Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang merancang undang-undang untuk menerapkan peraturan yang lebih berat pada para tahanan dari kalangan pegawai keamanan Palestin yang berada di penjara-penjara Israel.
Netanyahu membuat undang-undang itu untuk menekan Hamas agar mahu menyetujui syarat Israel dalam negosiasi pertukaran tahanan. Selain itu, Netanyahu menginginkan agar aparat keamanan Palestin yang menjadi tawanan Israel juga diperlakukan seperti para pejuang Hamas memperlakukan Gilad Shalit, perajurit Israel yang sudah hampir empat tahun ditawan Hamas.
Terkait undang-undang tersebut, anggota parlimen Israel dari Parti Likud-partinya Netanyahu- Danny Danon menyatakan bahzwa undang-undang itu bertujuan untuk "memperbaiki situasi yang tidak menentu, di mana organisasi-organisasi pengganas menculik warga negara Israel untuk alat tawar menawar dan tidak memberikan kesempatan warga yang diculik untuk dikunjungi. Sementara anggota organisasi pengganas yang ditahan Israel diberi izin untuk menerima kunjungan."
Negosiasi pertukaran tahanan Palestin sebagai kompensasi untuk pembebasan Shalit antara Israel-Hamas, sampai saat ini masih menemui jalan buntu, meski seorang mediator asal Jerman sudah dilibatkan dalam negosiasi itu. Israel menuding Hamas melarang kunjungan terhadap Shalit, baik dari pihak keluarga mahupun dari Palang Merah Internasional (ICRC).
Pedahal tudungan itu sepenuhnya benar, kerana warga Palestin yang berada di penjara-penjara Israel pun diperlakukan sangat buruk dan banyak di antara mereka yang tidak diizinkan untuk dikunjungi sanak keluarganya oleh pegawai penjara Israel. (ln/hzt)
0 comments:
Post a Comment