Ejen-ejen Mossad yang melakukan pembunuhan terhadap pegawai tinggi Hamas di Dubai bulan Januari lalu, begitu lihai dalam menyembunyikan identiti mereka. Selain memalsukan paspor sejumlah negara, agen-agen intelijen Israel itu juga telah melibatkan dua perusahaan AS dalam operasi pembunuhan itu.
Pasukan penyelidik AS berhasil mengidentifikasi dua perusahaan AS yang bergerak dalam bisnes berbasis internet dalam kes pembunuhan komandan Hamas, Mohammad Al-Mabhouh. Pasukan penyelidik menemukan data pengiriman wang dari perusahaan itu ke rekening yang digunakan mereka yang disyaki pelaku pembunuhan.
Menurut pasukan penyelidik AS, mereka yang disyaki pelaku pembunuhan menggunakan identiti sebagai pekerja separuh waktu, mereka menyembunyikan sumber kiriman wang menggunakan wang tersebut untuk membeli tiket pesawat dan traksaksi lain yang sengaja dirahsiakan. Namun pasukan penyelidik menyatakan, dua perusahaan AS tersebut kemungkinan tidak sadar bahawa wang mereka sudah digunakan untuk sebuah operasi jenayah.
Dua perusahaan tersebut adalah Elance Inc dan Rent a Coder atau vWorker.com. Perwakilan dua perusahaan itu mengaku tidak tahu pasukan penyelidik AS sedang menyelidiki perusahaan mereka dan sampai saat ini belum menerima pemberitahuan tentang hasil penyelidikan. Sementara pasukan penyelidik AS menyatakan akan meminta keterangan dari para pegawai kedua perusahaan tersebut yang menangani transaksi-transaksi dengan para tersangka pembunuhan Al-Mabhouh.
Perisik AS memberikan perhatian pada kes ini setelah polis Dubai menyatakan bahawa Mossad menjadi pihak yang disyaki utama kes pembunuhan Komandan Hamas tersebut. Mohammad Al-Mabhouh ditemukan terbunuh di kamar hotelnya di Dubai pada 19 Januari 2010. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahawa Al-Mabhouh meninggal kerana dibunuh. Di Palestin, Al-Mabhouh merupakan salah satu pejuang Hamas yang menjadi incaran militer Israel. Israel menuding Al-Mabhouh yang telah merencanakan sejumlah serangan ke Israel dan menyeludupkan senjata-senjata ke Palestin.
Penyelidikan Polis Dubai berhasil mengungkap bahawa pelakunya adalah perisikMossad yang masuk ke Dubai dengan memalsukan pasport sejumlah negara antara lain Jerman, Britain dan Australia dan beberapa negara lainnya. Polis Dubai juga meminta pemerintah AS untuk membantu penyelidikan dengan menelusuri aliran dana mereka yang disyaki yang berasal dari AS.
Atas hasil temuan tim penyelidik, seperti biasanya Rumah Putih tidak mahu berkomentar jika kejahatan itu melibatkan sekutu dekatnya, Zionis Israel. (ln/PalNewsNet)
0 comments:
Post a Comment