Sumber-sumber keamanan mengatakan bahawa gerakan perlawanan Islam Hamas untuk waktu yang lama telah mencuba menanggapi usaha pihak perisikan Zionis Mossad dalam hal perekrutan agen mereka di jalur Gaza melalui internet.
Menurut akhbar Maariv, sumber-sumber keamanan mendakwa Hamas saat ini telah 'memperkerjakan' banyak pakar (hacker) dibidang teknologi dan komunikasi melalui internet.
Sumber tersebut mengakui bahawa usaha Hamas dalam hal ini telah menyebabkan 'terganggunya' banyak laman-laman Zionis Israel.
Informasi yang beredar sebelumnya menyebutkan bahawa saat ini Israel telah menggunakan laman jejaring sosial terkenal Facebook untuk merekrut mata-mata mereka di Jalur Gaza, dengan mengambil keuntungan dan kesempatan dari kondisi sosial ekonomi yang sangat sulit di sana.
Ihab Said Hussein, jurucakap Kementerian Dalam Negeri pemerintahan Hamas mengatakan: "Facebook adalah sesuatu yang sangat berbahaya kerana telah digunakan oleh orang-orang Israel untuk keuntungan mereka."
Hussein menambahkan: "Banyak orang tidak lagi memiliki rasa malu, mereka pergi ke kafe Internet dan berbicara melalui laman facebook dan mengumbar semua masalah peribadi mereka sehingga apa yang terjadi dengan isteri atau pacar mereka pun diungkapkan di sana."
Hussein menunjukkan badan intelijen Israel setelah mendapatkan calon 'agen' mereka, mereka kemudian menghubungi orang tersebut melalui telefon atau e-mail atau dengan agen mereka yang berada di Jalur Gaza dan menggunakan informasi yang diperoleh untuk menekan orang-orang tersebut agar mahu direkrut menjadi mata-mata.
"Internet memungkinkan Israel untuk menyesatkan orang-orang yang data-datanya telah mereka ketahui semua," kata Hussein.(fq/imo)
0 comments:
Post a Comment