Sunday, January 30, 2011

MESIR - Sudah 65 Maut, 1030 Cedera

Sekurang-kurangnya 65 penunjuk perasaan Mesir terkorban dalam pertempuran dengan polis saat ledakan kemarahan pada Presiden Hosni Mubarak terus menggoncang di negeri Afrika Utara itu.

Sumber-sumber medik menyatakan pada hari Sabtu ini (29/1) bahawa sekurang-kurangnya 65 orang, termasuk 23 penunjuk perasaan di kota pelabuhan Alexandria telah kehilangan nyawa mereka di jalan-jalan akibat pertempuran dengan pasukan polis di seluruh Mesir sejak pecahnya demo anti-pemerintah, sementara 13 orang terbunuh dan 75 lainnya terluka di kota Suez, sepanjang Terusan Suez yang strategis.

Menurut sumber-sumber medik, sedikitnya 1,030 peserta cedera saat protes massa tetap berlanjut di seluruh negeri untuk hari kelima berturut-turut.

Kerusuhan terburuk dalam sejarah Mesir tampaknya tanpa henti dan polis dilaporkan menembakkan gas air mata dan peluru kapur kepada pendemo.

Larangan keluar malam pukul 6:00 petang-7:00 pagi diberlakukan Jumaat kemarin di Kaherah, Suez dan Alexandria.

Dalam perkembangan lain, Mohamed El Baradei, salah satu pengkritik paling sengit Mubarak dan mantan kepala Badan Energi Atom Internasional, ditahan oleh polis Mesir setelah dirinya muncul di jalan-jalan di ibukota Kaherah.

ElBaradei berjanji bahawa protes jalanan akan terus berlanjut dengan intensiti kuat bahkan lebih sampailah Mubarak mengundurkan diri.

Sekurang-kurangnya lima orang terbunuh di Kaherah dan dua orang di Mansura, utara ibukota pada hari Jumaat lalu, dengan banyak korban jiwa disebabkan oleh peluru kapur berlapis, petugas medik dan saksi mata mengatakan.

Pada hari Jumaat, Mubarak memecat kabinet dan menyerukan dialog nasional dalam usaha mengatasi aliran protes publik atas kemiskinan, tingkat pengangguran yang tinggi dan korupsi yang bermaharajalela.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon menyerukan diakhirinya kekerasan di Mesir dan mendesak pemerintah untuk menghormati kebebasan berbicara.(fq/prtv)

sumber

0 comments: