Thursday, December 31, 2009

Agen2 CIA Terbunuh di AFGHANISTAN

Lapan warga AS menjadi korban serangan bunuh diri di markas militer AS yang terletak di provinsi Khost, tenggara Afghanistan. Dari lapan warga AS yang maut itu, beberapa di antaranya adalah agen CIA.

Pejabat AS di Kabul dan Jubir Kementerian Luar Negeri AS, Ian Kelly hari Rabu (30/12) mengesahkan terjadinya insiden itu. "Kami mengesahkan telah terjadi ledakan di provinsi Khost dan lapan orang Amerika terkorban," kata mereka.

Pihak AS tidak memberikan perincian para korban apakah semuanya warga awam atau tentera AS. Namun sejumlah laporan menyebutkan, diantara korban itu adalah agen-agen CIA.

Washington Post dalam laporannya mengatakan basis militer AS di Afghanistan "Forward Operating Base Chapman" yang digunakan oleh para agen mata-mata AS, menjadi sasaran serangan bom bunuh diri hari Rabu lepas dan sumber-sumber di AS mengesahkan bahawa lapan orang yang terkorban dan luka-luka dalam serangan itu besar kemungkinan adalah para pegawai CIA dan kontraktor AS.

Serangan bom itu merupakan serangan yang menimbulkan korban yang paling besar di kalangan personel intelejen AS dibandingkan serangan-serangan lainnya sejak invasi AS ke Afghanistan. Selama tahun 2009 saja, jumlah pasukan asing yang terkorban di Afghanistan mencapai 506 orang, 310 diantaranya adalah tentera AS.

Serangan bom bunuh diri kem militer AS di provinsi Khost kemarin, bersamaan dengan aksi protes rakyat Afghanistan di beberapa kota atas operasi militer yang dilakukan pasukan antarabangsa di pedalaman provinsi Kunar, dekat perbatasan dengan Pakistan, hari Ahad lalu. Dalam operasi tersebut, pasukan asing itu membunuh 10 warga awam termasuk anak-anak sekolah.

Sekitar 200 mahasiswa di Jalalabad melakukan long march, memprotes serangan pasukan asing itu dan menuntut agar pelakunya diadili. Sementara di kota Kabul, ratusan orang juga mengadakan aksi serupa dan mendesak AS untuk segera menarik pasukannya dari Afghanistan.

"Obama ! Bawa tentera-tenteramu keluar Afghanistan!" teriak para penunjuk perasaan yang menggunakan ikat kepala berwarna biru bertuliskan "Berhentilah Membunuh Kami!"

Pasukan NATO di Afghanistan menafikan telah membunuh warga awam dalam operasi militer yang dilakukan hari Ahad lalu. Seorang pegawai senior NATO mengatakan bahawa yang terlibat dalam operasi militer tersebut bukan pasukan NATO tapi pasukan khusus AS.

Menurut, Jurucakap International Security Assistance Force (Isaf) yang berada dibawah komando NATO, Kolonel Wayne Shanks, operasi militer di Kunar adalah operasi gabungan tentara Afghanistan dan pasukan asing. Ia juga mengatakan bahawa pihaknya sedang menyelidiki insiden di Kuna.

sumber

0 comments: