Monday, February 21, 2011

Ghaddafi Lari ke Amerika Selatan?

Muammar Gaddafi pemimpin Libya telah meninggalkan negaranya menuju ke Venezuela atau Brazil, pada saat aksi protes meminta dia untuk berundur telah berubah menjadi kekerasan, laporan mengatakan.

Tindakan keras pemerintah terhadap orang-orang yang melakukan demonstarsi menentang kekuasaan Gaddafi yang telah berkuasa selama 41 tahun ternyata menjadi kontraproduktif pada saat aksi demonstrasi lanjutan tetap berlangsung pada hari Ahad lepas (20/2).

Tindakan represi menjadi aksi berdarah ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah ribuan orang yang berkumpul untuk berkabung atas terbunuhnya rakan mereka pada pertelagahan Sabtu lalu di Benghazi.

Uni Eropah dan AS telah mengutuk tindakan keras terhadap para demonstran pro-demokrasi dan menyatakan kekhuatiran mereka tentang laporan dan gambar yang berasal dari Libya."

Kelompok hak asasi Amnesty International juga mendesak pemerintah Libya untuk menghentikan tindakan keras mereka terhadap aksi demonstrasi damai.

Sementara itu, utusan Libya untuk Liga Arab, Abdel Moneim al-Honi dan Duta Besar negara untuk China Hussein Sadeq Al Misurati, telah mengundurkan diri untuk bergabung dengan para demonstran.

Al-Honi telah mengajukan pengunduran dirinya "sebagai protes terhadap tindakan represi dan kekerasan terhadap demonstran yang dilakukan pegawai keselamatan."

Al Misurati mengatakan kepada Al Jazeera TV bahawa dia merasa tidak "terhormat untuk mewakili sebuah rejim yang membunuh rakyatnya sendiri."

Seorang pemimpin pembangkang mengatakan bahawa semua suku di seluruh negeri telah bergabung dengan aksi protes anti-pemerintah, laporan mengatakan.

Angka-angka terbaru menunjukkan jumlah korban dari huru-hara di Libya telah mencapai hampir 300 orang.(fq/prtv)

0 comments: