Friday, June 11, 2010

Erdogan - Bintang Baru Dunia Islam

Ada yang menarik dalam acara pertemuan forum tingkat tinggi ekonomi Turki-Arab yang baru dibuka.

Sewaktu perdana menteri Turki Recep Tayyip Erdogan diminta untuk naik ke atas podium pada acara pertemuan tingkat tinggi tersebut, para delegasi dari negara-negara Arab dengan spontan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada Erdogan, tindakan para delegasi Arab ini mencerminkan meroketnya populariti Turki di panggung dunia di tengah sengketa sekatan Israel terhadap Gaza dan adanya usulan sanksi PBB terhadap Iran.

Forum Ekonomi Turki-Arab dibuka dengan menyerukan adanya penyelidikan internasional terhadap serangan brutal pasukan komando Israel pada tanggal 31 Mei lalu terhadap kapal bantuan kemanusiaan yang menuju Gaza, dan hal ini menjadi topik yang ditekankan oleh Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Apakah kami akan tetap diam atas pembunuhan sembilan orang warga kami? Apakah kami boleh menutup mata tindakan preman terjadi di perairan antarabangsa?," kata Erdogan dalam forum Ekonomi Turki-Arab. "Mulai sekarang, hal seperti ni tidak boleh terus dibiarkan."

Setiausaha Agung Liga Arab Amr Moussa juga menuduh zionis Israel terus melakukan kekejaman dan serangan serta pelanggaran hak asasi manusia danundang-undang antarabangsa dan dirinya memuji sikap Turki yang berani menentang Israel atas serangan yang mengorbankan lapan aktivis Turki dan seorang remaja Turki-Amerika.

Israel berkeras bahwa pasukan komandonya bertindak untuk membela diri setelah diserang oleh para aktivis pro-Palestin di kapal Mavi Marmara.

Amr Moussa mengatakan sembilan orang yang mati "adalah para syuhada kita."

Populariti Turki di dunia Islam semakin melonjak kerana memimpin dunia dalam mengutuk serangan Israel terhadap kapal yang cuba mematahkan sekatan Israel di Gaza.

Turki - sebuah negara non-Arab dan merupakan negara majoriti Muslim - juga memenangkan dukungan antara sekutu Arab untuk menentang sanksi baru terhadap Iran, yang disahkan oleh Dewan Keamanan PBB Rabu lalu.

"Embargo dan pengucilan tidak akan berguna," kata Erdogan, menambahkan bahawa dunia mesti membayar harga yang berat sebagai akibat dari tindakan mereka seperti di Iraq dan Afghanistan.

"Ada ratusan ribu janda, siapa yang akan menjelaskan ini semua? Ada anak yatim, siapa yang akan menjelaskan ini? Mereka yang mengubah geografi ini dan mereka mesti bertanggung jawab."

Erdogan, bagaimanapun, mengatakan negaranya tetap akan bekerja untuk menjaga kesepakatan pertukaran-nuklear yang ditengahi Turki untuk menyelesaikan sengketa Iran di atas meja perundingan.

Dia sangat menolak tuduhan Barat bahawa Turki telah bergeser ke arah Timur, dan menggambarkan dakwaan tersebut seperti "maksud yang jahat" dan Barat berupaya untuk mencegah Turki dari membangun hubungan dengan dunia Arab.

Erdogan menunjuk soal investasi Perancis di Syria dan negara-negara Arab lainnya, dan menambahkan: "Namun ketika datang Turki untuk berinvestasi di negara-negara Arab atau sebaliknya, propaganda kotor sedang mencoba mereka (barat) lakukan untuk menghambat proses ini."(fq/aby)

sumber

0 comments: