Wednesday, May 5, 2010

Syiah Bakal Memerintah IRAQ

Benarlah kiranya ancaman itu. Setelah melewati pilihanraya, kaum Syiah akan segera membentuk gabungan yang membuat mereka punya kesempatan untuk membangun pemerintahan berikutnya di Iraq. Saat ini, kekuatan Syiah di Iraq telah menjadi kekuatan terbesar kedua dalam pilihanraya electoral kemarin. Pembentukan aliansi ini diumumkan Selasa (4/5).

Kesepakatan koalisi terjadi antara Perdana Menteri Iraq Nouri al-Maliki dan koalisi konservatif Aliansi Nasional Syiah Iraq dan hal itu hanya membuat mereka terpaut empat kerusi parlimen dengan majoriti yang berkuasa.

Aliansi ini jelas berupaya mendominasi pemerintah Iraq dan selanjutnya mengasingkan minoriti Sunni yang kehilangan posisi mereka, setelah babak belur akibat jatuhnya Saddam Hussein.

Tapi tampaknya koalisi ini masih sangat rapuh. Terbukti, siapa yang akan menjadi perdana menteri masih dalam perebutan. Satu hal yang pasti, kekuatan Syiah Iran terasa sangat kuat dalam urusan rumah tangga Iraq.

"Meskipun sangat berisiko, koalisi telah sepakat untuk mengumumkan pembentukan sebuah blok parlimen tunggal," kata Abdul-Razaq al-Kazemi dari Aliansi Nasional Iraq.

Al-Kazemi, yang mengabaikan pertanyaan wartawan, didampingi oleh pejabat dari Negara Hukum dan pergerakan ulama radikal Muqtada al-Sadr, yang pengikut-pengikutnya membentuk kelompok terkuat dalam Aliansi Nasional Iraq.

Pilihanraya Irak pada tanggal 7 Mac sebenarnya tidak menghasilkan pemenang, dan hal ini memaksa negosiasi ekstensif antara faksi-faksi dan divisi politik selama hampir dua bulan kebelakangan ini. (sa/myn)

sumber

0 comments: