Monday, February 21, 2011

5,000 Sertai Demo di MOROCCO

Ribuan penunjuk perasaan turun ke jalan di Morocco pada hari Ahad (20/2) menuntut Raja Muhammad mengurangi beberapa kekuasaannya, membubarkan pemerintahan dan mencegah korupsi.

Di ibukota Rabat, beberapa orang dalam kerumunan demonstran melambaikan bendera Tunisia dan Mesir dalam pengakuan mereka atas pemberontakan rakyat yang berhasil menggulingkan presiden kedua negara itu. Sekurang-kurangnya 5,000 orang berdemo di Rabat pusat, menurut wartawan Reuters.

Polisi berseragam menjaga jarak mereka dengan para demonstran namun berpakaian preman berbaur dengan kerumunan demonstran di tengah teriakan "Rakyat menolak konstitusi yang dibuat untuk para budak!"dan "Jatuhkan autokrasi!"

Beberapa demonstran meminta pemerintah koalisi yang rapuh dari Perdana Menteri Abbas El Fassi untuk membubarkan diri. Plakat dan slogan para demonstran menurut laporan, tidak melakukan serangan langsung terhadap raja meskipun satu dua slogan juga mengkritik pengaruh Raja di perusahaan yang ada di negara itu, di mana keluarganya adalah investor terbesar.

Morocco adalah sekutu Barat dengan kepemimpinan monarki reformis dan adanya pertumbuhan ekonomi, beberapa ahli melihat aksi di Maroko kurang rentan akan keberhasilannya dibandingkan dengan negara tetangga mereka.

"Ini adalah aksi damai untuk mendorong reformasi konstitusi, memulihkan martabat dan menghapuskan korupsi yang telah menjarah dana publik," kata Mustapha Muchtati dari kelompok Baraka - yang bererti "cukup" dalam bahasa Arab Morocco.

Aksi tunjuk perasaan di Morocco ini diprakarsai oleh sebuah kelompok yang menamakan dirinya "Gerakan 20 Februari untuk Perubahan", yang telah menarik 20,000 pengikut di laman jejaring sosial Facebook.

Mereka bergabung dengan pemuda dari kelompok pembangkangyang dilarang "Keadilan Islam dan Amal", anggota parti pembangkang dan militan Berber. Syarikat media utama dan kelompok hak asasi manusia juga menyuarakan dukungan terhadap demonstarsi tersebut.(fq/reu)

sumber

0 comments: