Sumber keamanan di Filipina telah mengesahkan bahawa salah satu masjid di kota Cotabato di wilayah Mindanao, selatan negara itu mengalami serangan pengeboman pada malam Minggu lalu.
Menurut aparat keamanan, ledakan di masjid tersebut mengorbankan satu orang dan melukai enam orang lainnya, termasuk tiga orang mengalami luka serius dan dalam keadaan kritikal.
Belum jelas motif dibalik insiden penyerangan terhadap masjid itu. Masjid terletak hanya tiga puluh meter dari pos pemeriksaan pasukan pemerintah Filipina.
Perlu dicatat bahawa pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), telah menandatangani nota kesepahaman di ibukota Libya Tripoli setelah sesi pembicaraan yang diadakan di antara mereka atas bantuan World Islamic Call Society.
Menghadiri penandatanganan MOU tersebut adalah Sekretaris Asia Urusan Departemen Luar Negeri Libya, dan penasihat presiden Filipina untuk proses perdamaian Ainela Abaya, Presiden Front dan Moro Pembebasan Nasional Moro (MNLF) Nur Misuari, dan sejumlah pemimpin.
MOU dalam pertemuan itu mendesak agar kedua pihak untuk mengembangkan mekanisme untuk menerapkan perjanjian damai yang telah ditandatangani di antara mereka di Jakarta pada tahun 1996 lalu.(fq/imo)
0 comments:
Post a Comment