Para penunjuk perasaan telah merencanakan aksi pada hari Jumat ini (25/2), sebagaimana yang mereka katakan aksi ini berlanjut kerana tuntutan mereka belum dipenuhi, Associated Press melaporkan.
Mereka ingin dewan militer untuk segera menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah awam, dan kabinet Perdana Menteri Ahmad Shafiq segera mengundurkan diri.
"Kami akan berbaris dalam aksi protes untuk menuntut pengunduran diri pemerintah Shafiq dan menghapuskan undang-undang darurat dan menuntut diadili Mubarak dan keluarganya," kata Muhammad Fahmi dari Gerakan Rakyat Nasional untuk Perubahan.
Mereka juga menyerukan pembebasan segera semua tahanan politik yang masih ada di penjara-penjara Mesir.
Kekhuatiran para demonstran adalah terkait Wakil Presiden Omar Suleiman - yang merupakan tangan kanan orang Presiden yang tergulingkan Hosni Mubarak - akan membuat keputusan pasca-revolusi untuk pemerintah. Laporan menunjukkan bahawa dia telah mendikte keputusan untuk dewan militer.
Setelah pembicaraan berlangsung minggu lalu, para aktivis menuduh Suleiman sebagai sumber perpecahan dan telah menolak untuk mengadakan perundingan lebih lanjut.
Suleiman menghilang dari mata umum setelah mantan Presiden Hosni Mubarak digulingkan bulan lalu. Dia adalah ketua perisikan Mesir selama dua dekad sebelum diangkat menjadi wakil presiden.(fq/prtv)
0 comments:
Post a Comment