Sekarang semua telah berubah, sejak 25 Februari, di mana lebih 100.000 penunjuk perasaan berkumpul di ibukota Sana'a. Sebahagian antara mereka, yang tak kurang 30,000 pendemo berkkumpul di depan Universiti Sana'a, yang menjadi Tahrir Square, seperti di Kaherah. Mereka menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh mengundurkan diri.
Ini terjadi setelah para loyalis pemerintah menembak dua pendemo lalu meninggal dunia pada malam 22 Februari lalu. Tetapi terkorbannya dua orang pendemo itu, mengakibatkan gelombang massa yang lebih besar ikut dalam aksi demosntrasi, dan dengan penuh antusiasme. Ini merupan puncak gerakan yang menuntut perubahan di Yaman, dan meminta Presiden Ali Abdullah Saleh, segera mundur.
Para penentang Ali Abdullah Saleh, mereka berteriak, "Enyahkan kaki tangan Amerika", teriak mereka. (mh/tm)
0 comments:
Post a Comment