"Ikhwan tidak mencari kekuasaan," kata Mohammed Morsi, dari bahagian media Ikhwan, dalam sebuah sidang media di Kaherah. "Kami ingin berpartisipasi, bukan untuk mendominasi. Kami tidak akan mencalonkan presiden. Kami ingin berpartisipasi dan membantu, kami tidak mencari kekuasaan."
Gerakan Islam terbesar di Mesir ini juga berusaha menghilangkan kekhuatiran banyak pihak bahawa mereka akan mendorong pendirian sebuah negara Islam di era pasca-Hosni Mubarak.
"Kami menolak negara agama," kata Mohammed Katatny, mantan ketua blok parlimen Ikhwan.
Saat ini, berbagai pihak tampaknya jelas khuaatir bahawa Ikhwan akan tampil dalam gerakan pro-demokrasi Mesir. Ini seperti ditengarai berbagai sekutu Mubarak seperti pengusaha Naguib Sawiris, anggota Council of the Wise, serta sekutu Mubarak di luar negeri, termasuk Amerika Serikat.
Kekhuatiran itu diperparah dengan pernyataan dari Ayatollah Iran, Ali Khameni minggu lalu, bahwa pergolakan di Mesir dan negara-negara regional lainnya sebagai "kebangkitan Islam."
Katatny mengatakan Ikhwan tidak bertanggung jawab atas pernyataan yang dibuat oleh orang lain.
"Rjzim telah menggunakan boneka Ikhwan untuk mengatakan kepada dunia bahwa rezim adalah satu-satunya yang bisa menjaga negara ini, tapi ini adalah salah dan itu adalah cara mereka mengabaikan tuntutan rakyat." (sa/cnn)
0 comments:
Post a Comment