Friday, January 28, 2011

MESIR - Al Baridei Bakal Presiden Mesir?

Para aktivis yang umumnya anak-anak muda, mereka menunjukkan kekuatan, di tengah hari, menjelang Jumaat, 19 Februari, mereka membawa bendera dan gambar El Baradei, ketika pemenang hadiah Nobel itu menjejakkan kakiknya di lapangan terbang internasional Kaherah. Para aktivis yang terdiri dari anak-anak muda, mereka mendeklarasikan El Baradei calon 'Presiden Mesir'.

Mohamed El Baradei pernah menduduki posisi yang sangat penting sebagai Ketua IAEA (International Atomic Energy Atomic Agency) badan di PBB. Sekarang mendapatkan dukungan kalangan oposisi untuk menggantikan Hosni Mubarak. Kalangan pembangkang termasuk Ikhwanul Muslimin mendukung El Baradei untuk menjadi calon presiden Mesir, menggantikan Mubarak.

Rakyat Mesir memasuki tahap akhir perjuangan mereka yang akan mengakhiri rejim diktator Mubarak yang berkuasa selama 30 tahun. Mubarak yang sudah 'gaek', dan berumur 81 tahun, sesudah pilihanraya parlemen yang lalu, yang dimenangkan NDP, masih menginginkan kembali ke tapuk kekuasaannya, pada pemilihan 2011 ini.

Mubarak belum memberikan kejelasan apakah anaknya Gamal, yang menggantikannya ketika ia berhalangan. Tetapi, Gamal sekarang sudah melarikan diri ke London. Tetapi, gagasan Mubarak yang ingin menjadi negeri yang berpenduduk 80 juta berjalan seperti monarkhi ini, mendapatkan tantangan yang keras dari kalangan pembangkang.

Mohamed El Baradei di nilai figur yang independen, yang boleh diterima semua kalangan, kalangan liberal, parti-parti pembangkang, dan kalangan Islamlis, termasuk Ikhwanul Muslimin. Menurut Baha' Ahmed, yang seorang ahli pharmasi, mengatakan, "Rakyat berbagai kalangan mendukungnya, seluruh Mesir, El Baradei politiknya sangat independen", ucap Baha' Ahmed.

Orang-orang datang menjelang malam yang memberikan dukungan kepada El Baradei, dan mengutuk Mubarak. Mereka mendukung tokoh yang pernah menjadi diplomat itu, dan mendapatkan hadiah Nobel, dan sekarang menjadi pemimpin pembangkang Mesir untuk menggantikan Mubarak. "Kami mencintai Mesir, tetapi menentang pemerintah. Percaya kepada saya, semua rakyat Mesir memusuhi Mubarak", ucap Ayman Helman, seorang manager perusahaan di Kaherah. "Mesir mempunyai 1.000 alternatif. Dan El Baradei diantaranya", tambahnya.

El Baradei pernah bekerja sebagai pengawas senjata nuklear selama 12 tahun, dan tinggal di Wina, berhadapan dengan pemerintahan Bush, berkaitan dengan isu nuklear Iraq, ketika AS melakukan invasi ke Irak tahun 2003. Tahun 2005, El Baradei mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian atas jasanya dalam rangka pengurangan senjata nuklear.

Tetapi, apakah nanti El Baradei akan berjaya sampai ke puncak kekuasaan di Mesir sebagai Presiden? Semuanya masih bergulat menghadapi rejim Mubarak, yang mencuba terus bertahan menghadapi gerakan rakyat yang menginginkan perubahan. (m/tm)

sumber

No comments: