Saturday, January 29, 2011

MESIR - Kekerasan Pemerintah Akan Bertambah?

"Muslim dan Kristian Mesir, semua keluar berperang melawan rejim yang korup, yang menindas, yang menghancurkan kebebasan, dan menciptakan pengangguran", sebuah pernyataan yang ditandatangani 70,000 orang.

Pejabat berita Assosiated Pres, memaklumkan kekuatan pasukan khusus anti teroris diadakan di sekitar Kaherah, dan Menteri Dalam Negeri, memperingatakan, akan memerintahkan penggunaan kekuatan pasukan khusus itu.

Essam el-Erian, jurucakap Ikhwanul Muslimin, memperingatkan rejim Mubarak, konsekwensi kekerasan yang dilakukan pemerintah, justru akan menghancurkan pemerintah, dan aksi protes tidak akan pernah berhenti. "Aksi ini akan terus berlanjut, bukan hari Jum'at ini, di hari-hari lainnya akan berlanjut", ujar el Erian.

Jutaan orang berkumpul di masjid-masjid di seantero Kaherah, menjelang solat Jumaat, dan mereka akan melakukan aksi menjatuhkan Mubarak. Usai solat Jumaat pecah aksi massa menghadapi pasukan militer Mesir. Mereka menggunakan bom molotov, dan pertempuran dengan peagawai keamanan tak dapat dihindarkan.

Di Suez, serta di pusat perbelanjaaan Giza pasukan keamanan berhadapan dengan massa, dan polisi menembakkan gas pemedih mata. "Ini adalah revolusi", ujar seorang anak remaja yang berumur 16 tahun, dan menambahkan, "Setiap hari saya akan datang ke tempat ini", ujarnya. (mn/aljz)

sumber

0 comments: