Sunday, January 30, 2011

Fatah Minta Bantuan Barat Cari Pembocor Dokumen

Seorang pegawai tinggi Palestin mengatakan hari Khamis (28/1) bahawa dia telah meminta Amerika Syarikat, Britain dan Perancis untuk membantu membawa tiga warga negara mereka untuk dimintai keterangan berkaitan kebocoran besar dokumen rahsia Palestin.

Ketua negosiator Saeb Erekat mengatakan tiga orang itu termasuk mantan petugas intelijen Britain, seorang karyawan Amerika TV Al-Jazeera dan warga negara Perancis. Ia mengatakan ia tidak menuduh mereka telah melakukan kesalahan, namun ingin mereka untuk tampil di hadapan komite investigasi.

Al-Jazeera, sebuah stesenn satelit Arab berbasis di Qatar, minggu ini menerbitkan kutipan dari apa yang dikatakan ratusan dokumen yang mencakup satu dekad perundingan Israel-Palestina. Stasiun TV, yang banyak dilihat di dunia Arab, menuduh bahawa Presiden Palestin Mahmoud Abbas diam-diam membuat konsesi besar ke Israel.

Abbas dan para pembantunya mengatakan mereka adalah korban kempen kotor.

Kebocoran telah meningkatkan persaingan sengit antara Abbas dan Hamas, yang merebut Jalur Gaza dari presiden Palestin dalam pengambilalihan kekerasan pada tahun 2007.

Pada hari Rabu lalu, ribuan orang berdemo di Gaza dalam tunjuk perasaan yang dipimpin Hamas, menuduh Abbas sebagai pengkhianat dan mereka membakar patung Abbas.

Pada hari Khamis (28/1), ratusan orang berunjuk rasa di Gaza City, membakar foto Abbas dan membesarkan gambar dermawan Al-Jazeera, para emir Qatar.

Salah Bardawil, seorang anggota parlimen Hamas, mengatakan kepada kerumunan orang bahawa "mereka pengkhianat dan mereka yang berfikir untuk mengorbankan segala hak kita" mesti diadili.

Di Tebing Barat, ribuan pendukung Fatah meneriakkan slogan-slogan menentang Al-Jazeera dan mendukung Abbas pada hari Khamis. Mereka juga membakar foto dua pemimpin tingi Hamas. (fq/ap)

sumber

0 comments: