Israel mengenakan status tahanan rumah terhadap Karem Daaana seorang kanak-kanak Palestina berusia 13 tahun. Sebelum dikenakan tahanan rumah, Israel sempat memasukkan kanak-kanak Palestin yang masih duduk di kelas 7 itu ke penjara Ofer selama enam hari.
Daana yang berasal dari kota Al-Khalil, Tebing Barat ditangkap oleh tentera Israel pada akhir September lalu dengan tuduhan melempar tentera Israel dengan batu. Ia dibebaskan setelah keluarganya membayar jaminan sebesar 3.000 shekel tapi setelah keluar penjara Israel mengenakan status tahanan rumah terhadap Daana.
"Apa yang sudah ia lakukan sehingga harus menerima hukuman seperti ini? Dia tak dapat sekolah selama hampir satu setengah bulan ini," keluh kakek Daana.
Saat ini Daana tinggal di rumah pamannya dan oleh pihak berkuasa Israel dilarang keluar rumah, termasuk ke sekolah. Teman-teman dan gurunya selalu mengunjunginya untuk mengajarkan pelajaran sekolah yang tertinggal.
Kakek Daana mengatakan, cucunya itu juga menderita sakit kulit, kulitnya berjamur dan mengelupas, tapi keluarga tidak berani membawa Daana ke dokter kerana takut ketahuan pihak Israel dan khuatir Daana akan disumbatkan ke penjara lagi kerana melanggar aturan.
"Jika Israel menganggap Daana melanggar status tahanan rumah, Daana boleh saja disumbatkan kembali ke penjara bersama pamannya yang telah memberikan jaminan, kami tidak mahu mengambil risiko itu," kata datuknya.
0 comments:
Post a Comment