Saturday, January 29, 2011

Wikileaks Mula Dedah Dokumen Tentang MESIR

KAIRO (Arrahmah.com) - Sejumlah dokumen menunjukkan bagaimana Washington berulang kali menekan Mesir untuk memberikan tindakan dan kekerasan terhadap para pembangkang, meskipun pada saat yang sama AS mendesak agar sekutunya itu memberikan ruang yang lebih besar bagi kebebasan berbicara.

Protes di Mesir, yang terinspirasi oleh demonstrasi yang berhasil menggulingkan pemerintah Tunisia, diperkirakan akan mencapai puncaknya hari ini, di mana ribuan jama'ah akan muncul setelah solat Jumat.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan langsung di YouTube pada hari Kamis (27/1/2011), Obama mengatakan bahawa Presiden Mesir Hosni Mubarak merupakan sekutu AS yang paling banyak memiliki masalah.

Tetapi Obama menambahkan: "Saya selalu berkata kepadanya bahawa memastikan mereka terus bergerak menuju reformasi politik dan reformasi ekonomi, demi kesejahteraan jangka panjang Mesir."

William Hague, Menteri Luar Negeri Mesir, juga mendesak Mubarak untuk segera menanggapi keluhan dari para demonstran secara resmi.

Sementara itu, rincian telegram diplomatik AS, yang diterbitkan oleh New York Times, menunjukkan bahawa AS terus mendorong Mesir untuk membebaskan tiga blogger dan seorang pendeta Koptik yang menikah dengan seorang Kristiann dari penjara. Namun permintaan itu ditolak oleh Mesir, harian itu melaporkan.

Dokumen itu pun mencakup kritik terhadap ibu wanita negara Mesir, Suzanne Mubarak, yang dilaporkan memanfaatkan bas sekolah yang didanai AS selama makan anginnya ke Sinai. Meski pada saat yang sama, ia dipuji kerana giat mengkempenkan hak-hak wanita dan pekerja kanak-kanak. Fenomena serupa dengan yang terjadi di Tunisia di mana para pemrotes mengarahkan gugatannya terhadap Leila Trabelsi, istri Presiden Zine al-Abidine Ben Ali, yang selama ini selalu memanfaatkan takhta suaminya. (althaf/arrahmah.com)

0 comments: