Friday, May 28, 2010

Konvoi Bantuan ke Gaza Bertolak

Mavi Marmara kapal utama kafilah Freedom Flotilla to Gaza berpenumpang 750 aktivis kemanusiaan anggota parlimen dari 12 negara wartawan bersama 8 kapal lain akan menembus sekatan Israel menuju Gaza membawa bantuan kemanusiaan.

Dua belas orang anggota delegasi Indonesia dalam kafilah kapal kemanusiaan Freedom Flotilla (Armada Kebebasan) dijadualkan menaiki kapal Mavi Marmara sore ini jam 5 (jam 9 malam WIB) dari pelabuhan Antalya, di Laut Tengah, Turki. Keduabelas orang ini bergabung dengan sekitar 750 orang aktivis kemanusiaan, lebih 50 negara.

Tujuan perjalanan ini adalah menembus pengepungan angkatan laut Israel demi menghantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, kawasan Palestin yang sudah hampir 4 tahun terakhir ini diembargo baik secara militer, politik, dan ekonomi oleh Israel, Amerika Syarikat, Mesir dan lain-lain. Embargo itu disebabkan rakyat Gaza memilih untuk tidak tunduk pada tindakan penjajah Israel dan menginginkan kemerdekaan sepenuhnya bagi seluruh rakyat dan tanah Palestin yang sejak 63 tahun lalu dijajah Israel.

Kafilah Freedom Flotilla yang terdiri dari 9 kapal yang digerakkan oleh 6 organisasi non-pemerintah dari Turki, Britain, Sweden, Italy, Algeria dan Malaysia.

Di bawah kordinasi IHH (Insani Yardim Fakvi, organisasi kemanusiaan terbesar di Turki), delegasi Indonesia yang sejak Khamis minggu lalu berdatangan ke Istanbul, kini sepenuhnya siap berangkat ke Gaza.

“Dengan membersihkan hati dan meluruskan niat, hanya untuk mencari redha Allah, BismillahirRahmaanirRahiim… kami berdua belas mewakili 220 juta rakyat Indonesia, ikut dalam kafilah ini membantu saudara-saudara kita di Gaza yang sedang dizalimi sekaligus menyatakan ‘tidak’ kepada kebiadaban penjajahan Israel selama 63 tahun terakhir ini,” demikian dikatakan Ferry Nur, ketua delegasi Indonesia yang juga Ketua Umum KISPA (Komite Indonesia untuk Solidariti Palestin).

Kafilah Freedom Flotilla memutuskan tetap berangkat sesudah 2 hari tertunda kerana menunggu kedatangan kapal dari Britain yang terlambat. Rencananya 4 kapal dari Britain, 1 kapal dari Italy, 1 kapal dari Sweden, dan 3 kapal dari Turki tengah malam ini akan bergabung di perairan Cyprus untuk selanjutnya masuk ke perairan Gaza.

Fahmi Bulent Yildirim, Presiden IHH, menyatakan bahawa kafilah Freedom Flotilla akan berlayar dari perairan internasional langsung ke perairan Gaza yang jauhnya lebih 80 mil dari perairan yang dikuasai Israel. “Jadi sebenarnya tidak ada alasan bagi Israel untuk menghalangi masuknya kapal-kapal ini ke Gaza,” tegas Bulent.

Namun begitu, baik pemerintah Israel maupun kelompok-kelompok masyarakatnya, telah berkali-kali menyatakan akan menghalangi kedatangan kapal-kapal ini dengan berbagai cara. Mulai dari ancaman serangan militer, demonstrasi dengan 16 kapal, mahupun dengan menyiapkan bangunan dengan kapasiti 1000 orang yang akan dipakai untuk memenjarakan seluruh anggota kafilah Freedom Flotilla.

Sejak akhir minggu lalu, 3 buah kamera sudah terus menerus menyiarkan secara langsung (live) segala hal yang terjadi di kapal Mavi Marmara, kapal utama kafilah ini, yang disiarkan lewat TURKSAT 3A dengan downlink frequency 11,154, symbol rate 2222, polarization: horizontal, FEC: 5/6. Gambar-gambar itu disiarkan 24 jam sehari secara streaming maupun live di laman www.ihh.org.tr

Delegasi Indonesia bersepakat untuk berjanji setia dengan kepemimpinan kafilah di bawah Fahmi Bulent Yildirim, pria Muslim keturunan Kurdi, negeri asal Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi yang membebaskan kota Al-Quds dari penjajah.

Delegasi Indonesia terdiri dari tiga lembaga swadaya masyarakat KISPA, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), dan Sahabat Al-Aqsa, serta 5 orang wartawan dari Aljazeera Indonesia, TV-One, Hidayatullah.com, Majalah Alia, dan Sahabat Al-Aqsha.

Perkembangan perjalanan kafilah Freedom Flotilla dan delegasi Indonesia juga boleh dipantau melalui laman:

www.kispa.org

www.mer-c.org

www.hidayatullah.com

www.sahabatalaqsha.com

sumber

No comments: