Laman internet Israel "Central Issues" dalam laporannya menyatakan bahawa agen-agen Mossad bertanggung jawab penuh atas pembunuhan keji terhadap Mahmud Mabhuh yang merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam sayap militer Hamas Briged Al-Qassam dan termasuk komandan senior serta salah seorang pendiri briged Al-Qassam.
Mahmud memasuki Uni Emirat Arab pada minggu ketiga tanggal 19 Januari yang lalu, namun tubuhnya ditemukan tidak bernyawa di sebuah hotel tempat dia tinggal selama di Dubai.
Masih menurut laman Israel tersebut, pembunuh Mahmud berjumlah empat orang dan merupakan agen-agen Mossad yang dilengkapi dengan informasi yang tepat mengenai keberadaan Mahmud selama kunjungannya di Dubai.
Laman itu juga menyatakan bahawa penyelidikan kes pembunuhan terhadap Mahmud, kuat dugaan terkait dengan rencana Mahmud membeli senjata dari Iran dan rencana penyusunan rute penyelundupan senjata-senjata itu ke Tebing Barat.
Sedangkan menurut hasil penyelidikan resmi dari polis Dubai yang mendakwa telah berhasil mengungkap misteri kematian Mahmud Mabhuh, menyatakan bahawa kumpulan penjenayah terkenal Eropah lah yang berada di belakang pembunuhan Mahmud.
Pejabat berita Dubai mengutip pernyataan seorang pegawai keamanan uni emirat Arab di Dubai, mengatakan pihakpolis tidak akan lagi menyatakan bahawa kejahatan atau pembuhuhan terhadap Mahmud sebagai kejahatan yang tidak diketahui atau misterius, kerana menurut hasil penyelidikan polis, Mahmud dibunuh oleh kumpulan penjenayah yang kebanyakan beranggotakan orang Eropah.(fq/imo)

Sumber media Israel mengungkapkan bahawa Israel akan meluncurkan satelit berukuran kecil untuk memantau negara-negara Arab selama dekad kedepan, hal ini menunjukkan satelit baru Israel tersebut akan meningkatkan kemampuan intelijen ke Tel Aviv.


Para pakar yang berkonsentrasi pada wilayah Asia tengah, memprediksikan Rusia akan berubah menjadi negara Islam di sekitar tahun 2050 nanti. Mereka berharap negara seperti Mesir terus merangkul negara-negara persemakmuran Rusia yang berpenduduk Muslim yang mencintai serta menjaga nilai-nilai Islam dan budaya Arab. Dari negara mereka telah lahir para ulama ternama di berbagai bidang ilmu keislaman, seperti Imam Bukhari dan Tirmizi, serta ulama lainnya yang banyak memberikan pengaruh dan kontribusi kepada dunia Islam.
Satu-satunya penjana elektrik di Gaza akan berhenti beroperasi minggu ini kerana ketiadaan bahan bakar. Direktur Penjana Elektrik di Gaza, Rafeeq Maliha menyerukan autoriti Palestin untuk segera menyediakan bekalan bahan bakar. Kenadaan warga Gaza yang sudah sedia buruk akan makin memburuk kerana tidak adanya sumber listrik.
Beginilah nasib menjadi "public enemy" (musuh masyarakat), ke mana-mana selalu menjadi sasaran kemarahan orang, hal inilah yang dialami oleh menteri prosedur keamanan Zionis Israel.
Hamas menyatakan pihaknya tidak melakukan pelanggaran terhadap undang-undang antarabangsa dan tidak melakukan jenayah perang seperti yang didakwakan Richard Goldstone dalam laporannya tentang perang di Gaza tahun 2008.
UNESCO bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Perancis saat ini sedang menggarap sebuah projek yang mereka sebut "Projek Aladdin", projek ini bertujuan untuk "mendidik" umat Islam tentang sejarah penderitaan Yahudi dalam peristiwa Holocaust dan dalam hubungannya dengan kembalinya ibu kota Eropah serta Amerika Utara.
Pemimpin pemberontak Syi'ah Houthi Yaman menyatakan gencatan senjata dengan militer Arab Saudi dan mengatakan kelompoknya akan menarik diri dari wilayah kerajaan Saudi, TV Al Arabiya TV melaporkan hal itu pada hari Isnin kemarin (25/1).
Pihak intelijen Mahmud Abbas dari autoriti Palestin Sabtu malam lalu (23/1) telah menculik enam anggota Hizbut Tahrir Palestin selama penggeledahan yang dilakukan di kota Dora dan Daheria, wilayah selatan kota Al-Khalil.
Sekitar 3 juta umat Islam pada hari Ahad lalu (24/1) mengakhiri "muktamar umat Islam dunia" di tepi sungai Turag kota Tongi, 20 km sebelah utara ibukota Dakha Bangladesh dan acara mukatamar ini merupakan pertemuan umat Islam terbesar kedua di dunia setelah ibadah Haji.
Bishwa Ijtima dilaporkan pertama kali diadakan pada tahun 1966 atas prakarsa seorang ulama India yang juga merupakan konseptor Jemaah Tabligh - Syaikh Maulana Ilyas. Awalnya Syaikh Maulana Ilyas memulai kegiatan Bishwa Ijtima dengan sekelompok kecil masyarakat Muslim yang peduli dengan umat Islam dan berkumpul di sebuah masjid di Tongi dan atas usaha dakwahnya, saat ini Bishwa Ijtima boleh dihadiri oleh jutaan umat Islam yang datang dari seluruh dunia dan dalam beberapa tahun terakhir Ijtima tersebut menjadi pertemuan umat Islam dunia terbesar kedua setelah ibadah Haji.
Acara pertemuan Jemaah Tabligh seluruh dunia ini dimulai pada hari Kamis lalu (22/1) selama 3 hari berturut-turut dan berakhir pada hari Ahad (24/1), beberapa tokoh penting tampak hadir dalam acara ini termasuk Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dan salah seorang pemimpin pembangkang Bangladesh, Khalida Zia.
Sumber-sumber keamanan Mesir di kota Mansura ibukota delta Nil, melaporkan bahawa pihak keamanan pada hari Ahad kemarin (24/1) telah menahan sembilan anggota Ikhwanul Muslimin di daerah tersebut.
Ketua Biro Politik pada Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) Palestin Khalid Mishal memperingatkan dunia Islam, utamanya negara-negara Arab, akan robohnya Masjid al-Aqsha di Jerusalem (Alquds) akibat aktiviti penggalian yang terus menerus dilakukan pihak Israel.
Pegawai pemerintah Nigeria menyatakan mereka mengeluarkan ratusan mayat dari sebuah masjid. Mayat-mayat tersebut merupakan korban pembantaian yang dilakukan oleh aktivis Kristian yang membantai umat Islam yang tidak bersalah.
Kuburan dirosakkan dan dicorat-coret dengan grafiti rasis ditemukan di desa Awarta, Palestin di utara Tebing Barat setelah kelompok Yahudi mengunjungi daerah itu.

Presiden Venezuela Hugo Chavez kembali melontarkan tudingan serius pada AS. Dia menyifatkan gempa bumi yang menimpa Haiti bukan gempa bumi biasa tetapi disebabkan oleh persenjataan milik AS. Menurut Chavez, gempa yang menggoncang Haiti tanggal 12 Januari kelmarin adalah dampak dari ujian "senjata tektonik" yang dilakukan AS.
Deras dan tingginya arus banjir bandang yang sejak Rabu (20/1) lalu meredam wilayah Provinsi Sinai Utara dan El-Arish, Mesir, rupanya tak hanya berdampak pada hancurnya rumah dan bangunan-bangunan di wilayah tersebut, tetapi juga merontokkan projek tembok besi yang dibangun dan ditanam di sepanjang wilayah perbatasan Mesir-Gaza.
Akhbar berbahasa Arab Al-Sharq Al-Awsat yang terbit di London menyebutkan, kelompok Hizbullah di Lebanon dan negara Syria sudah bersiap-siap untuk menghadapi serangan mendadak Israel yang boleh terjadi pada bila-bila masa.