Thursday, July 22, 2010

Hosni Mubarak Tenat?

Laporan tentang menurunnya kesihatan Presiden Mesir Husni Mubarak adalah palsu, kata menteri informasi Mesir pada hari Selasa (20/7), dua hari setelah sebuah akhbar Amerika mengatakan Mubarak sedang tenat karena sakit kanser.

"Presiden dalam kesihatan yang baik dan telah diberi surat keterangan sihat oleh doktor, setelah pembedahan kantung hempedu baru-baru ini di Jerman," kata Menteri Informasi Anas El Fekky dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

"Kami jelas memahami kepentingan dalam masalah ini kerana akan memberi gejolak terhadap geopolitik Mesir, dan peranan presiden sebagai kekuatan untuk stabiliti di Timur Tengah. Namun, laporan media yang diterbitkan soal kesihatan presiden didasarkan tidak lebih berasal dari rumor dan spekulasi tanpa fakta mendasar apapun, termasuk laporan baru-baru ini yang konon mengutip sumber intelijen anonim."

Sebuah artikel di The Washington Times pada hari Minggu lalu mengatakan Mubarak dianggap oleh sebagian besar badan intelijen Barat menderita kanser ganas terminal yang mempengaruhi perut dan pankreasnya.

Laporan mengutip pejabat intelijen sentral Eropah yang mengatakan pemimpin berusia 82 tahun itu memiliki kurang dari satu tahun untuk bertahan hidup.

Desas-desus tentang kesihatan Mubarak telah beredar sejak masa lalu kerana dia tidak menunjuk penggantinya. Dia tidak memilih wakil presiden, dia memegang posisi presiden sebelum mengambil alih jawatan presiden di tahun 1981.

Presiden telah kembali ke jadual pertemuan reguler dengan para pejabat yang mengunjunginya sejak menjalani operasi di Jerman setelah ia kembali dari Hospital Universitas Heidelberg pada bulan Mac. Pada hari Minggu dia bertemu dengan para pemimpin Palestin dan Israel dan pegawai lainnya.

Dia juga tampil di televiyeni Mesir pada hari Selasa dalam rangka menghadiri upacara wisuda bagi akademi polis Mesir. Rekaman televisyen menunjukkan Mubarak berdiri untuk menyematkan pin medal padapara lulusan.

Laporan Washington Times terbaru telah mempertanyakan kesihatan presiden.

Sedangkan akhbar Economist menerbitkan sebuah laporan minggu ini yang menggambarkan kesihatan Mubarak sebagai "tidak baik".

Mesir minggu lalu membantah sebuah laporan di akhbar Libanon Safir yang menyebutkan bahawa Mubarak akan pergi ke luar negeri lagi untuk perawatan.

Pialang saham di Mesir mengatakan mereka tidak mendengar apapun spekulasi baru tentang kesehatan Mubarak pada hari Selasa kemarin, namun laporan terbaruboleh menempatkan beberapa tekanan pada pasar.

Mubarak belum mengatakan apakah dia akan mencalonkan diri untuk penggalkeenam dalam pemilihan presiden pada tahun 2011. Jika tidak mencalonkan diri, anaknya Jamal Mubarak (46 tahun) dipandang sebagai kemungkinan pengganti Mubarak. (fq/aby)

sumber

0 comments: