Monday, May 10, 2010

Pantai Bogel TURKI Ditutup Sementara Waktu

Pemerintah Turki Sabtu lalu (8/5) akhirnya memerintahkan penutupan pantai bogel pertama di negara tersebut hanya enam hari setelah pantai khusus bagi yang gemar berbogel itu dibuka, dengan mengutip alasan terkait arsitektur.

Inspeksi teknis di hotel Adaburnu Golmar, yang menghadap Laut Aegean mengatakan bahawa salah satu teras hotel tidak dibangun sesuai dengan standard yang ditentukan dalam arsitektur desain.

Pihak berkuasa menyatakan bahawa hotel tidak akan dibuka kembali sampai kesalahan arsitektural ini segera diperbaiki. Pemilik hotel mengatakan dia berharap segala permasalahan pada hotelnya akan segera selesai menjelang Rabu akan datang.

Hotel Adaburnu-Golmar adalah hotel pertama di negara majoriti muslim yang menyediakan fasiliti khusus untuk bertelanjang bulat di pantainya dan secara eksklusif disediakan untuk orang asing.

Pembukaan hotel, yang terletak di kawasan peranginan terkenal baratdaya Marmaris, dianggap sebagai semacam revolusi kerana ini adalah pertama kalinya Turki secara rasmi memungkinkan orang untuk berenang di pantai secara telanjang.

Namun, pemerintah menekankan hotel tersebut hanya boleh membiarkan tamu-tamunya untuk telanjang hanya diperbolehkan di dalam bangunan hotel dan tidak di pantai umum di dekat hotel. Dan Hotel ini menyediakan shuttle bus khusus ke pantai untuk telanjang secara persendirian.

Par apelancong adalah salah satu sumber yang paling penting dari pendapatan nasional di Turki dan sebagian besar wisatawan berasal dari negara-negara Barat. Turki menawarkan pelancong musim panas di sepanjang pantai Laut Tengah dan Laut Hitam serta pelancong musim dingin di pegunungan di mana permainan ski sangat popular. Kompetisi ski biasanya berlangsung secara rutin di Dagh Alma Pegunungan dekat ibukota Ankara.

Sejak Turki memutuskan untuk mengapung Lira, nilai mata wang lokal terhadap dolar AS turun tajam, yang membuat negara ini menjadi tujuan pelancongan murah para pelancong dari seluruh Eropah, terutama Inggeris dan Jerman.

Pada tahun 2002, sekitar 14 juta pelancong masuk ke Turki dan pendapatan dari sektor itu sendiri sebesar 10 milyar dolar. Pada tahun 2005, jumlah itu meningkat menjadi 21 juta dengan pendapatan sebesar 16 billion.

Sejauh ini investasi asing di Turki, pelancongan menduduki peringkat kedua setelah industri otomotif.(fq/aby)

sumber

1 comments:

amir07_johor said...

setuju dgn pernyataan diatas