Friday, May 7, 2010

Israel Larang Keluarga Mabhouh Dapatkan Rawatan

Israel tidak mengizinkan Mohammad Al-Mabhouh keluar dari Jalur Gaza untuk berubat ke hospital, dengan alasan Mohammad terkait dengan kelompok teroris, kerana Mohammad adalah kerabat dari Mahmud Al-Mabhouh, komandan senior Hamas yang dibunuh oleh agen-agen Israel di Dubai bulan Januari lalu.

Sebelum Mahmud dibunuh, Mohammad pernah menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Jerusalem Timur. Setelah peristiwa terbunuhnya Mahmud, Israel melarang Mohammad masuk ke wilayah Israel untuk berubat meskipun keadaan kesihatannya memburuk.

Badan Intelijen Dalam Negeri Israel, Shin Bet menyatakan, alasan larangan itu kerana Mohammad dan keluarganya punya hubungan dengan para "teroris". Namun tuduhan itu dibantah Mohammad Al-Mabhouh.

"Pada bulan Disember 2009, saya masuk ke wilayah Israel untuk ke Ramallah, menjalani operasi kateterisasi jantung di sana. Dua hari kemudian, saya juga menjalani operasi di Rumah Sakit Al-Maqasid di Jerusalem, tapi operasi itu kelihatannya tidak banyak menolong. Para doktor di Gaza mengatakan bahwa saya harus menjadi operasi jantung terbuka, tapi sejak itu Israel melarang saya masuk ke wilayahnya, saya tidak tahu kenapa," ujar Mohammad.

Dia mengaku terkejut dengan larangan itu, kerana Mohammad sendiri bekerja sebagai pengurus di sebuah pam petrol di Tel Aviv selama 12 tahun dan pernah bekerja selama 2 setengah tahun di Netivot, di wilayah Israel. "Saya tidak pernah mengalami masalah keamanan atau sejenisnya. Saya tidak pernah ditangkap. Buktinya, beberapa hari sebelum peristiwa pembunuhan (Mahmud) saya menjalani operasi di wilayah Israel, dan tidak ada masalah dengan perizinan," sambung Mohammad.

Mohammad Al-Mabhouh mengaku hubungannya dengan keluarga Mahmud Al-Mabhuh tidak terlalu dekat. "Saya punya banyak masalah dengan ayahnya. Saya tidak peduli soal Hamas atau Fatah, saya cuma peduli dengan kesihatan saya. Saya punya 10 anak," tegasnya.

Kerana Israel terus menolaknya untuk mendapatkan ke luar Gaza, Mohmmad memutuskan pergi ke perbatasan Erez dengan harapan dia boleh melewati perbatasan itu untuk menyelamatkan hidupnya. "Kesihatan saya makin memburuk. Rasanya sakit sekali dan saya mengatakan pada diri saya sendiri bahwa saya mesti pergi ke perbatasan Erez atau saya akan mati, apapun yang akan terjadi, terjadilah," kata Mohammad pasrah.

Ia menyesalkan keputusan Israel yang melarangnya berubat ke wilayah Israel hanya kerana nama belakang keluarganya, Al-Mabhouh. "Padahal semua orang tahu, hubungan saya dengan keluarga Al-Mabhouh yang dibunuh itu, tidak begitu bagus. Mereka boleh menanyakan pada bos saya di pam petrol Paz, apakah saya membahayakan keamanan Israel? Bahkan setelah peristiwa intifada, bos saya tetap mempekerjakan saya kerana saya bekerja dengan baik," tutur Mohammad.

Tapi jurucakap Shin Bet tetap pada keputusan bahawa keluarga Al-Mabhouh dilarang masuk ke Israel atas alasan keamanan dan kecurigaan bahawa keluarga Al-Mabhouh punya hubungan dengan kelompok teroris.

Untuk sementara, Mohammad Al-Mabhouh terpaksa menahan sakitnya sendiri. "Saya duduk di pinggir pantai, kerana rasa sakit ini dan karena saya tidak berminat bicara dengan siapa pun. Jika saya mati, saya akan mati sendirian," tegasnya. (ln/Ynet).

sumber

0 comments: