Pejabat berita semi rasmi Iran Fars mengutip pernyataan Ali Mahdi Khani yang merupakan wakil direktur Biro Politik Kementerian Dalam Negeri yang mengatakan: "Orang-orang ini sepenuhnya sedar akan ilegaliti permintaan mereka dan mereka tahu bahwa mereka tidak akan mendapatkan izin untuk melakukan tindakan hooliganisme".
Hal ini sangat tidak mungkin pemerintah untuk mengizinkan pertemuan massal yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok oposisi yang dianggap oleh pemerintah hanya menyusahkan mereka.
Mahdi Karroubi, Mir-Hossein Mousavi, yang kalah dalam pemilihan presiden kontroversial tahun 2009 lalu telah mengajukan permohonan izin untuk mengadakan tunjuk perasaan pada hari Isnin ini untuk mendukung revolusi rakyat yang terjadi di Tunisia dan Mesir.
Teheran sebelumnya telah menyebut pemberontakan Mesir sebagai "kebangkitan Islam" yang mirip dengan revolusi di Iran pada tahun 1979.
Ribuan orang pada hari Jumaat lalu telah merayakan ulang tahun ketiga puluh dua revolusi Iran dalam sebuah aksi di Teheran, dan mendorong institusi agama Iran untuk menunjukkan solidaritI dengan penunjuk perasaan di Kaherah. (fq/imo)
0 comments:
Post a Comment