Bertan-tan bantuan kemanusiaan masih disita oleh zionis Israel yang merampas kargo dalam sebuah serangan berdarah terhadap konvoi internasional yang akan menuju Gaza.
Bantuan kemanusian tersebut sebesar 10000 ton bahan binaan, peralatan medik dan perlengkapan sekolah.
Agresi brutal Zionis Israel berlangsung selama konfrontasi antara pasukan komando Israel terhadap misi bantuan multinasional, Freedom Flotilla (Armada Kebebasan), di perairan internasional pada tanggal 31 Mei lalu. Serangan brutal itu mengorbankan sedikitnya 20 aktivis kemanusiaan.
Sebelumnya Zionis Israel menyatakan kepada media bahwa gerakan perlawanan Islam Hamas yang berkuasa di Gaza telah menolak bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan yang saat ini ada ditangan mereka (Israel).
Namun gerakan perlawanan Palestin pada Selasa kemarin (8/6) dengan tegas menolak dakwaan Tel Aviv bahwa mereka sebagai pihak yang tersalahkan kerana kargo bantuan kemanusiaan 'tidak mencapai tujuan asli mereka ke Jalur Gaza, Jerman Press Agency (DPA) melaporkan.
Jurubicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan, "Masalahnya adalah dengan pendudukan Israel, yang memaksakan kondisi dan mekanisme seperti yang mereka inginkan, dan bukan seperti organisasi internasional inginkan."
"Orang yang menolak adalah Israel, bukan Hamas," kata Barhoum, mengatakan bahawa Tel Aviv mencuba untuk melanjutkan menyesatkan pandangan masyarakat dunia.
Dia meminta masyarakat internasional untuk ikut campur untuk mengakhiri pengepungan Gaza. Hampir di tahun ketiga mereka, sekatan Israel terhadap Gaza telah menyebabkan warga Palestin kekurangan makanan, bahan bakar dan keperluan lainnya.(fq/prtv)
0 comments:
Post a Comment