Kelompok ini, bersama dengan parti-parti pembangkang lain, mengadakan negosiasi dengan wakil pemerintah yang dipimpin oleh Wakil Presiden Omar Suleiman untuk mencari penyelesaian bagi kebuntuan yang terjadi saat ini di negara tersebut, AFP melaporkan pada hari Ahad (6/2).
Ikhwan mengatakan Kaherah telah gagal untuk memenuhi banyaknya tuntutan. Hal ini menegaskan bahawa tuntutan para penunjuk perasaan tetap mesti dipenuhi, di mana tuntutan utama mereka adalah berundurnya Mubarak.
Pemimpin tokoh pembangkang Mohamed ElBaradei mengatakan dia tidak diundang untuk melakukan negosiasi dengan pihak pemerintah.
Meskipun adanya pembicaraan negoisasi, jutaan penunjuk perasaan Mesir tetap berkumpul di Cairo Tahrir Square menuntut pengusiran Mubarak.
Setelah pembicaraan, pemerintah mengumumkan bahawa semua pihak yang hadir akan membentuk sebuah komite untuk melihat ke dalam terkait amandemen konstitusi dan reformasi.
Pemerintah juga telah setuju untuk melonggarkan penekanan terhadap media, dan akan berusaha menarik balik undang-undang darurat selama tiga puluh tahun serta menolak campur tangan asing.
Warga Mesir pada hari Ahad (6/2) turun ke jalan pada hari ketiga belas demonstrasi yang mereka sebut "Hari Syuhada" untuk menghormati ratusan penunjuk perasaan yang maut dalam revolusi.(fq/prtv)
0 comments:
Post a Comment