Friday, May 7, 2010

Masjid Akan Dibina di Ground Zero?

Rancangan untuk membangun masjid dua blok dari lokasi ground zero WTC telah mencetuskan perdebatan emosional antara penduduk setempat dan keluarga korban serangan teror 11 September 2001.

Cordoba House Project menyebutkan mereka akan membangun 15 pusat komuniti termasuk masjid, pusat pertunjukan seni, gym, kolam renang dan ruang publik lainnya.

Projek ini merupakan kolaborasi antara American Society for Muslim Advancement dan Cordoba Initiative, keduanya bekerja untuk meningkatkan hubungan toleransi antara pengikut agama.

Kedua kelompok telah mempresentasikan visi mereka ke Dewan Komuniti Manhattan pada hari Rabu malam lalu.

Ro Sheffe, anggota dewan yang menghadiri pertemuan tersebut, mengatakan bahawa projek pembangun itu tidak perlu mendapatkan persetujuan dewan.

"Mereka memiliki tanah, dan rancangan mereka tidak memiliki perubahan zonasi," kata Sheffe. "Mereka datang kepada kami untuk meminta pendapat kami dan untuk memberitahu kami rencana mereka itu murni sukarela yang berasal dari mereka.."

Ke-12 anggota yang ikut dalam pertemuan yang suara bulat untuk mendukung proyek tersebut. Anggota dewan masyarakat diangkat oleh presiden berfungsi sebagai penasihat presiden wilayah dan pejabat walikota.

Daisy Khan, direktur eksekutif dari masyarakat Islam, menjelaskan visinya terkait sebuah pusat aktivitas yang dipimpin oleh umat Islam, namun menurutnya pusat tersebut akan melayani masyarakat secara keseluruhan.

"Hal ini akan mewakili perasaan nyata dari komuniti muslim, untuk merayakan pluralisme di Amerika Serikat, dan juga agama Islam," kata Khan.

"Ini juga akan berfungsi sebagai platform utama untuk menguatkan silent majority dari umat Muslim yang tidak ada hubungannya dengan ideologi ekstremis dan ini akan menjadi momentum melawan kaum ekstrimis.."

"Waktu untuk pusat aktivitas seperti masjid telah datang karena Islam adalah juga agama yang ada di Amerika," kata Khan. "Kita perlu mengambil tragedi 9 / 11 dan mengubahnya menjadi sesuatu yang sangat positif."

Projek ini mendapat tinjauan yang beragam dari keluarga dan teman para korban 11 September.

"Saya fikir hal yang tepat untuk melakukannya," kata Marvin Bethea, yang merupakan seorang paramedis pada ground zero. "Saya kehilangan 16 teman-teman di sana namun umat Muslim juga terbunuh pada peristiwa 9/11. Ini akan menjadi pertanda baik bagi keyakinan beragama bahawa kita tidak mengutuk semua umat Islam dan umat Islam yang melakukan ini kebetulan ekstremis. Sebagai seorang berkulit hitam, saya tahu bagaimana rasanya diperlakukan secara diskriminasi ketika Anda tidak melakukan sesuatu yang salah."

Herbert Ouida, yang anak lelakinya terbunuh dalam serangan 9/11, mendukung projek pembangunan pusat aktiviti termasuk masjid yang dia anggap sebagai cara untuk menjambatani kesenjangan budaya.

Sebahagian warga yang lain mencela gagasan membangun masjid yang begitu dekat dengan tempat kerabat mereka terbunuh.

"Lower Manhattan harus dibuat menjadi tempat suci bagi orang-orang yang meninggal di sana," kata Michael Valentin, seorang pesara detektif kota yang bekerja di ground zero.

Sedangkan Barry Zelman mengatakan lokasi situs tersebut akan menjadi pengingat yang menyakitkan.

"Teroris 9/11 melakukan ini atas nama Islam," kata Zelman. "Ini adalah tanah suci di mana orang-orang mati, di mana adik saya dibunuh, dan berada dalam bayang-bayang agama, ini kemunafikan dan melanggar kesucian."

Namun, Khan menekankan bahawa serangan 9/11 juga membunuh umat Islam.

"Tiga ratus korban adalah Muslim, itu 10 peratus dari korban," katanya. "Kami semua warga Amerika tragedi 9/11 menyakiti semua orang termasuk masyarakat Muslim. Kita semua ini bersama-sama harus berjuang melawan ekstrimisme dan terorisme."

House Cordoba masih dalam tahap awal pengembangan. American Society for Muslim Advancement berharap dapat mengumpulkan dana bagi pusat aktivitas termasuk masjid tersebutagar dapat diselesaikan dalam tiga sampai lima tahun kehadapan.(fq/cnn)

sumber

0 comments: