Monday, February 21, 2011

Ikhwan : Wanita & Kritian Tak Sesuai Jadi Presiden

"Parti-parti politik memiliki hak untuk mencalonkan wanita atau warga Koptik untuk calon presiden," kata tokoh Ikhwanul Muslimin terkemuka Muhsin Radi. "Namun kamu melihat dan menemukan tidak cocok bagi wanita atau warga Koptik untuk maju menjadi presiden. Mungkin mereka boleh dicalonkan hanya untuk posisi menteri."

Radi juga mengatakan, Ikhwan tidak akan memainkan peranan apapun dalam pemerintahan sementara. "Pemerintah telah jatuh seiring dengan jatuhnya presiden sebelumnya," katanya menegaskan.

Kelompok ini telah menyambut baik atas diberikannya izin rasmi kepada Parti Al-Wasat (cebisan Ikhwan) dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan para pemimpinnya, menambahkan bahawa Ikhwan kemungkinan akan mendirikan parti sendiri setelah UU yang relevan terkait masalah itu telah diubah.

Dalam berita terkait, Muhammad Anwar al-Sadat, pendiri Parti Reformasi dan Pembangunan, mengatakan tren baru sekarang adalah memberikan kesempatan kepada semua pihak yang telah ditolak oleh Pihak Komisi Urusan pemerintahan sebelumnya. (fq/almasryalyoum)

sumber

0 comments: