah."
Seperti Shuwafi, banyak pengurus pemakaman ini menjadi kaya mendadak dari kekerasan yang mematikan.
Sekadar informasi, keranda di Iraq sekarang biaya sekitar $ 80, naik $ 70 dari yang asalnya hanya $ 10 sebelum invasi AS.
Upacara lengkap menelan biaya mulai dari $ 150 sampai $ 400. Asalnya hanya 60 $ sebelum invasi.
Bahkan untuk mati di Iraq, Anda mesti memiliki cukup wang atau anda harus dikuburkan tanpa cara-cara Islam yang tepat. (sa/iol)
0 comments:
Post a Comment