Sunday, May 16, 2010

Kristian INDONESIA Terlalu Kurang Ajar!

BEKASI (Arrahmah.com) - Pelecehan agama Islam yang dilancarkan oleh para Kristian Radikal Bekasi secara bertubi-tubi, menuai penentangan yang keras dari seluruh elemen umat Islam Bekasi. Selepas solatlat Jumaat di Masjid Islamic Centre Bekasi, (14/5), ribuan umat Islam melakukan demonstarsi aman di halaman pejabat Datuk Bandar Bekasi. Mereka menuntut qisas (hukuman mati) terhadap para salibis yang menghina Allah dan Rasul-Nya.

Usai solat Jumaat di Masjid Islamic Centre Bekasi, ribuan umat Islam dari berbagai ormas Islam itu memenuhi Jalan Ahmad Yani menuju pejabat Datuk Bandar Bekasi. Aksi damai yang diterajui oleh Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) dan Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya itu meneriakkan takbir dan yel-yel meminta pelaku penghinaan Islam diadili, diusut dan ditindak tegas.

Aksi damai berlangsung tertib itu diikuti oleh berbagai ormas se-Bekasi, antara lain: Persatuan Islam (PERSIS) Kota Bekasi, Pemuda PERSIS Kota Bekasi, Dewan Dakwah Islamiyah (DDII) Bekasi, Forum Ummat Islam (FUI), Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Bekasi, Gerakan Reformasi Islam (GARIS), Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami (HASMI), Majelis Rasulullah, dll. Mereka mengusung spanduk bertuliskan pesan damai ”Hargai Pluralitas, Runtuhkan Tirani Minoriti."



Selain sepanduk dan bendera ormas, peserta aksi damai juga membawa poster foto Benny Tunggul, Datuk Bandar Mochtar Mohammad, Wakil Datuk Bandar Rahmat Effendi, dan foto seorang peserta pawai Kristian yang menari-nari di Masjid Agung Bekasi.

Poster Benny Tunggul diarak bertuliskan: “Penjarakan Benny Tunggul, Provokator dan Penjahat Agama,” “Benny Tunggul Penjahat Salibis,” “Benny Tunggul Musuh Islam Halal Darahnya, Mengandung: Penyulut Permusuhan Agama, Provokator, Penjahat Salibis, Memicu Perang Dan Konflik Agama, Anti Islam, Halal Darahnya..!!”

Sedangkan foto Datuk Bandar Bekasi Mochtar Mohammad bertuliskan “Mochtar Mohammad Makelar Gereja,” “Mochtar Mohammad Pendukung Salibis.” Lalu foto remaja peserta pawai yang membawa replica mahkota paus ke area Masjid Agung Al-Barkah Bekasi bertuliskan “Cari, Tangkap dan Penjarakan!”

Sesampai di depan pejabat Datuk bandar Bekasi, para perwakilan dari berbagai ormas berorasi menuntut Walikota Mochtar Mohammad untuk bertanggungjawab atas maraknya gerakan kristianisasi, maraknya gereja haram tak berizin, dan penodaan agama di Kota Bekasi.

Namun Datuk Bandar Mochtar Mohammad tak berjaya ditemui pendemo kerana sedang ada kunjungan kerja ke Gorontalo. Sebagai gantinya, para pendemo diterima secara terbuka oleh Sekretari Daerah Kota Bekasi Candra Utama, didampingi oleh Kapolres Metro Bekasi AKBP Imam Sugianto.

Candra berjanji akan mempertemukan para perwakilan ormas Islam dengan Datuk Bandar Mochtar Mohammad pada hari Isnin 17 Mei 2010.

“Hari Isnin Pak Walikota akan menerima kita semuanya. Dan suratnya sedang saya buat, apa yang menjadi harapan segenap umat Islam yang hari ini hadir akan saya sampaikan pada beliau,” ujarnya.

Usai menyampaikan penjelasannya, Candra dijulang oleh para pendemo untuk membacakan “Deklarasi Umat Islam Bekasi” di atas kereta pendemo. Deklarasi ini disepakati dalam Tabligh Akbar umat Islam di Masjid Agung Al-Barkah Bekasi, 9 Mei 2010. Deklarasi yang berisi 8 butir pernyataan sikap itu ditandatangani enampuluhan perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bekasi, ormas Islam, majelis taklim, pengurus masjid dan musholla se-Bekasi.

Dengan sangat koperatif, Candra membacakan Deklarasi Umat Islam Bekasi yang salah satu butir isinya adalah tuntutan qisas terhadap pelaku penghujatan Allah dan Nabi-Nya.

“Kami mengecam dan menentang keras segala upaya, tindakan dan kegiatan kristenisasi/pemurtadan terhadap umat Islam yang sering dilakukan oleh kaum Nasrani. Kami sangat tersinggung atas pelecehan, penghinaan terhadap Islam dan simbol-simbol umat Islam. Kami mengutuk serta menuntut qishas bagi para pelakunya,” tegas Candra dengan suara berapi-api.

Usai pembacaan Deklarasi Umat Islam Bekasi, para peserta aksi damai menginjak-injak dan membakar poster bergambar foto orang-orang yang dianggap bertanggungjawab atas maraknya pemurtadan, kristianisasi dan penodaan agama di Bekasi.

Aksi damai selanjutnya beralih menuju patung berhala di kawasan Harapan Indah Bekasi.

Demo menuntut qisas terhadap para Kristian Radikal ini adalah buntut dari pelecehan terhadap Al-Qur'an yang dilakukan alumnus SMP Bellarminus di SMAN 5 Bekasi dengan foto menginjak Al-Qur'an dan pose “Al-Qur'an Fuck You.” Belum usai kes di pecahan Al-Qur'an di SMAN 5 Bekasi, muncul lagi penodaan yang lebih dahsyat dalam ‘Blog Santo Bellarminus’ pada tanggal 21 April 2010 yang menamakan diri Gerakan Membasmi Islam (GMI). Dalam postingan berjudul “Habisi Islam di Indonesia,” ditulis berbagai hujatan terhadap Islam dengan mengejek Allah dan Rasulullah sebagai oknum Homoseks (gay). Penodaan lainnya, Al-Qur'an dihujat sebagai kitab sesat dan kitab seksual, Islam dilecehkan sebagai agama syaitan, dsb.

Belum usai kes penodaan SMAN 5 dan Blog Santo Bellarminus, muncul lagi penodaan yang tak kalah dahsyatnya. Alih-alih memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), umat Kristian mengadakan pawai mencatut Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi. Dengan dakwaan telah mendapat izin dari Datuk Bandar Mochtar Mohammad, dua puluhan peserta pawai berkostum Kristiani memasuki pelataran Masjid Agung Bekasi. Mereka menari-nari membuat formasi Pedang Salib.

Kemarahan warga Bekasi tak tertahankan lagi, mereka pun menuangkan dalam Deklarasi Umat Islam Bekasi pada Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Barkah Bekasi yang menuntut qisas terhadap para pelaku penodaan Islam. [voa-islam/arrahmah.com]

sumber

0 comments: