Keganasan pecah lagi di Kirgistan hari Isnin (21/6) setelah polis menyerbu sebuah desa etnik Uzbek di Selatan, mengorbankan sekurang-kurangnya dua orang dan melukai 23 lainnya.
Pegawai-pegawai Kirgistan mengatakan operasi hari Isnin itu di desa Nariman dilakukan untuk mencari mereka yang disyaki penjahat dan senjata. Tapi kelompok-kelompok HAM mengatakan penggerebekan dekat kota Osh itu dilakukan sebagai balas dendam kerana terbunuhnya seorang polis akhir minggu lalu.
Saksi-saksi mata mengatakan bentrokan senjata pecah setelah pasukan keamanan memasuki desa itu. Sedikitnya tujuh orang ditangkap dan kelompok-kelompok HAM mengatakan sejumlah orang dipukui.
Wilayah Selatan tetap tegang selepas perang antara etnis Kirgis dan Uzbek yang pecah 10 Jun lalu di kota Osh dan Jalalabad dan mengorbankan sekitar 2000 orang. Sekitar 400 ribu orang melarikan diri menjauhi kekerasan, dan sebahagian mereka melarikan dirii ke Uzbekistan; sebahagian lagi berjejal di perbatasan. Banyak pelarian Uzbek yang masih takut kembali ke rumah mereka.
Ketika mengunjungi wilayah Selatan hari Isnin, presiden sementara Kirgistan Roza Otunbayeva bertekad tetap mengadakan referendum tentang konstitusi baru pada 27 Jun meskipun keadaan darurat masih berlaku di wilayah tersebut. Otunbayeva mengatakan penundaan akan mengakibatkan ketidakstabilitan lebih lanjut.(fq/voa)
0 comments:
Post a Comment