Monday, May 24, 2010

Penduduk Israel Jalani Latihan Suasana Peperangan

Israel pada hari Ahad ini (23/5) melancarrkan latihan pertahanan nasional selama lima hari untuk mempersiapkan penduduk Israel menghadapi keadaan darurat, menurut laporan pihak militer, yang mengatakan hal itu tidak ada kaitannya dengan setiap ancaman yang spesifik.

Latihan persiapan perang tahunan keempat, dengan kode "Turning Point 4," akan mencakup serangkaian tanda sebagai sebahagian dari pelatihan lapangan di daerah yang berbeza dan membunyikan siren selama 90 saat di seluruh negeri pada hari Rabu akan datang.

Sekolah-sekolah akan ambil bahagian dalam latihan siren tersebut, dengan para guru membimbing pelajar mereka menuju ke wilayah yang aman yang telah ditetapkan di mana mereka akan menunggu selama 10 minit.

Latihan juga akan mengevaluasi sistem peringatan telefon selular, dan warga di daerah tertentu akan menerima pesan teks yang bertuliskan "Have a nice day" yang ditandatangani oleh Komando depan militer, kata pegawai militer Israel.

Pemerintah setempat juga akan berlatih mendistribusikan perlengkapan pelindung pada hari Rabu depan di beberapa pusat keramaian yang ada di Israel.

Latihan ini telah menimbulkan kecurigaan bahwa Israel sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi perang.

"Kami tidak punya niat memulai perang di utara," kata Ehud Barak kepada wartawan menjelang sidang kabinet mingguan, menegaskan bahawa latihan ini tidak terkait dengan ancaman tertentu.

Pernyataan ini muncul setelah Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengatakan latihan militer Israel bertentangan dengan usaha perdamaian dan gerakan Hizbullah di Lebanon selatan telah memobilisasi ribuan pejuang mereka dalam menanggapi latihan perang Israel.

Deputi Menteri Pertahanan Israel Matan Vilnai menekankan bahawa Israel telah berkomunikasi dengan tetangganya, termasuk Syria, melalui perantara untuk meyakinkan mereka tentang latihan mereka bermaksud damai.

Perang 2006 yang menghancurkan, dicetuskan oleh serangan lintas-perbatasan pada patroli tentera Israel yang menghancurkan sebahagian besar Lebanon selatan, sebagian besar merupakan basis Hizbullah. Israel memperkirakan Hizbullah telah menyimpan lebih dari 40,000 roket.(fq/aby)

sumber

0 comments: