Monday, September 6, 2010

Ulama Pilihan SAUDI Sahaja yg Dibenarkan Berfatwa

Arab Saudi telah menyekat laman internet dari seorang ulama Muslim, yang terkenal kerana mendedikasikan diri mengeluarkan fatwa kepada para pengunjung yang sedang mencari konsultasi agama, lapor laman Al-Arabiya.

Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi Komisi Saudi (CITC) menyekat akses ke situs Islam-qa.com (Islam: Pertanyaan dan Jawaban) yang berpusat di Syria milik dari Syeikh Muhammad al-Munajid kerana dianggap melanggar perintah kerajaan yang mengatakan hanya ulama yang ditunjuk kerajaan saja yang dapat menerbitkan fatwa, lapor Alarabiya Jumaat lalu (3/9) di lamannya.

Awal bulan ini, Raja Saudi Abdullah bin Abdulaziz mengeluarkan keputusan, membatasi penerbitan fatwa hanya kepada ulama yang hanya disetujui oleh Dewan Ulama Senior atau ulama yang telah ditunjuk rasmi oleh kerajaan.

Langkah itu muncul setelah beberapa fatwa yang dikeluarkan oleh para ulama independen dianggap telah mencetuskan perdebatan panas di kerajaan Saudi.

Keputusan pembatasan fatwa ini muncul setelah sejumlah ulama popular mengeluarkan fatwa di media publik. Dewan penasihat kerajaan yang kontroversial Syaikh Abdul Muhsin al-Ubaikan telah dilaporkan berhenti dari memberikan pengajian pagi sehari-hari di acara radio setelah keluar keputusan kerajaan tersebut.

Program lain yang menampilkan live show setiap hari dari Syeih Abdullah al-Rukban, mantan anggota Dewan Ulama Senior, dihentikan dari udara untuk alasan yang sama.

Ulama terkenal lainnya, syeikh Yussuf Ahmad, diperintahkan minggu lalu untuk berhenti memberi fatwa yang dianggap ilegal setelah ia menyerukan memboikot jaringan supermarket yang mempekerjakan wanita sebagai pelayan kerana melanggar hukum Islam.

Menurut laporan Al Arabiya, banyak sarjana telah menghapus bahagian fatwa dari web Web mereka setelah adanya keputusan dari CITC.(fq/xinhua)

sumber

0 comments: